
Keluarga Hyungseok kini sempurna meskipun Sena masih terbaring tak sadarkan diri.
Tapi beberapa menit kemudian, Sebuah keajaiban terjadi. Tangan Sena bergerak sedikit demi sedikit. Dan matanya terbuka pelan. Hyungseok dan Hyena yang awalnya menangis terkaget-kaget dan langsung memanggil dokter.
Akhirnya Sena sudah siuman. Dan orang yang pertama kali dicarinya adalah kakaknya.
"Di mana kakakku?" Tanyanya.
Dengan berat hati, Hyungseok menceritakan semuanya kepada Sena. Padahal ia baru siuman. Tapi ia harus mendengar cerita yang amat menyedihkan seperti itu.
Sena pun menangis dan kini lagi-lagi kami semua menangis karena Win.
****************
Hari ini adalah hari pemakamannya Win. Kami semua datang mengunjungi pemakamannya. Kak Mia, Sena, Hyungseok, Youknow, Keluargaku, Keluarga Youknow, Teman SD Win, Teman SMP Win, Teman SMA sekelas kami, Dan lain-lain. Kami berduka cita atas kehilangan teman berharga kami yang ceria dan selalu mencairkan suasana. Kesedihan yang sedang kami rasakan, Mungkin suatu saat nanti akan menghilang, Tapi dirimu, Akan selalu kami kenang.
Setalah menangis dan memberikan doa pada Win. Kami kembali lagi kepada kehidupan normal kami masing-masing.
Seperti permintaan Win, Tetaplah jalani hidup yang bahagia dan normal.
Itulah yang akan aku dan Youknow lakukan.
Seperti biasa, Kami pergi ke kantor, Mesra, San pulang, Makan, Dan selalu saja begitu. Kehidupan normal seperti orang lainnya. Ya... Bagaimanapun juga hidup tetaplah hidup, Suatu saat nanti kita semua akan mati, Jadi. Nikmatilah hidup selagi kamu masih hidup. Karena hidup hanya sekali di dunia ini. Reinkarnasi saja masih belum tentu.
****************
Beberapa bulan pun berlalu. Kini kami semua sudah melupakan kesedihan kami tentang Win. Dan Besok adalah hari pernikahannya Sena dan Hyungseok. Setelah beberapa tahun, Akhirnya mereka berdua akan menikah dan membentuk keluarga yang sah. Kini Hyena tak perlu khawatir tentang keluarganya karena keluarganya kini sudah lengkap.
Sekarang ini, Aku, Hyena, Dan kak Mia sedang menemani Sena mencari gaun pengantinnya. Kami membantunya memilih gaun yang cantik dan indah.
"Ah... Ini pertama kalinya aku menikah, Bagaimana ini!" Kata Sena.
"Ibu.. Tenang saja! Kan ada kami! Kami bisa kok bantu ibu memilih gaun!" Kata Hyena.
"Ah! Rasanya aku gak percaya, Kalau putriku sudah sebesar ini! Aku bahkan tak ingat kapan aku melahirkan mu!" Kata Sena.
"Hei Sena... Kata-katamu itu berlebihan tau!" Kata Kak Mia.
"Kan waktu itu aku kecelakaan! Aku gak ingat apa-apa! Tapi syukurlah, Hyena selamat dan sehat. Aku takut kamu terlahir sebagai anak cacat dan tersiksa dalam hidupmu! Sekarang saat melihatmu yang tumbuh menjadi sangat cantik dan sempurna begini membuatku sangat bahagia!" Kata Sena.
"Tentu saja! Ini semua berkat Bibi Mia Dan paman W..."
Hyena terdiam sebentar.
"Win juga membantu merawat mu kan? Sebut saja namanya! Jangan ragu! Meski ia tak ada di sisi kita, Tapi kan ia selalu ada di dalam hati kita!" Kata ku.
"Benar! Yang Luna katakan itu ada betulnya! Jadi, Kita tak boleh sedih oke!" kata Kak Mia.
Setelah mendapatkan gaun pengantinnya Sena. Kami pulang ke rumah masing-masing dan menunggu hari esok yang adalah hari paling bahagia dalam hidupnya Sena dan Hyungseok.
****************
Hari-H pun tiba. Sekarang ini aku sedang di kamar pengantin wanita. Sena sedang gugup di atas sofa dan merasa tak tenang. Itu adalah hal yang wajar, Karena itu adalah pernikahan pertamanya. Ya... Semoga aja dia menikah cuma sekali ya.
"Bagaimana ini kak Luna! Aku gugup sekali!" Kata Sena.
