My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 21 [ Cinta Segitiga ]



Pagi yang indah dan cerah, Hari ini adalah hari Minggu yang cerah, Tidak sekolah dan tidak melakukan apa-apa. Aku Sarapan dan Lalu mandi, Lalu aku pergi ke taman untuk berolah raga. Aku bersepeda, Joging, Dan melakukan olah raga lainnya yang membuatku semangat dan ceria. Lalu saat istirahat aku mengecek Ponselku. Ada pesan dari Win.


Apakah hari ini kamu mau bermain denganku, aku ingin mengajakmu bermain bersama.


Aku kaget dengan pesan tiba-tiba dari Win. Aku pun pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk pergi. Lalu Win meneleponku.


"Halo! Luna! Aku ada di depan rumah mu! Sopirku akan mengantar kita!" kata Win.


Lalu ia mematikan Teleponnya.


Aku membaca dan melihat diriku sendiri. Betapa cantiknya aku.


Lalu aku keluar dari rumah dan melihat Win sungguh sudah ada di depan rumah.



Akhirnya kamu keluar juga! aku sudah lama menunggumu!" kata Win.


Aku tersenyum dengan lebar, Lalu kmi masuk ke dalam mobil dan pergi ke tempat yang di inginkan oleh Win.


Kami ternyata pergi ke pekan raya, ada bianglala, Rollercoaster. dan Wahana yang lainnya. Win menatapku dn menarik tanganku dengan riang, Kami berdua tersenyum dengan gembira.



ia menarik ku Dan membawaku ke wahana Komidi putar. Aku dan Win menaiki kuda yang sam, Aku berada di depan dan Win di belakangku.


Rasanya agak ga nyaman, Tapi asalkan Win Bahagia, Aku akan melakukan Apa yang ia mau.


Setelah bermain Komidi putar, Dia membawaku menaiki rollercoaster. Aku dan Win sama-sama menyukai wahana itu. Kami pun menaikinya dengan Riang gembira dan bermain hingga puas.


Kamu pergi dari satu wahana ke wahana lain. Akhirnya kami sudah menaiki semua wahana, Kini tinggal yang terakhir. Yaitu bianglala.


Kami menaikinya dan memandangi pemandangan indah, lalu Win menatapku dengan tatapan imutnya.


Aku merasa aneh dengan tingkahnya itu.


"Kenapa kamu menatapku begitu?" tanyaku.


"Apa kamu mengetahui tentang sesuatu?" Tanyanya.


"Tentang apa?" Tanyaku.


"Tentang rahasiaku, Identitas ku, dan siapa aku!" Kata Win.


"Huh! Dasar payah! Awalnya aku emang curiga! Tapi aku menyangkalnya di otakku. Orang itu pasti bukan kamu! tapi kamu malah bertanya yang seperti itu, Ya aku makin yakin kalau kamu adalah Victory Thief!" Kataku.


"Huh.... Aku memang ingin kamu tahu! Aku tak ingin ada rahasia di antara kita!" kata Win.


"Begitu kah? Ya... Kalau aku ga ada Rahasia! aku tetaplah aku! rahasiaku hanyalah balas dendam terhadap keluarga Tiri yang menindas ku! Dan.... Tidak ada lagi!" kataku.


" Tolong jaga identitas ku! Malam ini aku akan beraksi di rumah mafia Min. Seorang mafia terkejam. dan sedang berusaha mengambil posisi raja Mafia, Yaitu ayahnya Lee Youknow." Kata Win.


"Baguslah! Aku pikir Victory itu mencuri demi kepentingannya sendiri!" kataku.


"Tentu saja tidak! Semua barang curian yang memang tidak pantas mereka miliki itu, aku sumbangkan kepada yang membutuhkan!" Kata Win.


"Sungguh mulia ya hatimu!" kataku.


"Tentu saja! Dan perasaanku juga tulis jika aku suka sama cewe!" katanya.


"Iyalah! Entah siapa cewe yang beruntung itu!" Kataku.


