My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 27 [ Berkemah di hutan ]



Sesampai kami di kelas. Guru juga datang dan mengumumkan sebuah pengumuman.


"Hai semuanya! Ibu akan menyampaikan sebuah pengumuman yang seru nih! Besok! Kita akan mengadakan Acara kemah di hutan bersama-sama! Dan acara ini semua murid wajib datang! tenang aja! Acara ini tidak memungut biaya! dan sepenuhnya gratis!" Kata Bu Park.


Semua murid bersorak kegirangan, kecuali aku, Win dan Youknow.


Ya... Kami bertiga sebenarnya senang, Cuma gak mau terlihat kekanakan aja. Biar terlihat lebih dewasa.


Bu Park pun keluar kelas dan bel pulang pun berbunyi.


Semua murid keluar dari ruang kelas. Begitu pula aku, kini di dalam hany ada Win dan Youknow.


"Jaehyun!"


"Kenapa?" tanya Youknow.


"Maafkan aku ya!" kata Win.


"Aku sudah memaafkan mu kok! tenang aja!" katanya.


Win kaget.


"Aku bukan pendendam tau! kamu kaya gak kenal aku aja!" kata Youknow.


"Iya! Terima kasih karena memaafkan aku!" kata Win.


"By The Way. Kenapa saat hari pertama sekolah SMA, kamu berpura-pura gak kenal aku, dan kita harus berkenalan diri ulang di depan Luna? Kita kan udah lama saling kenal! kenapa harus kenalan lagi?" tanya Youknow.


"Itu... Luna kan gak tau kalau kita dulu sahabat! Dan kamu juga saat hari pertama itu Sering melihatku seperti orang asing!" kata Win.


"Oh... Begitu!" Kata Youknow.


"Kalau begitu kita Damai kan?" tanya Win.


"Yoi!" Kata Youknow.


Mereka pun berbaikan dan pulang bersama.


Sedangkan aku sudah sampai di rumah dan langsung memberitahu ayahku kalau aku akan pergi berkemah dan itu wajib.


"Kamu akan masuk ke dlm hutan!" Kata ayah.


"Iya!"


"Hati-hati sama anak laki-laki ya! mereka itu adalah binatang buas! jika ada yang mendekatimu! Banting aja dengan ilmu taekwondo-mu itu!" kata ayah.


"Oke!" kataku.


"Lion mana? kenapa dia belum pulang?" tanya ayah.


"Hah? Lion belum pulang?".


Lion ternyata pergi mengantar Mina pulang,


"Kenapa kamu repot-repot mengantarku pulang?" Tanya Mina.


"Sekarang ini udah agak sore! Gak baik bagi seorang perempuan pulang sendiri!" kata Lion.


"Kamu sungguh perhatian ya! Di sekolah kamu sangat dingin dan cool, tapi di luar kamu sangat hangat dan perhatian!" kata Mina.


"Rasaku aku biasa-biasa aja!" kata Lion.


"Aku... Tidak pernah berteman sebelumnya! Luna adalah sahabat pertamaku! Sebelumnya aku selalu di bully dan di ejek! tidak ada yang mau berteman denganku! Tapi sekarang aku ada Luna dan kamu!" kata Mina.


"Kmu ternyata memiliki kisah di sekolah yang menyedihkan ya!" kata Lion.


Mereka pun sampai di rumah Mina. Rumahnya besar dan megah.


"Ini rumahmu ya?" tanya Lion.


"Bukan!" Kata Mina.


"Lah, Jadi.. Ini rumah siapa?" tanya Lion lagi.


"Ini rumah kedua orang tuaku! Aku belum punya rumah!" kata Mina.


Lion pun tertawa mendengar kata-kata dari Mina.


"Kenapa? Apa yang lucu?" tanya Mina.


"Kata-katamu itu lucu buatku!" kata Lion.


"Kata-kata?"


