
Aku dan Win makan bersama dan Melupakan semua yang awalnya ingin kami lakukan. Kami mengobrol tentang banyak hal.
"Gimana? Youknow masih menghubungi kamu?" Tanya Win.
"Gak! Ia benar-benar memutuskan semua hubungan di antara kami!" kataku.
"Sekarang... Kamu punya pacar?" tanya Win.
"Em... Gak! Aku sebelumnya terlalu sibuk belajar, Lalu terlalu sibuk bekerja, Hingga tak punya waktu untuk berkencan!" Kataku.
"Apa kau mau jadi pacarku?" tanya Win.
Aku pun menatapnya dengan Kaget. Ia mengatakan itu dengan santai tanpa ragu.
"Kau serius?" Tanyaku.
"Apa aku terlihat bercanda?" Jawabnya.
"Tapi..."
"Kurasa sudah waktunya untuk mengaku! Sejak pertama kali bertemu denganmu di rumah sakit, Aku sudah jatuh cinta padamu saat itu juga!" kata Win.
Aku terdiam. Aku sungguh tak menyangka kalau Win sudah memendam perasaannya padaku selama ini. Jika di hitung, Ia sudah menyukaiku selama 10 tahun.
Sial! Kenapa aku tak pernah menyadari hal itu.
"Aku... Sebenarnya aku..."
"Kamu masih mencintai Youknow kan? Aku tahu!" kata Win.
Lagi-lagi aku terdiam.
"Iya! Aku paham kok! Melupakan itu memang sulit! Aku dari dulu sampai sekarang masih gak bisa melupakan kamu!Karena sekarang kamu ga punya pacar, Ini adalah kesempatanku!" kata Win.
"Setidaknya cobalah berkencan denganku selama Seminggu, Jika kamu masih ga merasakan cinta saat bersamaku, Aku akan menyerah!" Lanjutnya.
"Tapi.."
"Iya! Kamu sudah setuju!" kata Win.
Ia tersenyum nakal lalu mengacak rambutku. Dan ia pun pergi meninggalkanku sendiri. Sebelum itu ia telah membayar makanannya.
Aku terdiam memikirkan kencan seminggu yang di bilang Win.
Saat sedang termenung, Tiba-tiba ponselku berbunyi, Ternyata Dirut meneleponku.
Aku pun langsung teringat kalau aku harusnya menjemputnya di bandara tadi.
Aku pun mengangkat telepon dengan ragu-ragu.
"H... Halo?"
"Kenapa kamu tidak menjemput saya?" Tanyanya dengan datar.
"Ma... maaf! Saya tadi.."
"Besok langsung menghadap saya di kantor!" kata Dirut.
Lalu ia menutup teleponnya.
Aku pun merasa kesal sekaligus takut.
Aku akan menghadapi Dirut galak besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari esok pun tiba. Sekarang aku sedang berada di depan pintu kantor Dirut.
Aku pun membuka kantor dengan perlahan dan mengintip sedikit.
"Cepat masuk! Apa yang kau lakukan?"
Suara datar dari Dirut.
Aku pun masuk dengan Takut-takut.
"Dirut.... Aku..."
Aku melihat Dirut tersebut, Wajahnya tak tampak karena wajahnya di arah sebaliknya.
"Aku..."
"Duduk!" Katanya dengan datar.
Aku pun duduk di sofa seperti perintah.
Ternyata inilah direktur utama RS Happy Hospital.
Beliau sangat tinggi dan tubuhnya sangat bagus.
"Seharusnya kamu tidak lupa padaku! Aku saja selalu mengingatmu!" Kata Dirut dengan nada yang tiba-tiba halus.
"Hah?"
Dirut pun berbalik badan dan betapa kagetnya aku. Ternyata Dirut kami adalah mantan pacarku, Lee Jaehyun, Atau Youknow.
"Youknow?"
"Hai... Lama tak jumpa!" Katanya.
Aku pun langsung berdiri karena kaget.
"Jadi kau!" kataku.
Aku pun memandanginya dengan amarah. Aku Mungkin masih mencintainya, Tapi aku juga membencinya.
"Aku pergi!" Kataku.
Youknow menahan tanganku dan lalu menarik ku. Kini aku berada di pelukannya.
"Aku merindukanmu!" Katanya.
Awalnya aku terhanyut dalam pelukannya dan diam merasakan tubuhnya yang hangat. Tapi tiba-tiba aku teringat saat ia memutuskan ku dengan kejamnya.
Aku pun mendorongnya dan menatap matanya dengan amarah yang membara.
"Dasar payah! Aku sama sekali tak merindukanmu! Padahal aku sudah bahagia tak ada kamu di sini!" Kataku berbohong.
Aku pun keluar dari ruangannya dan pergi ke kantorku. Lalu aku menangis karena hatiku terasa amat sakit. Aku dan Youknow sudah 8 tahun tak berjumpa, Aku sangat merindukannya tapi ia tak pernah menghubungiku. Dan saat ia datang, Ia malah berkata kalau ia merindukanku. Jika ia Rindu, Kenapa tak menghubungiku. Dasar pembohong.
Sepanjang hari, Aku menangis di dalam kantorku. Sampai ada panggilan masuk, Ada pasien yang harus aku periksa.
