My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 25 [ berbagi rahasia ]



Win dan aku sudah berada di dalam hutan selama 6 jam, Aku membaca buku dengan tenang sedangkan Win entah sedang apa, Tapi ku rasa ia sedang menatapku dengan diam-diam, Ia meminjam buku ku dengan alasan mau membacanya, Tapi ternyata buku itu untuk alasan saja, Ia menggunakan buku itu untuk menutupi kalau dia sedang mengamati ku.


"Apa yang kau lihat?" Tanyaku tanpa berpaling dari buku ku.


Win tampak kaget.


"Aku... Aku membaca kok!" katanya.


"Hm... Membaca ya!" Kataku sambil tersenyum.


"Emang ngapain lagi?" tanyanya.


"Aku tau kamu diam-diam mengintip di balik buku mu itu!" Kataku.


"Huh! Apa maksudmu!" katanya mengelak.


Aku tersenyum tanpa mengalihkan pandangan dari buku.


"Kamu memiliki konsentrasi membaca yang bagus, Mirip seperti Youknow...." Ia terdiam.


"Apa?"


"Ga ada!" Katanya.


"Kamu bilang aku mirip Youknow? Kamu tau dari mana? Apa sebelumnya kalian dekat?" tanyaku.


"Apa maksudmu?" katanya tanpa berani menatap mataku.


"Jujur saja!" kataku.


Win menatapku, Lalu ia akhirnya cerita padaku.


"Saat SMP kami adalah sahabat dekat. tapi untuk sebuah alasan yang kecil, Aku marah padanya dan kami berkelahi, sejak saat itu kami mulai bermusuhan dan tidak pernah berbaikan!" kata Win.


"Jadi itu semua salahmu? karena apa?" tanyaku.


"Aku pikir Youknow lah yang menyebar rumor bahwa aku adalah anak tidak sah. Tapi setelah kami berkelahi... ternyata bukan dia!" Kata Win.


"Kenapa kamu berpikir itu dia?" tanyaku.


Win menatapku dengan tertekan, Ia tampaknya tidak ingin menceritakannya.


Jadi aku menebak-nebak.


"Apa karena hanya Youknow yang tahu kalau kamu adalah anak tidak sah?" tanyaku.


Win mengangguk. Ternyata itu masalah mereka. Tapi mereka berdua sama-sama gengsi untuk berbaikan, dan tampaknya Youknow juga sudah sangat membenci Win, karena Win menuduhnya yang tidak-tidak.


"Mungkinkah Youknow membencimu saat ini?" Tanyaku.


"Mungkin saja!" Kata Win.


"Aku juga berpikir demikian, Tapi Youknow bukanlah seorang pembenci, Terkadang ia orang yang ramah dan baik, ia juga seorang yang pemaaf, Sebaiknya kamu lah yang duluan minta maaf padanya! kan kamu yang berbuat salah!" kataku.


"Aku gengsi tau!" kata Win.


"Gengsi aja yang kamu pikirkan! Berbaikan lah! jangan gengsi-gengsi!" Kataku.


"Huh! Rasaku Youknow pasti ga akan memaafkan ku! Ya kali dia mau memaafkan ku! Setelah apa yang ku perbuat padanya!" Kata Win.


Aku menatapnya dengan Kesal.


"Youknow bukan orang pendendam. ia mungkin saja sudah lama memaafkan mu! Minta maaf saja!" Kataku.


"Huh... Baiklah! Aku akan minta maaf!" Kata Win.


Waktu berjalan dengan cepat dan tanpa kami sadari sekarang sudah Sore. Sekolah sudah pulang sekarang.


Aku melihat ponselku dan sudah pukul 17:30. Aku juga mendapat pesan dari Lion untuk segera pulang.


"Win! Aku harus pulang sekarang! Aku baru saja mendapat pesan untuk segera pulang oleh Lion." Kataku.


"Baiklah! Pulang saja duluan! Jangan hiraukan aku, setelah ini aku punya pekerjaan untuk mencuri permata langka di rumah Park min young, Mafia terkejam Tanpa ampun!" Kata Win.


"Oh... Hebat! Semoga berhasil! Aku pulang dulu ya... Bye..." Kataku.


Aku pun berlari dari hutan dan pulang tanpa di lihat oleh orang lain. Aku pulang dengan selamat dengan penampilan mirip kucingku ini.


"Aku pulang!" Kataku.


di ruang keluarga Ada Lion, Leon dan Bahkan kak Layla pun juga ada.


"Wah.. Luna! Kenapa kamu ada telinga kucing?" Tanya kak Layla.


"Aku kena kutukan turun-temurun keluarga kita! karena pulang setelah tengah malam saat pesta dansa!" kataku.


"Mampus!" Kata Leon.


Aku menatap kesal pada Leon.


"Yah... Kasihan sekali kamu! Tapi jujur kamu kelihatan imut dengan telinga kucing itu!" Kata kak Layla.


"Terima kasih!" kataku.


"By The Way. Kamu dari mana?" tanya Lion.


"Dari hutan! Membaca Buku!" Jawabku.


"Hobi mu itu membaca kan? Pantas aja di kamarmu seperti perpustakaan!" Kata Kak Layla.


"Aku meminta tolong pada ibu untuk membeli buku dan tak buku yang besar seperti di perpustakaan. Aku suka perpustakaan. Ada banyak buku dan ada bau buku baru dan lama. Melihat banyak buku menghilangkan stress ku." Kataku.


"Kalau aku melihat banyak buku hanya membuatku menjadi semakin stress saja!" Kata Leon.


"Aku juga suka membaca buku!" Kata Lion.


"Mungkin karena kita kembar!" kataku.


"Iya mungkin!" Kata Lion.


Aku pun duduk di sofa dan menaruh tas ku di atas meja.


"Ada acara apa ini? sampai menyuruhku pulang cepat?" Tanyaku.


"Ga ada! Kita hanya berkumpul sebagai 4 bersaudara di keluarga Park." Kata Lion.


"Dan untuk Menyambut kepulangan adik bungsu kita!" Kata kak Layla.


Kak Layla mengambil sesuatu di dapur, dan ternyata itu adalah kue sambutan dari kak Layla untuk Leon.


"Selamat datang kembali adik bungsu!" Kata kak Layla.


"Terima kasih kakakku sayang!" Kata Leon.


Lion Pun mengeluarkan jajanan dan menaruhnya di atas meja. Kami makan dengan bersama sebagai saudara yang baik dan bahagia. Aku merasa bersyukur memiliki mereka sebagai saudaraku. Dengan kehadiran mereka, aku merasa menjadi orang yang sangat kuat. Setelah pesta kembalinya Leon. Kami pergi ke kamar masing-masing dn tidur. aku tidur dalam keadaan setengah kucing. dan menunggu hari esok agar kembali normal lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...