My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 18 [ Membantu sahabatku ]



Aku pun memutuskan menghampiri mereka walaupun tubuhku masih seorang kucing yang mungil.


Aku sampai di belakang mereka berdua dan ternyata mereka sedang mengobrol. Aku pun menguping pembicaraan mereka.


"Si Hari, eh, Maksudku Luna! Belakangan ini jarang terlihat ya!" Kata Hana.


"Kenapa kau peduli? Lebih baik dia ga ada dari pada dia ada! Aku sangat membencinya!" Kata Hani.


Kamu kira aku juga ga benci sama kamu? Dih, Aku Lah yang paling benci sama kalian berdua! Batinku.


"Luna itu.... Sekarang agak berubah ya! Dulu ia adalah gadis yang baik dan ceria! Tapi sekarang.... Dia berubah menjadi monster! Kurasa... ini adalah kesalahan ibu! Kita juga sudah terlalu jahat padanya! Jujur aku sangat menyesal padanya!" Kata Hana.


Hana sebenarnya memang seorang yang baik dan perhatian, Hanya saja ia selalu di hasut oleh ibunya dan saudarinya itu. Jujur aku tak membenci Hana, Aku hanya membenci Hani dan ibunya.


"Huh! Untuk apa menyesal! Aku sama sekali tidak menyesal! Gadis Ja*ang itu bukan siapa-siapa lho! Kenapa kamu harus menyesal!" Kata Hana.


"Tentu saja aku menyesal! ia menjadi monster karena kita! dan kita adalah monster yang paling buruk dan jahat!" kata Hana.


Aku yang mendengar hal itu merasa bangga pada Hana.


Pada saat itu juga, Aku tiba-tiba berubah menjadi manusia, Tapi tanpa telinga dan ekor kucing, Hanya manusia biasa.


Hana dan Hani masih belum menyadari keberadaan ku yang ada di belakang mereka.


Lalu aku menghampiri Mereka berdua.


"Woi! ngapain!" Kataku.


Mereka berdua sontak kaget mendengar suaraku.


"Lu..lu..Luna! Ah! Ka..ka.. kapan kamu ada di sini?" Tanya Hani yang terlihat takut.


"Baru saja!" Kataku.


"Oh.. baru saja ya!" kata Hana dengan senyuman lebarnya.


"Oh iya! Hana! Aku ingin mengundangmu ke rumahku! Untuk rasa terima kasihku padamu!" Kataku.


Hana menatapku dengan agak ragu, ia tampaknya takut Aku akan menjahili dan mengejeknya saat ia ke rumahku.


"Em..... Aku... itu.."


"Tengang aja! aku ga akan menjahili kamu ataupun merendahkan mu! Aku janji ga akan menyakiti mu, Kecuali kalau Hani! Ga ada kata ga jahat ke dia!" kataku sambil menatap Hani,


Hani terdiam dengan agak iri terhadap Hana.


"Ba.. Baiklah! Aku akan pergi!" kata Hana.


"Tapi tidak hari ini! Hari ini aku mau pergi berkunjung ke rumah lamaku! Ke rumah kalian maksudku!" Kataku.


Hana terlihat agak khawatir.


"Kau gila ya! Mau bertemu ibu kami? Kau pasti sudah kehilangan akal sehatmu!" Kata Hani.


"Huh! Kamu pikir aku akan pergi ke rumah tanpa persiapan? Tentu saja tidak! aku punya hadiah untuk ibu dan kamu!" kataku.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya! Sampai jumpa saat pulang nanti!" Lanjut ku.


Aku pun pergi dari taman, dan tak sengaja menabrak Park Mina, Sahabatku.


"Lho, Luna? Kamu dari mana? Aku mencari tadi di kelas!" kata Mina.


"A..aku... Dari taman!" Jawabku.


Lalu Lion datang menghampiri kami.


"Luna! Kamu dari mana sih! Ibu mengkhawatirkan kamu tau! aku juga! semuanya Khawatir! Kenapa? cerita lah!" Kata Lion.


"Luna? Ka.. Kamu akrab sama Lion ya?" tanya Mina.


"Oh.. Lion adalah..."


"Hei Luna! Shut... Diam!" Kata Lion.


"Kenapa?"


"Kan tentang itu hanyalah rahasia!" kata Lion.


"Ah.. iya ya!" kataku.


