
Aku bangun pagi tepat pukul 05:00 Aku di bantu oleh alarm untuk bangun dari tidur. Aku bangkit dari kasur dan aku berjalan dengan oleng, Aku masih dalam keadaan setengah sadar, Aku pergi ke kamar mandi dan mengaca. Aku sudah kembali normal, Tak ada telinga dan ekor kucing lagi. Aku pun merasa senang kegirangan.
Aku mandi dan menggunakan seragam sekolah, Lalu aku pergi ke ruang makan dan duduk di meja makan, Lion dan Leon kaget melihat ekor dan telinga kucingku sudah menghilang.
"Cepat sekali hilangnya." kata Leon.
"Iya dong! Aku kan hebat!" kataku.
"Syukurlah cepat hilang! Dari pada kamu terus menerus jadi siluman kucing, kamu pasti bakal ga sekolah terus!" kata Lion.
"Aku juga kangen banget sama sekolah!" Kataku.
Makanan pun siap. Aku dan adik-adikku pun sarapan dan lalu berangkat ke sekolah bersama-sama.
Sampai ku di sekolah, aku langsung bertemu dengan Mina.
"Yo! Mina" Kataku.
"Luna! Aku sangat kangen sama kamu! kamu kenapa ga sekolah kemarin?" tanya Mina.
"Oh.. itu.."
"Dia sakit!" Kata Lion.
"Oh.. begitu!" Kata Mina.
Aku menatap mereka berdua.
"Mina! Kamu ke kelas bareng sama Lion aja!" Kataku.
Lion menatapku dengan tertekan.
"A.. apa! Tidak usah! Aku bisa pergi sendiri!" kata Mina.
"Tidak apa! kelas kita kan sama!" Kata Lion.
"Oh.. Benarkah?"
"Iya! Tidak apa! Kalau begitu kami duluan ya Luna!" Kata Lion.
Mereka pun pergi bersama-sama.
Aku juga pergi ke kelasku sendirian.
Lion dan Mina sampai di kelas dan dilihat oleh banyak orang.
"Hei! Lihat! Si cupu sedang mendekati Tuan Park yang tampan!" Sindiran anak kelas 10-3.
Mina hanya diam mendengar Sindiran para wanita yang iri.
Lion menatapnya dengan Kasihan.
"Kau harus kuat! Jangan dengarkan kata orang lain!" Kata Lion.
"Aku memang tidak peduli pada mereka! Walaupun sakit aku sudah terbiasa!" Kata Mina.
Lion menatapnya dengan Bangga.
"Menurutku kmu cantik! Tapi jangan salah paham! Aku bilang begitu bukan karena aku suka sama kamu!" kata Lion.
Mina tersenyum senang mendengar Lion memuji dirinya.
Mina pun duduk di bangku kursinya. Kursi Mina dan Lion sangat Jauh, Kursi Mina Berada di Samping pintu masuk belakang, Sedangkan Lion berada di ujung dekat dengan Jendela.
Mina menatap Lion dengan tatapan penuh cinta.
Lalu ada seorang gadis dari kelas sebelah datang dan menghampiri Lion. Ia membawa sekotak coklat dan sebuah surat.
"Lion! Ini untukmu!" Kata gadis itu.
Lion hanya diam menatapnya dengan bingung.
"Di baca nanti ya!" Kata gadis itu lalu ia kabur.
Lion menatap kotak coklat dengan surat di atasnya. I sudah biasa mendapatkan hal yang seperti itu, Ia benar-benar sudah bosan memakan coklat yang diberi untuknya.
Lion pun pergi menghampiri Mina. Mina panik dan sok cool.
"Ini! Untukmu!" kata Lion.
"Hah?"
"Aku sudah sering makan coklat! aku ga mau gigiku jadi rusak! kamu jarang makan coklat kan! Makanlah ini!" Kata Lion.
Mina terdiam dan menerima coklat dari Lion.
Sekarang beralih kepadaku yang sampai di kelasku. Aku langsung di hampiri Oleh Youknow.
Aku terdiam karena kaget dengan kehadiran Youknow. Entah kenapa melihat Youknow yang sangat dekat denganku membuat jantungku berdebar-debar.
"Ada apa? kenapa kamu diam?" tanya Youknow.
