My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 49 [ Menjalani hidup ]



Kurasa hidupku di mulai dari nol lagi.


Sekarang aku sudah sembuh dan kini aku merasa sehat lagi. Dokter menganjurkan untuk berolahraga setiap hari untuk kesehatanku.


Untungnya aku tidak kena anemia. Itu akan sangat berbahaya.


Karena kesehatanku sudah pulih dan semangat hidupku telah kembali, Orang-orang terdekatku menjadi sangat senang dan bahagia melihatku kembali.


Hari ini adalah pelajaran terakhir kami dan besok kami akan menghadapi ujian akhir.


Dan lalu kami lulus dari SMA ini.


Kalau lulus.


Tak terasa bukan, Kini sudah mau tamat SMA. Kisah cinta dan kenangan sedih di SMA akan menghilang secepat mungkin dariku.


Meski sebentar lagi akan tamat, Aku merasa sedih karena tak bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan teman-temanku di masa Sma. Seharusnya aku ada banyak kenangan indah di SMA, Tapi aku malah menyakitiku sendiri dan menjauh. Memilih menyendiri.


Sekarang aku sedang di dalam perpustakaan, Membaca buku novel romantis yang selalu membuatku baper sendiri.


Di perpustakaan, Aku memiliki kenangan dengan Youknow di sini. Aku memutuskan untuk mengingatnya dari pada melupakannya.


Setelah membaca, Aku ikut berkumpul di kantin bersama sahabatku dan teman-temanku.


"Hai Luna!" Kata Mina.


Aku membalas dengan senyuman hangat.


"Senangnya bisa melihat senyuman mu lagi!" Kata Minji.


"Sebelumnya aku sangat khawatir!" Kata Jimmy.


"Saudariku itu kan gak lemah! aku memang sudah menebaknya, Kalau kamu pasti akan sadar sendiri, Kalau kamu sudah sangat berlebihan!" Kata Lion.


"Kau benar saudaraku! Kini aku sadar! Kehilangan cinta itu Biasa, Mungkin bisa diulang dari awal. Tapi masa lalu itu luar biasa. Tak bisa diulang dari awal. Aku ingin membuat kenangan indahku bersama kalian. Aku tak ingin hidup menjadi orang yang tak memiliki kenangan bahagia di dalam hidupnya!" Kataku.


"tak memiliki Kenangan bahagia? Kok aku jadi teringat seseorang?" Kata Mina.


"Siapa?" Tanya Minji.


"Squidward kan! Ia adalah pria yang tak memiliki kenangan bahagia di dalam hidupnya. Itulah kenapa aku ingin memiliki kenangan bahagia!" Kataku.


"Hahaha! Kalau kupikir-pikir, Luna memang mirip Squidward!" Kata Lion.


Aku pun melotot ke arahnya, Menatapnya dengan tatapan sinis.


"Sialan kau!" kataku.


Kami semua pun tertawa. Kata Lion aku mirip dengan Squidward, Sebenarnya itu terdengar amat lucu. Bisa-bisanya ia menyamakan aku dengan gurita menyedihkan tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari kelulusanku.


Akhirnya kami lulus SMA dan lanjut kuliah di universitas yang kami mau.


Aku akan mengambil jurusan kedokteran karena cita-citaku dari dulu adalah menjadi seorang dokter umum.


Aku pun menggunakan baju kelulusan seperti orang wisuda di kampus.


"Yo! Luna! Ayo foto satu kelas!" kata Minji.


Aku pun menghampiri Minji dan ikut berfoto dengan teman satu kelasku, Tapi aku merasa ada yang kurang, Tentu saja. Kedua sahabatku yang salah satunya adalah mantan pacarku tidak ada di sini.


Aku sungguh berharap mereka ada di hari kelulusan ini.


Kami pun berfoto bersama.


Lalu Minji mengajakku berfoto bersama Yang lain, Seperti Mina, Lion, Jimmy, Lina, Dan lain-lain.


Kami membuat kenangan baru dan berfoto untung kenangan.


Setelah hari kelulusan, Kami pun Libur panjang dan bersiap untuk masuk perguruan tinggi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


7 tahun kemudian.


Sudah 7 tahun berlalu. Kini umurku sudah 25 tahun. Dan aku bekerja di rumah sakit besar yaitu Happy hospital.


Dan kerennya lagi, Aku adalah wakil direktur rumah sakit tersebut.


Sebenarnya aku tak pernah bertemu dengan direktur RS ini karena ia menjalankan RS tersebut di luar negeri.


Dan menurut rumor, Direktur itu adalah seorang pria yang amat tampan, Tapi dingin dan kasar.