"Gak salah sih yang kamu bilang! Itu emang rumah ortu kamu, buka rumah kamu!" kata Lion.


"Kalau aku dipikir-pikir lagi emang lucu sih!" kata Mina.


"Haduh.... kamu ini orangnya Lucu juga ya!" kata Lion.


Mina Baper mendengar perkataan Lion.


Sekarang ini mereka sedang saling berpandangan. Suasana pun menjadi canggung.


"Ka.. kalau sudah selesai, aku masuk ke dalam rumah dulu ya! Sampai jumpa besok! Saat berkemah!" kata Mina.


Lalu Mina masuk ke dalam dan meninggalkan Lion. Lion pun pulang ke rumah dan saat sampai ia dikagetkan olehku yang berada di depan pintu.


"Dari mana kau?" tanyaku.


"Mengantar sahabatmu!" kata Lion.


"Mina?"


"Iya!"


Aku baper. Pasti Mina merasa senang di antar pulang oleh orang yang ia sukai.


"Apa kamu menyukai Mina?" tanyaku.


Lion terdiam. Dari ekspresinya, Ia sepertinya bingung dengan perasaannya sendiri.


"Entahlah!" katanya


"Aku lelah! Aku mau ke kamar!" kata Lion.


Aku membiarkan dia pergi, dan aku juga pergi ke kamarku.


Aku mengemas bajuku untuk besok. Lalu aku pergi tidur.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pagi pun tiba. Aku bangun dari tidur dengan semangat api membara. Aku langsung pergi mandi dan menggunakan baju yang cantik.


Aku langsung turun ke bawah dan pergi ke dapur, menyiapkan bekal, dan pergi ke meja makan untuk sarapan.


Lion dan Leon sudah makan duluan tanpa menunggu diriku.


Aku pun ikut makan dan yang selesai duluan adalah Leon.


"Huh! aku kenyang!" Katanya.


Lalu ia menatap aku dan Lion yang sedang makan.


"Aku iri dengan kalian! Andai saja aku sudah SMA, Menjadi anak SMP itu agak membosankan!" katanya.


Aku hanya diam dan fokus makan makananku.


Lion sudah selesai makan juga.


"SMA tidak selalu menyenangkan!" Kata Lion.


Aku pun selesai makan.


"Hah! akhirnya selesai!" kataku.


"Apanya yang ga menyenangkan?" tanya Leon.


"Terkadang teman-teman itu bertingkah menyebalkan! ku kangen masa-masa SMP ku!" kata Lion.


Aku menyimak percakapan dua pria tersebut.


"Aku malah bosan SMP terus! lagian kita berdua kan beda! pendapat orang lain itu kan beda!" kata Leon.


Sudahlah.. mereka akan berdebat sebentar lagi.


"Aku Kan cuma kasih tau kalau SMA menurutku itu tidak terlalu menyenangkan! bagiku semua yang kami lakukan itu terlalu kekanakan!" hardik Lion.


"Yah kan itu pendapat kamu! kalau pendapatku kan SMA itu menyenangkan!" Balasan Leon.


"SUDAHLAH! INI KAN MEJA MAKAN! KENAPA KALIAN MALAH BERDEBAT DI SINI!" Teriak ibu.


Mereka berdua pun terdiam.


sedangkan aku menyimak mereka di marahi.


Saat menyimak keluargaku saling berdebat dan dimarahi. aku merasakan perasaan senang dan nyaman. Apakah ini yang sering dirasakan oleh orang-orang yang memiliki keluarga kandung? Aku kini benar-benar nyaman bersama keluarga asliku. Mereka selalu membuatku bahagia dan selalu ada di sisiku. Aku sangat bersyukur karena dapat menemukan keluarga asliku.


Sekarang sudah jam 08:00. Aku dan Lion sudah hampir terlambat untuk pergi berkemah.


Aku pun pergi keluar duluan dan disusul oleh Lion.


Kami berangkat dan lalu sampai di sekolah tepat waktu.


