My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 8 [ Rumah dan keluarga ]



Ayah mengajakku masuk ke dalam rumah. Ketika masuk kedalam Gerbang, Aku melihat halaman yang amat besar, mungkin sebesar lapangan Studio bola.


Banyak air mancur di tepi jalan rumah. sekeliling kami dipenuhi Bunga dan rumput hijau yang cantik. Padahal baru masuk di bagian halaman, tapi aku sudah merasa Seperti seorang putri di istana yang megah.


Kami pun sampai di depan pintu rumah. Pintu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, ternyata ada pelayan dari dalam yang membukanya. "Selamat datang tuan dan nona muda!" sapa para pelayan rumah. Mungkin sekitar ada 10 pelayan yang membuka pintu dan menyambut.


Lalu di susul Seorang wanita cantik nan rupawan datang dan menghampiri kami. Wanita itu melihatku dan langsung memelukku. Awalnya Ku pikir Wanita itu adalah kakakku yang tertua. soalnya ia wanita yang muda dan cantik. Tapi ternyata.....


"Putriku yang cantik sudah pulang! aku sudah menunggumu dari pukul 01:00 tadi saking ga sabarnya mau bertemu denganmu!" Kata wanita itu.


Ternyata Ia adalah Ibuku. Sungguh hal yang tidak terduga. Ayah dan ibuku adalah sepasang suami istri muda yang memiliki 4 anak. Sebenarnya mereka menikah di umur berapa sih?. Aku agak penasaran tentang keluargaku yang misterius ini.


"Saudara kembar mu Lion, Ia ada di kamarnya. Jika kamu mau bertemu dengannya.... akan ibu panggilkan!" Kata ibuku.


"Emh... Jangan repot-repot! Aku juga.... tidak mau mengganggunya!" kataku.


Lalu seorang pria tampan turun kebawah dan berkata.


"Ada apa ini?"


"Oh.... putra ketiga ku. tumben kamu turun kebawah? biasanya kamu selalu di kamar dan tidak mau turun ke bawah!" Kata ayah.


"Ketika keluargaku sedang merasa senang atau berduka, tentunya aku juga harus turun untuk ikut suka dan duka!" Katanya.


"By the way..... siapa gadis asing ini?" tanyanya.


"Saudara kembar mu Lion! Park Luna!" Jawab Ayah.


Ternyata pria tampan itu adalah saudara kembar ku. jujur saja ia dan aku memang agak mirip, hanya saja ia lelaki, dan aku perempuan.


"Oh! yang sering dibicarakan kak Layla itu ya!" katanya.


Ia tampak tak kaget. jujur saja ia terlihat seperti kebalikan ku. Aku yang barbar, tukang panik dan Bobrok, sedangkan Lion seorang yang tenang, sensitif dan pendiam. Sungguh perbedaan yang menarik.


"Jadi kau Luna ya! Aku Lion! senang bertemu denganmu! kakak!" katanya.


KAKAK? Perasaan kami kembar.... kok dia panggil aku kakak.


"Kakak? Aku kan saudari kembar mu?" tanyaku.


"Apa tidak ada yang beritahu kamu? Kamu lahir duluan! kita beda 10 menit. Itulah kenapa kamu yang hilang bukannya aku. Saat kamu lahir, kamu di culik dan dibawa kabur, mereka kira hanya kamu yang lahir, tapi aku juga lahir. Hanya saja.... aku Lahir 10 menit kemudian!" ceritanya.


"Jadi, aku dulu itu diculik ya!"


"Iya!" Katanya.


"Lion! antar kan saudarimu ke kamarnya dulu! baru kalian bisa mengobrol." kata ibu


"em.... ya.... sebenarnya aku juga males mengobrol!" kataku jujur.


"Ikuti aku!" katanya.


Aku pun mengikuti Lion ke lantai atas. kamarku berada di kamar kedua di depan kamar Lion. Kami sampai di depan pintu kamarku. Pintunya besar dan megah, Aku membuka pintu kamarku dan melihat ke dalam. Lion mengikuti di belakang. Kamarku sebesar Ruangan kelas. Dinding dan perabotan kamarku bewarna pink. tirai kasur dan lantainya berwarna putih. Entah kenapa saat melihat warna kamar ini aku merasa aman dan nyaman, kurasa... aku menyukai warna dan kamar ini.


"Bagaimana? kamu suka dengan kamarnya? Kalau warnanya terlalu norak, biar ku suruh pelayan untuk menggantinya!" kata Lion.


"Ah.... tidak! aku sangat menyukainya! Sangat sangat menyukainya!" kataku


"Berarti kamu suka warna merah muda! kalau aku suka warna merah." katanya.


"Jujur saja..... Kita ini mirip, tapi sifat kita berbeda!" kataku.


"Kalau kita sama! kurasa.... tidak akan seru!" katanya.


"Mh..... kalau kupikir-pikir..... Memang benar apa katamu!" kataku.


"Yasudah! aku akan pergi ke kamarku dulu! kamarku ada di depan kamarmu! sedangkan di samping kamarku adalah kamar adik kita! Leo, dan di samping kamarmu itu adalah kamarnya kak Layla yang dulu saat ia masih tinggal di rumah ini!" kata Lion.


"emangnya kak Layla sekarang tinggal dimana?" tanyaku.


"Di rumahnya! dia itu mandiri! si ga suka tinggal di rumah ortu dan lebih suka hidup mandiri!" katanya.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu ya, akan kubiarkan kau sendiri! aku tahu kamu butuh waktu untuk sendiri!" lanjutnya.


"iya!"


Lalu Lion pergi ke kamarnya. Kini tinggal aku seorang diri. Aku rebahkan tubuhku ke kasurku yang empuk dan lembut. Aku memikirkan tentang Youknow. Aku merindukannya! Apakah ia merindukan ku juga?


Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan membukanya. Ternyata Ibu yang membawa seragam sekolah.


"Eh? Ibu! Ada apa?" Tanyaku sambil memposisikan tubuhku menjadi duduk di kasur.


"Ini adalah seragam sekolahmu!" kata Ibu.


"Seragam sekolah?"


"Besok adalah hari pertama sekolah SMA! Ini adalah seragam sekolahmu!" kata Ibu.


"Hah? sekolah?"


Aku terdiam dan kaget karena tiba-tiba besok aku harus sekolah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...