Sekarang aku sedang di dalam kantorku dan menunggu ada pasien datang, Biasanya di rumah sakit kami setiap hari selalu saja ada pasien.


Sepertinya orang di sini banyak yang suka masuk rumah sakit, Doyan bener tiap hari masuk rumah sakit.


Untung sekarang sedang tidak ada pasien, Jadi aku bisa beristirahat dengan tenang. Saat aku kuliah, Aku selalu mendapatkan nilai terbaik dan rajin belajar, Aku terlalu fokus mendapatkan yang terbaik untuk nilaiku dan agar menjadi dokter yang baik.


Dan sekarang cita-citaku sungguh tercapai. Meski menjadi dokter itu sulit.


Saat sedang tertidur sebentar di kantorku, Tiba-tiba telepon kantor berbunyi. Aku pun terbangun dan kaget. Aku langsung mengangkat telepon tersebut.


"Apa kau Dokter Park Wakil direktur?" Tanya seseorang dalam telepon. Suara seorang pria.


"Siapa ini?"


"Saya adalah Direktur utama! Saya Sudah berada di bandara! Dan butuh seseorang menjemput saya!" Kata Pria itu.


"Anda sudah di korea?" Kataku.


"Iya!"


"Taa...Tapi... Mendadak sekali!" Kataku.


"Hanya anda yang tahu tentang ini! Saya ingin anda yang menjemput saya di bandara!" kata Pria tersebut.


"Tapi pak..."


Teleponnya pun di matikan.


Aku merasa kesal dengan sikapnya yang tak sopan.


"Hah! Dasar wakil direktur ban*sat! Bisanya nyuruh orang aja!" Umpat ku.


Aku pun mematuhi perintah direktur misterius itu dan pergi ke bandara dengan mengendarai mobil.


Sampai di bandara. Aku langsung melihat sosok yang aku tebak adalah direktur.


Aku pun langsung menghampiri sosok tersebut dan berbicara dengan sok sopan.


"Halo pak! Saya adalah dokter Park."


Kataku.


Pria itu pun menatapku, Dan betapa kagetnya aku, Ternyata itu Win RoyalGold, Temanku saat SMA.


"Win?" Gumamku.


"Luna?"


Aku pun mundur karena kaget. Aku berusaha menjauh darinya. Sudah 8 tahun kami tak bertemu, Tapi aku masih ingat betul dengan wajah tampannya itu.


"Luna? Kamu... sedang apa di sini?" Tanyanya.


"Seharusnya akulah yang bertanya!" Kataku.


"Aku kembali!" Katanya dengan senyuman manisnya.


Yang membuat jantungku berdebar cukup kencang.


"Huh! Setelah 8 tahun kau kembali? Kenapa kamu gak pernah meneleponku! atau menghubungiku!" Kataku.


"Hehe... Maaf! Aku sangat sibuk belajar di luar negeri hingga lupa padamu!" Kata Win.


Aku merasa tersinggung karena di lupakan, Tapi itu wajar karena ia sibuk belajar dan harus fokus.


"Sekarang kamu kerja sebagai apa?" Tanyaku.


"Aku? Aku.... Kerja sebagai.... Jaksa! Aku akan menghukum orang-orang yang bertindak tidak adil dan menegakkan kebenaran diatas hukum negara!" kata Win.


Aku tertawa kecil mendengarnya.


"Kau dulu padahal adalah seorang pencuri internasional, Dan kini? Seorang pengacara?" Kataku sambil tertawa mengejek.


"Emangnya kamu jadi apa sekarang?" Tanya Win.


"Aku? Tentu saja seorang dokter genius!" Kataku.


Win pun tertawa mendengarnya.


"Kamu? Yang adalah seorang gadis yang suka menyakiti orang dan memukul anak lelaki, Menjadi Dokter? Sungguh tak pantas!" Ia membalas mengejekku.


Aku pun Menjitak kepalanya dan ia meringis kesakitan.


"Dasar! Hal itu hanya berlaku untukmu!" kataku.


Kami pun tertawa bersama.


Rasanya sudah lama sekali kami tak tertawa bersama.


"Kamu sudah makan?" Tanya Win.


"Belum!" kataku.


"Ayo makan bersama! Sekarangkan jam makan siang!" kata Win.


Aku pun mengangguk dan ikut makan bersamanya. Kami pun pergi bersama ke restoran.


Rasanya aneh, Sepertinya aku melupakan sesuatu yang amat penting.


Dan yang aku lupakan adalah menjemput direktur dingin di bandara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...