"Itu.... Kemarin kutukan ku kambuh!" kataku.
"Kucing itu ya?" tanyanya.
"Iya!" Balasku.
Aku pun masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku ku.
Youknow menghampiriku dan duduk di bangkunya yang tepat di depanku. Ia duduk sambil menghadap padaku.
"Kenapa sikapmu agak lain padaku?" tanyanya.
Kamu pake nanya lagi! Aku tu ga bisa nengok muka ganteng mu itu! Jantung ku ga aman tau! Batinku.
"A.. aku... Itu.."
"Kenapa belakangan ini kamu canggung di dekatku?" tanya Youknow.
"Ga ada! apa maksudmu! aku gak canggung kok!" kataku.
"Hm...."
"Beneran!" kataku.
Youknow. menaruh punggung tangannya pada keningku.
"Kamu sakit ya?" tanyanya.
Wajahku memerah, dan jantungku rasanya mau copot.
"Apaan sih!" kataku sambil menepis tangannya.
"Kamu kenapa sih? Belakangan ini agak lain sama aku?" tanya Youknow.
Ni cowok ngapa ga peka banget sih! Aku kalau dekat sama kamu tu jantung aku ga aman! Batinku.
"Aku cuma mau menjaga sedikit jarak darimu! kalau kita sering deket begini orang-orang akan mengira kita pacaran!" kataku.
"Ya... Ga usah peduli kata orang! kan kita ga pacaran!" kata Youknow.
Aku terdiam. Lalu tiba-tiba bel masuk berbunyi. Kami pun masuk dan belajar Matematika. Setelah 2 jam masuk pelajaran yang paling aku benci itu, Bel keluar berbunyi dan aku langsung pergi ke tempat yang aku sukai. yaitu perpustakaan. Sedangkan teman-temanku semuanya pada ke kantin.
Aku berlari menuju perpustakaan dan sampai di depan pintunya, lalu aku masuk ke dalam.
Aku langsung menuju ke rak buku tempatnya buku novel Romantis.
Saat sampai di rak tersebut aku melihat ada Youknow sedang mengambil buku dan ia menatapku juga.
"You.. Youknow." Gumam ku.
"Luna, Kamu juga mau membaca buku?" tanyanya.
Aku menghampirinya. Dan melihat buku yang ia ambil. Itu adalah buku novel Yang akan aku cari dan ingin ku baca.
Aku menatap buku novel tersebut.
"Kamu mau buku ini?" tanyanya.
"I..iya!" Kataku.
Ia memberikan bukunya padaku. Lalu ia pergi dengan buku yang banyak di tangannya. Dan ia duduk di bangku perpustakaan. Aku pun menghampirinya dan duduk di depannya.
kami membaca dengan posisi berhadapan. Aku membaca dengan serius. Saat ini kami berdua masuk ke dalam suasana serius membaca.
Hingga bel masuk berbunyi. Aku langsung bangkit dan mau menaruh buku ku di tempatnya kembali. Saat mau menaruhnya. Di rak bawah tidak ada tempat yang kosong, jadi terpaksa aku harus menaruh buku itu di rak yang atas. Tapi aku tidak sampai karena aku pendek, aku pun berjinjit dan berusaha keras untuk menaruh buku itu. Tapi rasanya sangat sia-sia, Kenapa aku pendek sekali.
Saat aku sedang kelelahan karena berjinjit, tiba-tiba seseorang datang di belakangku dan meraba tanganku, Ia mengambil buku itu dan menaruhnya di rak atas. Aku kaget dan langsung menoleh ke belakang, Ternyata Youknow yang membantuku menaruh buku tersebut. Sekarang kami sedang dalam posisi berhadapan dan saling menatap dengan canggung.
Wajahku memerah dan aku mengalihkan pandanganku. Sedangkan Youknow terus saja menatapku tanpa henti.
Youknow tepat berada di depanku dan aku berada di antara dua tangannya yang bersandar pada rak buku.
"Aku harus pergi!" kataku.
Youknow langsung menyingkir dan membiarkanku pergi tanpa mengatakan sepatah kata.
Aku pun pergi ke kelas dengan di ikuti oleh Youknow. Dan akhirnya aku sampai di kelas bersama Youknow.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...