
Aku pun keluar dari kamar rumah sakit dan pergi ke taman. Hari semakin terang dan fajar pun tiba.
Langit terlihat kuning agak Oren. Tiba-tiba saja aku teringat gadis masa kecilku itu.
Sebenarnya aku merindukannya. Aku ingin tahu semuanya tentangnya. Sebenarnya aku baru menyadarinya sekarang, Kalau gadis itu adalah cinta pertamaku.
Waktu pun berlalu dengan cepat. Pagi sudah tiba dan orang mulai Ranai berdatangan ke rumah sakit. Sudah berapa lama ya aku di sini?.
Aku melihat ke sekelilingku, Banyak sekali keluarga yang senang melihat anaknya sudah sembuh. Ada juga yang menangis melihat anaknya masuk ke dalam rumah sakit. Andaikan saja orang tuaku juga seperti itu ya.....
Keluarga bahagia, harmonis, Dan banyak tertawa.
Aku tak pernah tertawa seumur hidupku, Bahkan saat bersama temanku.
Yang kulakukan pagi ini hanya merenungkan kehidupan dan mengamati banyak keluarga.
Aku pun menutup mataku dengan perasaan gundah dan terpuruk. Dan tiba-tiba seseorang datang menghampiriku.
"Kita satu kamar kan?" Kata orang itu.
Saat ku buka mataku, Ternyata itu adalah gadis yang sekamar denganku.
Aku hanya mengangguk pelan.
Dan gadis itu terus berbicara seolah kami berdua dekat.
Dan saat ia bertanya tentang namaku, Saat itu aku menjawab pertanyaannya dan mengeluarkan suaraku.
"Youknow!"
"Nama kamu Yunow?"
Ternyata gadis ini pandai lawak ya. Aku hampir tertawa mendengar nada bicaranya yang tampak bingung.
"Namaku adalah bahasa Inggrisnya kau tahu!" jawabku lagi.
Gadis itu bengong selama 10 menit. Dan baru paham setelahnya. Ternyata ia adalah orang yang cukup lucu. Untuk pertama kalinya aku hampir tertawa karena nada bicara seseorang.
Mulai saat itu pun kami menjadi dekat. Dan ia jadi sering mengajakku mengobrol.
Karena kedekatan kami, Perasaan suka muncul di hatiku. Tampaknya aku jatuh hati pada gadis itu. Yang tampak ceria dan bersemangat.
Aku sangat iri padanya karena ia hilang ingatan. Sedangkan aku yang sering mencoba bunuh diri tak pernah berhasil dan tak pernah hilang ingatan seperti itu. Padahal aku sangat ingin Ingatanku ini hilang.
Semakin lama aku mengenalnya, Aku jadi semakin penasaran tentangnya.
Di suatu malam, Saat aku sedang meratapi bulan purnama yang indah. Saat itu aku teringat pada gadis kecil rumah terlantar itu. Gadis yang bernama Min Hari itu.
Aku ingat ia pernah bilang kalau ia ingin ingatannya hilang dan ia merasa sesak dengan kehidupan keluarganya yang hancur.
Menatap bulan selalu mengingatkanku pada gadis itu. Dan menatap gadis di sampingku juga mengingatkanku pada cinta pertamaku itu.
Gadis yang di sampingku ini, Yang awalnya diam. Tiba-tiba mengajakku mengobrol lagi. Ia bertanya kenapa aku menatapi bulan seperti itu.
Aku tiba-tiba merasa ingin memberikannya nama agar aku bisa mudah meyebut dirinya.
Karena bulan terlihat indah di malam itu, Dan gadis ini mengingatkanku pada cinta pertamaku. Aku memberikan nama padanya.
Yaitu Park Luna.
Sejak bertemu di rumah sakit. Awalnya ku pikir itu akan menjadi tempat terakhir aku akan bertemu dengannya. Ternyata kami tetap bertemu bahkan hampir setiap hari di sekolah. Ia juga lama-kelamaan ingat dengan masa lalunya.
Dan perasaanku terhadapnya mulai membesar dari suka menjadi cinta.
Yang paling mengejutkannya adalah...
Saat aku bertanya nama Luna yang dulu apa. Ia menjawab.
"Min Hari!"
Apakah ini takdir? Aku bertemu dengan cinta pertamaku dan memberikannya nama. Aku jatuh cinta pada cinta pertamaku.
Apakah kami memang sudah berjodoh.
Tapi aku agak sedih, Karena Luna tak mengingat aku yang dulu pernah diculik bersamanya dulu.
Kini, Kurasa kami akan menjadi pasangan yang paling bahagia di dunia ini, Karena Luna.. Sudah menikah denganku. Dan ia sudah memberikan kebahagiaan yang paling besar di dalam hidupku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...