
Aku menjadi kucing karena kesalahanku sendiri, Sungguh hal yang merepotkan dan menjengkelkan. Pak supir melihat Ke bangku belakang dan kaget melihatku tidak ada. Aku menatap pak supir yang terlihat seperti raksasa.
"Miao" kataku yang berusaha memanggil pak supir.
Pak supir menatapku dan kaget.
"Bagaimana kucing kecil seperti dirimu bisa Masuk ke dalam?" katanya dengan nada lembut.
Lalu ia keluar dan mengambilku, Ia mengangkat ku dan menaruh ku di Tangga Yang ku turuni tadi. Lalu ia masih menungguku dengan setianya.
"Miao, Miao" Kataku.
Aku terus mengeong tanpa berhenti, lalu beberapa menit kemudian seorang pria datang Dan duduk di sebelahku, Ternyata itu Youknow.
Ia duduk dan menatap sepatu kacaku yang terlepas tadi, Wajahnya terlihat amat sedih. Aku merasa tak tega melihatnya begitu.
Aku pun menghampirinya.
"Miao, Miao, miao"
Ia kaget dan menatapku, lalu ia tersenyum dan mengangkat ku.
"Kucing hitam yang comel! Hello! Dari mana kamu berasal?" katanya.
"Miao, Miao, miao"
Ia memelukku dan mengelus ku, entah kenapa rasanya nyaman dan hangat. dan ada suara yang keluar dari tubuhku, yang biasanya di keluarkan semua kucing saat mereka nyaman, Suara dengkuran.
"Siapa pemilik mu?" tanya Youknow.
Aku mengangguk.
"Kucing yang pintar! pandai menjawab dengan anggukan, Jadi.... kamu tidak punya pemilik ya? Aku adalah penyuka kucing! tapi.. aku tidak pernah memelihara kucing, apa kau mau menjadi peliharaan ku?" tanyanya.
Aku terdiam menatapnya, Aku tidak punya tujuan lain lagi, Mustahil aku pulang ke rumah dengan wujud kucing seperti ini.
"Akan ku anggap iya!" katanya tiba-tiba.
Lalu ia membawaku masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
Ia membawaku dengan wajah tersenyum nya. Mobilnya pun berjalan dan aku masih di peluk oleh Youknow. Untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum seperti itu. Beberapa jam berlalu dan kami pun sampai di rumahnya Youknow. Rumahnya tidak kalah besar dengan rumahku. Rumahnya juga sebuah Palace, Palace of Mafia. Aku di bawa olehnya masuk kedalam rumah. Lalu ia dihampiri oleh seorang wanita yang cantik dan rupawan.
"Anakku, kamu sudah pulang?" katanya.
Ternyata wanita cantik itu adalah ibunya Youknow.
"Ibu.. aku menemukan Kucing comel ini! Bolehkah aku memeliharanya?" kata Youknow.
"ah... kucing comel! Tentu saja kamu boleh memeliharanya! asalkan putraku ini bahagia!" kata ibunya.
Youknow pun berlari ke kamarnya dengan girang, Ia membawaku sampai di kasurnya.Lalu ia berbaring dan aku berada di atas tubuhnya.
"Akhirnya aku punya kucing!" kata Youknow.
"Miao Miao."
Aku mengangguk.
"Baiklah! Namamu.... Kamu itu hitam, Ada putih juga! Melihatmu.... mengingatkan ku pada Luna!" Katanya tiba-tiba.
"Miao?"
"Luna adalah temanku! Tapi ia tadi tiba-tiba kabur saat sedang berdansa denganku, Kabur tanpa alasan!" kata Youknow.
Aku tak bermaksud kabur, Jika saja aku mendengarkan peringatan ibu, Pasti aku tidak akan menjadi seekor kucing! Batinku.
"Baiklah! Aku akan menemanimu Dari Luna! Nama yang bagus kan?" katanya.
Aku menyukai nama itu, Sama sekali tak berbeda dengan nama asliku.
"Miao, Miao."
"Ah... kau menyukainya ya! baguslah! Namamu mirip dengan nama temanku!" kata Youknow.
Youknow terus menerus mengobrol sampai kami berdua tertidur di kasur yang sama.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Aku membuka mataku dan terbangun dari tidurku, Aku merasa aneh kemarin, Aku bermimpi aku menjadi seekor kucing hitam yang mungil. Lalu saat aku melihat di bawahku, ada youknow yang tertidur nyenyak.
Sial! kenapa aku bisa ada di sini? apa itu bukan mimpi? Batinku.
Aku melihat tanganku, Tanganku sudah kembali semula. Apa kutukannya sudah hilang? Lalu Youknow terbangun dari tidurnya karena kesakitan di timpa olehku.
"Aduh.. apaan ya? Wah!" katanya kaget saat matanya ke arahku.
"Luna? sedang apa kau disini?" tanyanya.
"A..aku..."
"Apa itu? telinga kucing? kamu sedang mengcosplay jadi siluman kucing ya?" Katanya.
Aku bangun dengan perkataannya itu. Aku pun pergi ke kaca dan kaget melihat diriku sendiri. Aku punya ekor dan telinga kucing.
Rasanya agak aneh, Seperti bukan diriku tapi itu adalah aku.
Aku masih saja seekor kucing tapi dalam bentuk manusia.
"Luna! Kamu cosplay jadi kucing buat apa? lalu... kenapa kamu bisa ada si kamarku?" tanya Youknow.
"Aku... adalah kucing yang kamu bawa pulang Youknow. Kucing hitam yang kami bilang comel" kataku.
Youknow Kaget mendengarnya.
"Ti...Tidak mungkin!" katanya.
Aku menatap Youknow dengan tatapan dingin, Rahasiaku kini menjadi rahasia Youknow juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...