My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 19 [ Kunjungan ke rumah musuh ]



Akhirnya waktu pulang sekolah pun tiba. Aku Pergi menuju ke depan gerbang dan dalam perjalanan aku tiba-tiba terpikir.


Kenapa aku bisa jadi manusia lagi? Ini aneh? Apakah nanti Aku akan berubah menjadi kucing lagi? Semoga saja tidak. Batinku.


Saat sampai di gerbang, aku melihat Hana dan Hani sedang menunggu, Aku Teringat ada janji pergi ke rumah mereka dan aku hampir saja melupakannya.


Aku pun menghampiri mereka berdua.


"Nungguin aku ya?" Sapa ku.


"Iya!" Kata Hana dengan senyuman manisnya.


"Sudahlah! Ayo kita pulang! Nanti ibu mengomel jika kita telat pulang!" Kata Hani.


Aku pun mengikuti mereka pulang menggunakan Bis Umum. Saat sampai di rumah, kepalaku tiba-tiba saja sakit dan pusing. Melihat rumah itu membuat kepalaku terasa sakit, Itu mungkin karena banyaknya kenangan di rumah itu yang belum aku ingat, Aku masih belum ingat Tentang Ayahku, begitu pula ibu pertamaku.


Kami sekarang berada di depan pintu rumah. Lalu pintu itu terbuka lebar dan muncullah wajah sangar dan mengerikan dari ibu tiriku itu.


Awalnya ia mau memarahi Hana dan Hani kerena pulang terlambat, Tapi saat matanya tertuju ke arahku, ia terdiam dan mematung, Lalu ia tersenyum sinis.


"Huh! Gadis ja*ang ini berani ke sini?" katanya.


"Huh! cara bicaramu masih saja kasar ya seperti dulu!" Kataku.


"Setelah menghilang selama 1 bulan lebih, Kamu jadi berani ya melawanku!" katanya.


"Ya... Buat apa coba aku takut sama Kamu! Dasar penyihir! Aku sudah bertemu dengan keluarga kandung aku, jadi.... Kalau kamu berani macem-macem sama aku, Akan ku pastikan kamu menderita seumur hidupmu, dan tidak akan kubiarkan jika kamu mau bunuh diri sebelum Tersiksa di dunia!" kataku.


Ia terdiam.


"Keluarga kandung? Huh, siapa yang mau menerima gadis tidak tahu diri seperti kamu ha! Kalau ada ku pastikan mereka adalah orang to*ol. Kamu pikir kamu anak bangsawan atau konglomerat gitu? Mimpi kamu ya!" Kata Penyihir itu.


Aku tertawa kecil.


"Hani... Beritahu wanita Ja*ang ini! siapa keluargaku! dan siapa aku sebenarnya!" kataku.


"I..Ibu... itu.."


"Apa! kenapa kamu gagap begitu? Gadis ja*ang ini sudah berani ya berbicara kasar padaku." Katanya sambil mengangkat tangannya dan mencoba memukulku.


Aku pun menahan tangan kotornya itu. dan aku tersenyum sinis mengejek dirinya.


"Hari... maksudku Luna, Adalah anak tuan Park, Park Jaemin. Bangsawan terkaya di korea! Dan ibu baru saja menghinanya dan bilang ia orang To*ol Karena sayang sama Luna!" Kata Hana.


"APA!" Kata wanita itu.


"Apa maksudmu ia anaknya tuan park!" kata Wanita itu.


"Awalnya aku juga ga percaya bu! tapi kata Lion ia adalah saudari kembarnya Lion. Lion adalah anak Laki-laki dari tuan Park, Orang yang aku dan Hani sukai!" kata Hana.


Ibunya menatapku tidak percaya.


"Itu... Mustahil!" Kata penyihir itu.


"Huh! Aku kesini untuk melihat kabarmu! Dan aku ke sini juga untuk mengancam hidupmu itu!" Kataku.


Wanita itu ketakutan mendengar ancaman ku. Lalu ia tersenyum Sinis dengan perasaan takut.


"Huh! Kenapa aku harus takut padamu! apa yang bisa dilakukan oleh anak kecil seperti..." Tiba-tiba wanita itu diam.


"Ibu tampaknya lupa! Hari Memiliki ban hitam Taekwondo. Dan ban hitam Karate. Ia pernah mengikuti olimpiade dan mendapatkan Medali emas! Apa yang sedang ibu pikirkan! Ibu pikir Hari adalah gadis yang Tidak berani melawan? kini ia sudah berani! sekarang apa yang ingin ibu lakukan?" Banyak Hana Tiba-tiba.


"Ha..Hana!" kata ibunya.


Hana adalah orang yang lembut dan baik. Untuk pertama kalinya Hana membentak ibunya sendiri, Biasanya ia tidak ikut campur dan hanya diam.


"Hei Hana! kenapa kau membentak ibu!" Kata Hani.


"Diamlah Hani! Aku juga sudah muak dengan sikap kasar kalian pada Hari yang baik! Padahal ia sudah sangat baik dengan sabar menghadapi kalian berdua! Padahal dia bisa saja memberi kalian pelajaran dengan ilmu bela dirinya! Kalian berdua sudah cukup keterlaluan! Bisakah tinggal minta maaf saja! Walaupun Hari tidak mau memaafkan setidaknya kalian sudah menyesal! Apa kalian bukan manusia? Dasar Biadab!" Kata Hana.


Aku pun ikutan kaget dengan kata-Kata Hana. Ia baru saja menyebut ibu dan adiknya biadab.


"Hana.."


"Diam ibu! Aku tidak mau mendengarkan ibu!" kata Hana.


"Sudahlah Hana! Jangan membentak ibumu seperti itu! Akulah yang pantas memarahi mereka!" kataku.


"Ba..baiklah!" Kata Hana.


"Ibu.. Hani, Ini ancaman terakhirku! Jik kalian berdua belum meninggalkan rumah ini! Aku akan Mengusir kalian dengan biadab!" Kataku.


"Baiklah! sekarang aku pamit pergi! Aku akan memberikan kalian waktu untuk berkemas selama 1 bulan, Itu sudah sangat lama, Bersyukurlah aku beri waktu segitu, Untung aku masih punya hati, Kalau tidak, sekaranglah aku akan Mengusir kalian!" Lanjut ku.


Aku pun pergi dari rumah itu, Saat di luar, aku lupa aku ke sini menggunakan Bis. Tepaksa aku harus menunggu Bis di halte bis.


Aku duduk dengan tenang tanpa gangguan. Lalu seseorang datang dan tampaknya menunggu bis juga, Seorang yang seumuran denganku, Saat aku melihat wajahnya... Betapa kagetnya aku, Ternyata itu Yoon Taemin. Cinta pertamaku yang sangat menyakitkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...