"Jangan gugup! Tenang saja! Kan nanti ada Hyungseok di sisimu!" kataku.
"Ha... Aku gugup sekali!" kata Sena.
"Sudahlah! Jangan gugup!" Kataku.
Lalu Youknow datang dan memanggil Sena.
"Hei! Pengantin wanita di suruh untuk segera ke aula! Hyungseok sudah menunggumu!" Katanya.
Ya.. Cara bicaranya memang agak kasar. Tapi sebenarnya hatinya lembut.
"Aduh... Aku gugup sekali!" kata Sena.
"Kami semua juga begitu saat pertama kali menikah!" kataku.
"Emang kalian mau ngapain?" tanya Sena.
"Melakukan 'Itu'! Kau paham lah maksudku! Luna sudah berjanji padaku!" kata Youknow sambil tersenyum nakal.
"Emangnya harus malam ini ya?" tanyaku.
"Tentu saja!" katanya.
Sena pun pergi ke aula pernikahannya. Dan tampaklah Hyungseok yang tampan sedang menunggunya. Pernikahan pun berlangsung. Aku dan Youknow pergi ke kursi tamu untuk menyaksikan upacara pernikahannya. Setelah mereka bertukar cincin dan bertukar janji, Upacara pernikahannya pun selesai dan kini pesta pernikahannya pun di mulai.
Aku dan Youknow menyambut tamu dan mengobrol dengan tamu. Lalu aku bertemu dengan Hana dan Hani, Saudari tiri ku.
"Oh... Lihatlah siapa ini! Hani si pembully dan Hana si baik hati!" kataku.
"Oh... Hari... Lama tak bertemu ya!" kata Hana.
"Ha..Hari... Halo! Sudah lama ya!" Kata Hani.
Ya... Meskipun dulu mereka pernah berbuat jahat padaku, Tapi itukan masa lalu, Setidaknya sekarang aku sudah hidup bahagia bersama suami tampanku.
"Kalian udah nikah?" tanyaku.
"Aku sudah! Hanya Hani yang belum!" kata Hana.
"Aku... Sibuk bekerja!" Kata Hani.
"Ibu... Bagaimana kabarnya?" tanyaku.
"Ibu... Mengalami alzheimer, Dan ia sering tak ingat kepada kami!" kata Hani.
"Kasihan! Itu mungkin adalah karma untuknya karena sudah berbuat jahat padaku!" kataku.
"Maafkan kami yang dulu ya!" kata Hana.
"Hana, Kamu kan gak salah sih! Hanya Hani dan ibumu yang salah!" kataku.
"Ma.. Maafkan aku! Dan aku juga minta maaf untuk ibuku! Sepertinya kami beneran kena azab karena dulu menyiksamu!" kata Hani.
"Sudahlah! Masa lalu ya masa lalu, Sekarang lupakanlah semua itu, Aku juga sudah memaafkan kalian!" kataku.
"Te.. Terima kasih Hari!" kata Hani.
"Berhentilah memanggilku Hari! Namaku sekarang adalah Luna!" kataku.
"Baiklah!"
"Sekarang hiduplah menjadi orang yang lebih baik ya! Hani! Oke!" kataku.
"Iya!" jawabnya.
Aku pun meninggalkan Hana dan Hani, Dan pergi keluar ruangan.
Aku menatap langit yang sekarang adalah langit malam. Di penuhi banyak bintang dan bulan yang bersinar. Tak terasa semuanya akan segera berakhir. Balas dendam, Bahagia, Suka, Dan duka kini sudah ku alami dan aku juga sangat bahagia.
Youknow pun menghampiriku.
"Apa yang kau pikirkan sendirian di sini?" Tanyanya.
"Menatap bulan mengingatkanku pada saat pertama kali kita bertemu dan kamu memberikanku nama!" kataku.
"Ha... Tak kusangka kini akhir dari perjalanan kita!" kata Youknow.
"Meskipun Win tak bersama dengan kita, Tapi ia akan selalu berada di dalam hati dan ingatan kita! Aku akan merindukanmu setiap hari!" kataku.
Inilah akhir dari kisah kami, Akhirnya aku bisa melupakan kisah sedih masa kecilku dan tak memiliki dendam lagi, Balas dendam bukanlah segalanya. Bagiku menemukan kebahagiaan lebih penting dari pada balas dendam. Jangan habiskan waktu berharga mu untuk balas dendam, Karena belum tentu besok kamu akan hidup, Jadi carilah kebahagiaan dan temukanlah cinta sejatimu yang akan menjadi awal kebahagiaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...