Aku melihat Mina sudah menungguku, begitu pula Win dan Youknow.


"Ya ampun! aku khawatir kalian berdua tidak akan datang tadi!" kata Mina Saat aku sudah dekat dengannya.


"Hei Lion! Ku pikir kamu akan terlambat!" kata Youknow.


"Ga akan selama ada Luna!" kata Lion.


Tunggu dulu! sejak kapa mereka berdua akrab?


"Hei! sejak kapan kalian jadi akrab Daan mengobrol begitu?" tanyaku.


"Oh Luna, Aku lupa memberitahumu ya. Win dan Youknow adalah sahabat ku sejak TK. Kami sudah lama saling kenal, hanya saja Karena kasus Win dan Youknow waktu itu... Kami jadi jarang bersama dan tidak akrab lagi. Tapi saat aku melihat Youknow dan Win tampaknya sudah akrab lagi... Aku ikutan akrab juga, agar persahabatan kami kembali seperti dahulu!" kata Lion.


Aku kaget saat mendengar cerita dari Lion, selama ini saat melihat mereka bertemu, aku seperti sedang melihat orang asing saling bertemu. Aku sama sekali tidak menduga kalau mereka bertiga itu sebenarnya bersahabat.


"Anak-anak! apa yang kalian lakukan? ayo masuk bis perjalanan! kita akan berangkat!" kata Bu Park.


kami pun masuk ke dalam bis kami masing-masing, bis aku dan Mina berbeda, karena kelas kami berbeda. Satu bis satu kelas.


Bis pun berjalan dan kami semua bernyanyi lagu berkemah dalam perjalanan. Aku tidak ikut bernyanyi karena aku ingin menghemat suaraku untuk ajang bakat pada malam hari besok. Aku mengamati pemandangan dalam perjalanan kami. di sampingku ada Kim Minji, gadis pendiam yang dikenal agak aneh.


Aku memandangi gadis itu, Ia menundukkan kepalanya sambil mendengarkan musik.


Aku tidak ingin mengganggunya dan melanjutkan mengagumi keindahan alam.


Akhirnya kami pun sampai di tempat berkemah, Kami berkemah di Seoul grand Park natural campground.


Kami di suruh untuk memasang tenda sesuai regu kami, tapi sebelumnya kami di suruh mengambil kertas dalam kotak untuk membagi regu. Dan anggota regu bisa saja dari kelas lain.


Aku satu regu dengan Park Mina, Kim Minji, song Lina, dan Min Hana.


Di reguku yang membuat tenda adalah Lina, Hana, dan Mina, Sedangkan aku dan Minji Menyiapkan Barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam tenda, Aku dan Minji pun pergi ke hutan untuk mencari dahan kayu untuk membuat rak sepatu. Hanya kami berdua yang ada di hutan, Sekarang ini sudah sore dan hari sudah hampir gelap.


"Apa kau sudah mendapatkan banyak? kita butuh banyak untuk membuat rak sepatu kita!" kataku.


Ia mengangguk. Aku melihat dahan kayu yang ia tenteng. Sudah cukup banyak dan bila di bandingkan dengan yang aku bawa. cukuplah untuk membuat rak sepatu. Kami pun pergi dari hutan tersebut, Tapi Saat mau pulang, Aku lupa jalan mana yang kami ambil tadi.


"Hei, Minji! Apa kamu ingat kita tadi lewat mana?" tanyaku.


Ia menggeleng, Aku pun langsung panik.


"Sial! kita tersesat! Hah! Benar-benar menjengkelkan!" gumam ku.


Minji hanya diam dan terus saja menundukkan kepalanya, Karena ia sering begitu, tidak pernah ada yang tau dengan wajahnya itu, Rambutnya selalu menutupi wajahnya dan sekarang ini ia terlihat seperti hantu yang gentayangan.


Aku benar-benar merasa ketakutan. Apa yang harus kami lakukan sekarang?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...