
Aku mendekati gadis itu dengan perlahan. Lalu aku mengajaknya mengobrol.
"Hello! Permisi! Apa kamu Park Mina?" tanyaku.
Gadis itu tak menjawab. ia hanya diam dengan posisi aneh. aku tak bisa melihat wajahnya. Ia tampak seperti sedang kerasukan. Sebenarnya agak seram, tapi aku tetap mengajaknya mengobrol.
"Mina? apa itu kau?" tanyaku.
Tiba-tiba gadis itu mengangkat kepalanya dan wajahnya masih tertutupi rambutnya.
"Ha.... ya...." katanya dengan suara lemas.
"Hei, apa kau sakit?" tanyaku mulai khawatir.
Ia hanya diam, Lalu ia menggerakkan sedikit kepalanya dan menoleh ke arahku. Ia langsung menatapku, Tatapannya langsung menghujam ke mataku. Matanya terlihat menakutkan dan seperti orang kerasukan.
Gadis yang aneh! Baru kali ini aku bertemu orang aneh! Batinku.
"Siapa kau!" Katanya tiba-tiba.
Aku kaget karena ia tiba-tiba Berbicara.
"Sial! ternyata kau bisa bicara!" kataku.
"Siapa kau?" Katanya.
"A..aku..... Hehe.. Hai! salam kenal! Namaku Park Luna! Aku Murid dari kelas 10-2. Aku... mau berteman denganmu!" kataku.
"Berteman?" Gumamnya.
Lalu ia menaruh rambut depannya di belakang telinga. Dan wajahnya pun terlihat. Seorang gadis dengan wajah pucat, tapi ia sangat cantik dan berwajah mulus.
"Kenapa kau ingin berteman denganku?" Tanyanya.
"Itu.... aku... Aku hanya ingin berteman saja!" kataku.
Ia tak boleh tahu kalau kakaknya yang menyuruhku berteman dengannya. Batinku.
"Tumben sekali, ada yang mau berteman denganku! Biasanya banyak yang mem-bully ku dan mengejekku." katanya.
Aku tiba-tiba merasa iba padanya. Aku tak tega Berteman hanya karena disuruh. Tiba-tiba aku merasa sungguh ingin berteman dengannya. Aku pun duduk di sampingnya.
"Aku dulu juga begitu!" kataku.
"Aku selalu di aniaya oleh keluarga tiriku! Aku bahkan di buat berhenti sekolah oleh mereka! selain itu, aku juga di jadikan Babu di rumah, Aku tak memiliki teman, karena ayah dan ibu yang mengadopsi ku sudah meninggal. Aku dijadikan anak yatim piatu di sekolah! Tak pernah ada yang menganggap ku manusia untuk di hormati, aku masih bingung apakah mereka masih punya hati atau tidak! padahal aku tidak salah apa-apa!" Kataku sambil menangis.
"Ternyata kita berdua mirip ya!" kata Mina yang menangis mendengar ceritaku.
Mina pun memelukku dan kami menangis berdua di atas atap. Setelah beberapa menit, kami pun berhenti menangis dan melepaskan pelukan kami, Kami menatap dengan tatapan canggung.
"Jadi... apa kini kita berteman?" tanyaku.
Mina mengangguk. Aku pun tersenyum lebar mendengarnya. Mina adalah teman perempuan pertamaku.
"Hah.... Rasanya lega saat membagi duka ku padamu, rasanya beban yang aku tanggung menghilang dengan sendirinya!" kataku.
"Mungkin inilah keajaiban memiliki teman curhat!" kata Mina.
Aku tersenyum mengiyakan.
Lalu bel pulang pun berbunyi. Aku Dan Mina merasa sedih karena kami akan berpisah. Aku dan Mina pun turun menuju ke kelas kami. Dan kami berpamitan saat di lantai 3. Aku turun ke lantai dua dan mengambil tasku. Lalu aku keluar dari sekolah dan berjalan pelan. Dari kejauhan, aku melihat Min Hana dan Min Hani sedang berjalan pulang dengan wajah suram. Mereka terlihat masih tercengang dengan kenyataan yang terjadi beberapa jam yang lalu.
Lalu aku dikagetkan oleh Lion yang langsung memegang pundak ku.
"Hei! Kau ingin pulang sendiri? tunggu aku!" kata Lion.
"Huh! Kau mengagetkanku!" kataku.
Lion tersenyum menatapku. Lalu kami di susul oleh Youknow.
"Hai!" Katanya.
"Ah! Youknow, Kau pulang lewat mana?" tanyaku.
"Kanan!" jawabnya.
"Oh" Balasku.
Suasana tiba-tiba senyap, Dan mobil dari keluarga kami datang menjemput kami,
"Aku duluan ya!" kataku pada Youknow
Youknow hanya mengangguk dan aku pun pergi pulang ke istana Park.