"Baiklah! Aku akan datang!" Kataku dengan suara lesu.
Aku pun keluar dari kantor dan kaget mendapati Youknow ada di depan pintu menungguku sejak tadi.
"Hai! Kau mau kemana?" Tanyanya.
"Kerja! Jangan ganggu aku!" Kataku.
Aku pun pergi meninggalkannya.
Tapi Youknow tetap saja mengikutiku.
"Halo kak!" Katanya.
Aku pun mengunci pintu klinik agar Youknow tidak masuk ke dalam.
"Ada apa?" Tanyaku padanya.
"Aku hanya kangen! Tapi... Kenapa kakak mengunci pintu? Seperti orang aneh saja!" Kata Lion.
"Apa kau tahu, Youknow sudah kembali! Dan anehnya... Ia adalah..."
"Dirut rumah sakit ini? Aku tahu! Aku kan sahabatnya!" Kata Lion.
Aku pun terdiam.
"Kakak gak tahu kan, Aku selalu berhubungan dengan Youknow!" Katanya.
Aku pun menghampirinya dan menjambak rambutnya karena geram.
Ia meringis kesakitan dan aku pun melepas jambakanku.
"Kenapa kau tak bilang!" Kataku.
"Dia suruh aku merahasiakannya!" kata Lion.
Kini Aku benar-benar merasa stress. Dan saat itu juga Win meneleponku.
"Halo?"
"Luna! Malam ini kita akan berkencan di kafe Cat Night! Cepat bersiap! Aku sudah di depan rumah sakit kau bekerja!" kata Win.
Aku pun kaget dengan ajakan yang mendadak ini.
Tapi, Darimana Win tahu aku bekerja di sini?.
"Hei Lion! Kau juga memberitahu Win aku bekerja di sini ya?" Tanyaku.
Lion pun menelan ludah sambil mengangguk pelan.
Aku pun marah besar dan mengejarnya untuk menjambaknya.
Ia kabur dan membuka pintu, Dan Lion bersembunyi di belakang Youknow yang menunggu di depan pintu klinik.
Aku yang lupa ada Youknow di depan tetap berlari hingga menabrak dan jatuh di pelukan Youknow.
Mataku langsung membelalak dan mendorong Youknow.
"Maaf!" Kataku.
"Untuk apa?" Tanyanya.
"Sudahlah!" Kataku.
Aku pun pergi meninggalkan mereka dan ke kantorku untuk ganti baju, Karena aku malas ke ruang ganti, dan sekarang aku pakai baju operasi. Aku pun langsung membuka bajuku. Saat itu juga Youknow menerobos masuk ke dalam kantor yang lupa ku kunci,
Sontak aku berteriak dan Youknow langsung berbalik karena tak sengaja melihatku Yang Setengah telanjang.
"Sialan kau! Kenapa langsung menerobos aja!" kataku.
"Maaf!"
"Kenapa dari tadi kau mengikutiku seperti penguntit!" Kataku.
"Maaf!"
"Kenapa kau meninggalkanku!"
"Maaf!"
Kata-kata 'Meninggalkan' Keluar dengan begitu saja.
"Aku tak bermaksud meninggalkanmu!" Katanya.
"Sudahlah! Aku gak mau dengar. Keluar! Kubilang KELUAR!" kataku kesal.
Youknow pun keluar dari kantorku dan aku dengan buru-buru menggunakan pakaianku.
"Sialan dengan Youknow! Mengganggu saja!" Umpat ku.
Aku pun keluar dari kantor ku.
"Kau sudah selesai?" Tanya Youknow yang menungguku di luar.
"Kenapa kau masih menungguku?" Tanyaku.
"Maafkan aku! Aku mau menjelaskan semuanya..."
"Apanya! Aku tak butuh penjelasan! Aku mau pergi kencan dengan pacarku! jangan ganggu!" kataku.
Youknow pun terdiam mendengar hal tersebut.
Aku pun pergi meninggalkannya dan keluar dari RS.
Aku Menghampiri Mobil putih milik Win.
"Oh.... Kau datang!" katanya.
Tanpa pikir panjang, Karena aku sedang sedih, Aku langsung memeluk Win dan menangis di pelukannya.
"A... Ada apa?" Tanyanya.
"A... Aku sedih, Sekaligus senang, Youknow telah kembali!" Kataku.
Win pun kaget mendengar Youknow telah kembali.
"Kau pasti sudah tahu itu, Karena kau juga sahabatnya!" kataku.
"Aku tak tahu! Sungguh! Kapan ia kembali?" tanya Win.
Aku pun melepas pelukanku dan menatap wajah Win yang tampan.
"Kemarin, Bareng kamu!" kataku.
"Hah?"
"Ia kembali sama-sama dengan kamu!" Kataku.
"Benarkah?"
"Kau tak tahu?"
Raut wajah Win pun berubah menjadi takut dan cemas, Ia langsung merasa was-was dan khawatir.
"Sudahlah! jangan dipikirkan! Ayo masuk ke dalam mobil dan lakukan kencan pertama kita!" kata Win.
Aku pun menurut dan masuk ke dalam mobil.
Kami pergi ke kafe yang Win sebutkan tadi.
Dan melakukan kencan pertama kami dengan perasaan tak enak hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...