Kami pun sampai di bawah dan turun dari Bianglala. Sekarang sudah malam. Kami pun pulang dari pekan raya dan Win mengantarku Pulang. Tapi sebelumnya aku memintanya berhenti dulu di mini market dekat rumahku, Aku ingin makan ramen instan di sana. Aku pun duduk di kursi depan mini market dan Win menemani aku makan. Aku juga membelikannya Ramen. Kami pun makan berdua.


Lalu datang seorang yang aku kenal, Dan orang yang selalu membuat jantungku berdebar. Itu adalah Youknow.


"Bukan urusanmu kan!" Kata Win.


"Dasar Sombong!"


"Apa! Kamu mau berkelahi?" Kata Win.


Ia berdiri dan menghadap langsung dengan wajah dinginnya Youknow.


"Aku tanya sekali lagi! Kenapa kalian berdua bisa bersama?" tanyanya.


"Sudah kubilang bukan urusanmu kan!" Kata Win.


Youknow mulai kesal dengan sikap angkuhnya Win.


"Luna! Apa Yang sedang kalian lakukan?" Tanyanya padaku.


"Aku.... Win.... "


"Katakan saja!"


"Kami hanya bermain bersama di pekan raya!" Kataku.


"Pekan Raya?"


"Kami berdua bosan di rumah, Dan Win mengajakku bermain!" Kataku.


Youknow menghela nafas berat. Ia tampak seperti kecewa.


"Oh... Begitu!" Katanya.


Lalu ia pergi dari mini market tersebut. Win menatapnya dengan tatapan puas karena Youknow pergi. Sedangkan aku merasa sama sekali tidak baik-baik saja.


Aku juga memikirkan perasaan Youknow ketika tahu sahabat dekatnya pergi dengan orang lain. Aku juga akan cemburu jika Mina berjalan dengan orang lain. Aku kini merasa buruk sekali.


"Win! aku akan pulang sendiri sekarang!" Kataku.


Aku pun pergi meninggalkan Win.


"Luna..." Gumam Win.


Aku berjalan kaki menuju rumahku, Dalam keheningan dan kesunyian malam, Dimana kejahatan biasanya beraksi. Sungguh tak layak untuk seorang gadis berjalan sendirian di kegelapan malam.


Dalam keheningan tersebut, Aku mendengar suara sepatu yang mengikutiku dari belakang. Aku merasa agak Gelisah mendengar hentakan sepatu itu, Suaranya semakin dekat dan dekat, Sampai Aku berada di gang sempit. Aku pun mulai menoleh ke belakang. Dan tidak ada siapapun. Sudah pasti aku di ikuti bukan, di film-film, biasanya penguntit itu bersembunyi jika yang di ikuti menoleh ke belakang. Aku pun mulai berlari dengan cepat dan mengeluarkan kaca dari dalam tas. Aku melihat ke belakang menggunakan kaca, dan benar saja ada seseorang yang mengikutiku dan mengejarku. Sampai aku berada di jalan buntu gang. Aku terpojok dan merasa takut. Aku menoleh ke belakang dan melihat seorang pria paruh baya asing yang mengejarku.


"Halo anak manis, Pa kamu mau bermain dengan Om tampan ini?" Katanya.


Dari jarak antara pria itu dan aku sangatlah jauh. Tapi bau alkohol dari mulut Pria mesum itu tercium dari kejauhan. Ia tampaknya sedang mabuk berat.


"Tuan! Tidak baik mengejar seorang gadis yang masih SMA!" Kataku.


"Gadis cantik sepertimu pantas untukku!" Katanya.


Aku merasa tersinggung. Mana mungkin aku mau dengan pria tua yang mesum dan jelek seperti dia.


Aku pun mulai kesal dan membentak pria itu.


"DASAR MESUM! AKU SUDAH MEMPERINGATI DENGAN BAIK-BAIK YA! TAPI JIKA AKU SUDAH KEHILANGAN KESABARANKU! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Bentak ku.


Pria itu pun mengeluarkan pisau dari saku celananya. Aku sontak kaget dan terdiam, Kini apa yang harus kulakukan?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...