"Lion! aku pergi dulu ya! Aku mau pergi dulu sama Mina! Aku pergi dulu ya!" Kataku.


"Hei, Baru ketemu mau menghilang lagi!" kata Lion.


Aku pun menarik tangan Mina dan berlari sambil bergandengan tangan dengannya.


Kami pun sampai di atap sekolah dan berhenti. Kamu sama-sama kehabisan napas dan lelah, Lalu kami duduk dengan kaki bersila.


Lalu tiba-tiba Mina bertanya padaku.


"Lion itu siapa mu?" Tanya Mina.


"Ah... Lion.. Itu.."


"Aku suka sama Lion! Tapi kalau kamu adalah pacarnya... Aku akan menyerah! Lagi pula ia tidak akan menyukai orang sepertiku!" Kata Mina yang ga PD.


"Huh! Dia Bukan Pacarku! Dia itu..." Aku terhenti sejenak.


"Dia itu apa?" tanya Mina.


"Huh! kurasa aku harus memberitahu kamu! lagi pula kamu kan sahabatku! Lion itu saudara kembarku!" Jawabku.


Mina langsung terdiam sambil menatapku, Ia benar-benar mematung dan tidak percaya.


"S..Sa..Saudara kembar? Ka..kamu?" Ulangnya.


"Iya!"


"Huh! Aku pasti akan gila! aku baru saja mengatakan padamu kalau aku suka sama saudara kembarmu? Kumohon jangan beritahu dia! aku malu!" Kata Mina.


"Kenapa begitu? Aku akan membantumu untuk mendapatkannya! Kamu pantas untuknya! Biasanya aku ga suka saudaraku itu dekat dengan cewe. Tapi untuk kamu! Aku akan mendukung kalian!" Kataku.


"Benarkah?" Katanya.


Aku mengangguk.


"Baiklah! mari kita ke bawah! kita harus masuk ke kelas secepat mungkin!" kataku.


Kami pun pergi ke bawah bersama-sama. Lalu Saat sampai di lorong kelas 10-3, Kami bertemu dengan Lion.


"Yo! Luna! Jangan coba-coba kabur lagi kamu!" Kata Lion.


Mina mematung saat menatap Lion.


"Lion! Kebetulan ketemu di sini! Aku belum sempat kenalin kamu sama Mina kan?" kataku.


"Apaan sih, Aku Lho udah kenal Mina dari lama!" Kata Lion.


"Ya... Kenalan Lagi lah! Mina adalah sahabat perempuan pertamaku! jadi aku mau kalian juga jadi dekat dan semakin akrab!" kataku.


"Ha? Sahabat? Hei Mina, Kamu kerasukan apa? tumben kamu mau temenan?" Kata Lion.


"A..aku... Itu...."


"Aku yang mau temenan sama dia duluan! Ya kan... Apa salahnya berteman!" potongku.


Mina mengangguk pelan.


"Baiklah! Mina! Mari kita mengakrabkan diri dan saling mengenal lebih jauh!" Kata Lion.


Aku senyum-senyum sendiri melihat mereka. Lion mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh Mina. Tapi Mina terlalu malu untuk menyentuh tangannya Lion.


"Jangan malu-malu!" Kata Lion


Lion memegang tangan Mina dan menjabat tangannya. Mina sangat kaget dengan aksi mendadak dari Lion.


"Kini kita akan menjadi teman baik!" Kata Lion.


"I....Iya!" kata Mina.


Aku sangat suka melihat mereka berdua Berjabat tangan satu sama lain. Aku rasa aku suka menjodohkan dan membantu temanku untuk mendapatkan orang yang mereka sukai, Aku akan terus membantunya sampai Lion juga menyukainya, Kurasa pasti mereka suatu saat nanti akan bersama dan saling mencintai, Aku harap begitu.


Aku juga belum tahu tentang Jodohku nanti, Aku selalu pengen menjadi tokoh utama dalam Kisah ku, tapi sejak awal hidupku ku selalu menjadi figuran dan mak comblang, Aku harap aku akan memiliki Pria yang tulus dan akan menghargai ku, Entah siapapun itu... Aku harap kami saling mencintai dan menyayangi. Dengan begitu kami akan menjadi kuat dan akan saling melindungi ketika bertemu musuh, Itulah yang selalu ku inginkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...