
Namaku Lee Hyungseok. Aku adalah seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Sejak kecil aku selalu di ganggu dan di bully oleh teman seumuran ku. Bahkan kakak kelas ada yang suka menggangguku.
Aku yang sejak awal lemah tidak bisa berbuat apa-apa dan menjadi babu orang yang kuat.
Semua orang suka melecehkan ku dan meremehkan ku, Tak ada yang mau berbuat baik padaku.
Saat aku sudah kelas 4 SD, Aku mulai tertarik dengan ilmu bela diri. Aku pun mulai ikut karate, Taekwondo dan judo. Aku menguasai semua itu dalam setahun. Dan mendapatkan sabuk tertinggi dari ilmu bela diri tersebut.
Selain belajar 3 ilmu bela diri itu, Aku juga mulai mengikuti Muay Thai, systema, Dan lain-lain. Aku bekerja dan mengumpulkan uang untuk belajar bela diri.
Dan semakin lama aku semakin kuat, Akan tetapi aku tetap lemah saat bertemu teman-temanku. Aku sama sekali tak bisa melawan karena mentalku.
Rasanya percuma, Aku sudah berjuang selama ini mempelajari ilmu bela diri. Memang fisikku semakin kuat, Tapi mentalku tetap saja lemah. Padahal sejak awal saat ikut ilmu bela diri, Aku sudah di ajari untuk menguatkan mental. Tapi aku gagal karena mentalku ini sangatlah lemah.
Kini aku sudah SMP. Aku masih saja sama seperti dulu, Lemah dan tak berdaya. Aku mungkin kuat tapi aku tak pernah menggunakan kekerasan.
Sampai kini aku selalu di bully dan di ganggu oleh anak-anak lain.
Sampai suatu saat, Aku bertemu dengan seorang wanita yang amat cantik. Wanita itu bernama Sena.
Kami bertemu untuk pertama kalinya di sebuah gang kecil, Saat aku sedang di bully oleh teman-temanku. Saat aku sudah terpuruk kesakitan tak bisa berdiri lagi, Sena datang dan menghajar para pembully itu.
Sena adalah gadis yang sangat kuat. Karena keberaniannya dan kekuatannya itu, Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.
"Kau tak apa?" tanyanya dengan suara yang lembut.
"I..Iya!"
"Kenapa kau mau dipukuli seperti itu? Bodoh! Kau kan jadi terluka!" Katanya sambil menjulurkan tangannya.
Aku menerima tangannya dan ia membantuku berdiri.
"Terima kasih karena sudah menolongku!" Kataku.
"Hei! Belajarlah ilmu bela diri ya! Dan lindungi dirimu sendiri! Setelah belajar, Ingatlah kata-kataku ini! Ilmu bela diri untuk melindungi diri! Bukan untuk membalaskan dendam!" Kata Sena.
"Aku sudah belajar ilmu bela diri kok!" Jawabku.
"Bohong! Kalau ikut kenapa kau lemah sekali?" Tanyanya.
"Bahkan bukan hanya satu! Aku ikut taekwondo, Judo, Karate, Muat Thai, silat, Dan lain-lain!" Kataku.
"Kau pasti bercanda!"
"Lalu, Kenapa kau masih lemah?" Tanyanya.
"Karena mentalku yang lemah! Aku masih takut untuk menggunakan ilmu bela diriku untuk melawan. Aku tak berani melukai orang lain!" Kataku.
"Wah... Begitu ya! Gimana kalau kamu belajar denganku! Aku ini pandai melukai orang tanpa ragu!" Kata Sena.
Aku tertawa kecil mendengarnya.
"Hah! Aku bisa melihatnya tadi!" Kataku.
"Ya.. Aku gak suka ketidak adilan! Jujur saja aku sangat benci berandalan seperti mereka! Melihat mereka mengingatkan aku dengan kakakku yang suka mengganggu orang lain!" Katanya.
"Kamu punya kakak laki-laki?" Tanyaku.
"Iya! Dia itu sangat menyebalkan dan kuat! Dia suka sekali mengganggu anak yang lemah dan tak berdaya! Aku sangat benci dengan sikapnya itu! Padahal dulu ia adalah anak yang baik!" Katanya.
"Oh.. Mungkin karena masa lalunya, Ia jadi berubah!" Kataku.
Sena menatapku dengan tajam.
"Ada apa?"
"Kalau kulihat-lihat lagi... Kamu itu lumayan tampan ya!" Katanya.
Aku pun langsung mengalihkan pandanganku ke arah lain dan wajahku memerah.
"Apaan sih!" Kataku.
"Hahaha.. Oh iya! Namaku Sena ya! Sena RoyalGold! Aku kelas 1 SMP!" Katanya.
"Oh! Iya! Kita belum kenalan ya! Namaku Lee Hyungseok! Aku kelas 2 SMP!" Jawabku.
"Wah! Kita beda 1 tahun!" Katanya bersemangat.
"Iya! Padahal kita baru pertama kali bertemu, Tapi kita langsung berbicara santai dan akrab, Rasanya aneh ya!" Kataku.
"Mungkin karena aku merasa nyaman denganmu!" Katanya.
Sejak saat itu aku dan Sena mulai semakin akrab dan sering bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...