My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 42 [ Pulang ]



Sinar matahari masuk ke dalam kamarku dan membuatku terbangun dari tidurku. Tubuhku terasa sakit semua. Aku sungguh kelelahan karena kejadian tadi malam.


Aku pun beranjak dari Kasurku dan pergi mandi. Setelah itu aku pergi ke dapur untuk sarapan, Teman-temanku sudah berada di dapur dan menungguku untuk makan bersama.


"Lain kali jangan menghilang begitu lagi!" Kata Lion dengan memandangiku dengan sinis.


"Ya... Aku... Hanya sedikit terkejut kerena kejadian tak terduga saat bermain voli!" Kataku.


Youknow menatapku. Aku jadi salting karena tatapannya.


"Ciuman itu kan gak di sengaja! Jadi untuk apa kamu malu!" Kata Win mencoba menenangkan ku.


Aku memang tak memikirkan tentang ciuman itu lagi, Tapi aku rasa... Win masih kesal karena melihat hal itu tiba-tiba terjadi di depan matanya.


"Yang terpenting adalah.. Bukan aku yang memulainya!" Kata Youknow.


Sialan ni bocah! buat suasana hati orang hancur aja! Batinku.


Aku menatap dingin pada Youknow.


"Maafkan aku! Kau tau kan kalau aku ini orang yang dingin tak berperasaan! Kan aku pangeran mafia!" kata Youknow.


Aku pun mencoba untuk menenangkan hatiku ini untuk tidak marah padanya.


"Hari ini kita akan pulang kembali ke Korea kan?" Tanya Minji.


"Iya!"


Akhirnya kami pun akan pulang ke Korea.


Kami mengemas barang kami dan pulang ke Korea dengan selamat.


...****************...


Hari ini adalah hari pekan olahraga Nasional. Dan sekolah kami mengadakannya di lapangan sekolah kami yang besar.


Setelah perjalanan dari pulau clover yang melelahkan, Kami akan berlomba antar kelas dan menunjukkan skill bakat olahraga kami.


Aku mengikuti lomba Lari estafet. Aku memiliki kecepatan yang luar biasa kalau tentang berlari. Aku adalah pelari terbaik di kelas.


"Luna, Kamu nanti jadi pelari terakhir ya! Nanti kalau tongkatnya sampai di kamu, Lari laju-laju!" kata Minji padaku.


"Kan... ini lomba campur cowok-cewek, Mana mungkin aku bisa kalahin larian Cowok!" Kataku.


"Yah.. Jadi.... Siapa ni! Yang bisa jadi pelari terakhir kita?" Tanya Minji.


"Biar aku saja!" Kata Youknow tiba-tiba.


Aku kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Emang larian kamu cepat?" tanyaku.


"Ya... Cepat lah!" Kata Youknow.


Aku menatapnya dengan ekspresi tak percaya.


"Baiklah! akan aku diskusikan sama ketua kelas!" kataku.


Kami sudah pemilihan ketua kelas beberapa Bulan yang lalu setelah hari pertama SMA.


"Hei! Song Lina! Pelari terakhir kita nanti adalah Lee Jaehyun!" kataku.


"Jaehyun? Wah... sudah lama aku tak melihatnya berolahraga!" Kata Lina.


Kenapa ia terlihat amat senang? Apakah ia menyukai Youknow?.


"Huh! Apa kerennya Youknow saat berolah raga?" Kataku.


"Huh! Kau itu tak tahu apa-apa! Karena kamu kan gak satu sekolah dengannya saat SMP. Dia kalau sudah berolahraga. Apalagi saat bermain bola, Saat ia membuka bajunya, Tubuhnya itu kotak-kotak dan membuat para gadis yang melihatnya menjadi *****." Kata Lina.


Aku yang mendengarnya merasa jijik. Apa yang mau dilihat dari tubuhnya Youknow? Meskipun aku menyukainya.


Aku pun pergi ke lapangan sekolah dan mendatangi kumpulan anak-anak dari kelas 10-2.


"Hei Luna! Kau sudah datang? Sekarang kita akan mengadakan lomba kecil dulu! seperti lari estafet dan lain-lain!" kata Minji.


Aku mengangguk sebagai jawaban.


Kami pun bersiap-siap untuk lomba estafetnya, Aku berada di barisan kedua yang terakhir. Dan yang dibarisan pertama adalah Minji. Lomba pun dimulai. Minji mulai berlari dengan kencang dan lawannya adalah Mina sendiri yang adalah sahabat kami.


Mina melewati Minji dan sampai duluan, Baru Minji yang datang dan memberikan tongkatnya kepada Lina.


Lina pun berlari dan sampai di barisan ketiga, Lalu lomba terus berlanjut hingga tongkatnya sampai padaku. aku pun berlari sekencang mungkin dan lawanku adalah Yuri dari kelas 10-3. Aku berlari dengan kecepatan penuh dan akulah yang paling depan, aku meninggalkan peserta yang lain hingga aku sampai di Youknow.


Tapi karena berlari terlalu kencang, Aku tak bisa mengerem dan menabrak Youknow.


"Aduh... Sakit!" Gumamku.


"Kenapa gak ngerem dulu! Sialan!"


Aku menatap Youknow dengan kesal.


"Apa? kan kamu yang nabrak!" katanya.


Aku pun memberikan tongkatnya pada Youknow.


Youknow bangkit dan langsung berlari, Di Sampingku ada Lion yang sedang menunggu.


"Hahaha... temanmu kok lambat semua!" kataku mengejek.


"Jadi saudari jangan jahat coba! menjengkelkan! andai kita satu kelas!" kata Lion.


Lalu pelari dari kelas 10-3 datang dan Lion pun mulai berlari, Jangan tanyakan tentang kelas 10-1. mereka adalah kelas paling lambat yang pernah aku lihat.


Lion pun mencoba untuk mengejar Youknow yang sudah jauh darinya. tak akan bisa ia jangkau, Ternyata memang benar kalau ia adalah pelari yang cepat.


Dan... Lion bisa menyainginya dan mereka dalam posisi sejajar.


Kini aku merasa deg-degan karena penasaran siapa yang akan menang.


Dan.... Hasilnya tak di ketahui. mereka sama-sama melewati garis. Sepertinya seri.


Untung ada yang memfoto akhiran saat mereka melewati garis tadi, dan... pemenangnya adalah.... Youknow!


Betapa senangnya aku mendengar hal itu, kemenangan adalah hal yang amat aku sukai. Aku pun memeluk Youknow dengan erat dan Youknow menggendongku, kini tubuhku dan ia berdekatan secara intim dan kakiku malah naik dan membiarkan diriku di gendong oleh Youknow. kami saling menatap dan tiba-tiba suasana di antara kami langsung senyap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...