
Kembali ke kantor yang selalu membuatku lelah.
Aku sedang duduk di kursiku yang nyaman, Dan tak lama panggilan masuk. Dan itu dari Dirut.
"Apa!" Kataku.
"Datang ke kantorku!" Kata Youknow.
"Jika ini bukan hal penting, Aku tidak akan datang!" Kataku.
"Bicara seperti itu dengan atasanmu, Akan ku pecat kau!" katanya dengan nada mengancam.
Aku pun menutup telepon dan mematuhinya.
"Sialan!" Umpatku.
Aku pun sampai di kantor Dirut dan mengetuk.
"Masuk!" Katanya.
Aku pun masuk dan kaget melihat keadaan dalam ruangan. Ada banyak kertas di atas mejanya Youknow.
"Bantu aku menyelesaikan ini! Kau kan wakil Direktur!" Kata Youknow.
"Pak Lee. Apa yang bisa aku bantu?" tanyaku.
Akhirnya ini mengenai pekerjaan.
Aku pun membantunya menyelesaikan proposal yang ada di atas mejanya, Dan dalam sekejap pekerjaan itu selesai.
"Terima kasih!" kata Youknow.
"Aku bisa pergi kan sekarang?" Tanyaku.
"Iya! Silahkan! Aku tak akan menahanmu!" Kata Youknow.
Aku kaget, Kenapa ia tak menahan ku?
Aku pun pergi dengan kecewa. Padahal aku berharap di tahan olehnya.
Aku pun pergi ke kafetaria rumah sakit.
Saat sedang asik makan, Aku mendengar para dokter wanita rumah sakit sedang bergosip.
"Apa kau sudah melihat Dirut kita? Aku pernah Lho! Ternyata benar menurut dokter! Beliau sangatlah tampan!"
"Benarkah?"
"Dan ia juga orang yang seksi!"
"Aku pernah tak sengaja melihat tubuhnya ,dan perutnya itu... Uh... Kotak-kotak!"
"Wah!"
"Apakah ia sudah menikah? Jika belum aku akan mencoba menggodanya!"
Mendengar mereka sedang menggosipkan mantan pacarku yang masih aku cintai itu. Sebenarnya aku kesal dan cemburu, Tapi aku menahannya karena aku bukan lagi siapa-siapanya.
"Hei! Aku dengar Dokter tercantik rumah sakit kita, Siapa namanya..."
"Kim Yuri!"
"Nah! Itu! Katanya ia sedang mengincar Dirut. Bukankah ia adalah Rubah ekor sembilan! Dengan wajah cantiknya ,ia menjerat lelaki tampan dan kaya!"
Mendengar hal tersebut membuatku tak tahan lagi dan tak berselera makan lagi. Aku pun bangkit dari dudukku dan pergi dari Kafetaria.
"Sialan dengan Yuri!"
Yuri adalah sainganku sejak Kuliah. Ia Nilainya cukup bagus dan ia sangat cantik. kuakui itu, Aku takut Youknow akan menyukainya dan berpacaran dengannya. Membayangkan hal itu sudah membuatku merinding.
Aku pun ke ruangan Dirut.
Saat sampai, Aku baru mau mengetuk pintu, Tapi aku mendengar suara seorang wanita di dalam Ruangan tersebut.
"Malam ini kamu mau aku ke rumahmu?"
"Iya!"
"Baiklah! Mari kita bermain permainan yang seru!"
Mendengar suara itu, Sepertinya itu suara Yuri dan Youknow.
Jantungku tiba-tiba terasa sesak dan sakit.
Tanpa pikir panjang, Aku langsung menerobos masuk Dan menatap mereka berdua.
"Apa yang kalian lakukan?"
Tanyaku.
Memang benar itu adalah Yuri dan Youknow.
"Ah .. Wakil direktur! Kenapa? Kau penasaran?" Kata Yuri.
Dasar Rubah. Tidak, Rubah terlalu imut untuknya. Dasar Beruk berekor sembilan.
"Aku mengundang Yuri ke rumahku!" Kata Youknow.
Bagaimana bisa ia sejujur itu.
"Mengundang? Apakah pantas seorang gadis lajang datang ke rumah seorang pria di malam hari?" Tanyaku.
"Itu..."
"Ah... Sudahlah! Aku gak peduli!" Kataku.
Aku pun langsung pergi dari ruangan itu dan kembali ke kantorku. Lagi-lagi aku menangis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang aku sedang di Lotte World bersama Win. Ini adalah Hari kedua kmi berkencan.
Tapi aku merasa tak bersemangat dan lesu.
"Ada apa?" Tanya Win yang khawatir.
"Youknow mengajak seorang gadis ke rumahnya di malam hari, Dan kata Yuri mereka mau bermain permainan malam yang menyenangkan!" kataku.
"Sial! Aku traveling!" Kata Win.
"Aku juga!" Kataku sambil menangis.
"Ah... tenang aja! Youknow bukan pria yang seperti itu!" kata Win.
Meski ia menyukaiku, Ia sama sekali tak membenci Youknow yang adalah orang yang ku sukai.
"Terima kasih! Kamu sangat menghiburku!" Kataku.
Kami pun mencoba untuk bersenang-senang di Lotte world. Dan kamu menaiki banyak wahana di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini ada seorang pasien yang masuk ke UGD Karen korban kecelakaan.
dan yang membedahnya adalah dokter Song Jaemin.
Aku menjadi asisten dokter bedah tersebut.
Aku menghabiskan waktu selama 4 Jam mengoperasi pasien tersebut. Setelah selesai aku langsung ke kafetaria dan makan karena aku lapar.
"Yuri telah menjalankan rencananya mendekati Dirut. Tadi malam katanya ia ada di rumahnya Dirut!"
"Benarkah?"
"Dasar Rubah!"
Aku yang mendengar Lama-lama menjadi panas dan Menghampiri mereka, Lalu aku ikutan Ghibah.
"Sialan! Bukan Rubah! Bukankah Rubah terlalu imut untuknya!" Kataku.
"Wakil direktur?"
"Dia tak pantas mendapat nama rubah! Itu tak cocok! Rubah terlalu imut! Lain kali bilang Ini saja ya! Beruk sekor sembilan!" Kataku.
Dokter yang lain pun tertawa mendengar nama panggilan yang ku buat.
"Maafkan kami! Anda sangat lucu Nona Park!" Kata mereka.
"Baiklah! Boleh aku kenalan sama kalian?" tanyaku.
"Aku Leah! Park Leah!" Kata Salah satu dari mereka.
"Aku Lee Mia!"
"Aku Jang Naomi!"
Akhirnya aku berteman dengan mereka dan mereka menjadi teman gosip ku di kafetaria.
"Kenapa Anda tiba-tiba ikutan Ghibah bareng kami?" Tanya Leah.
"Bicara santai aja! Panggil aku Luna!" Kataku.
"Baiklah! Luna, Kenapa kamu ikutan bareng kami?" Tanya Mia.
"Hehe.. Sebenarnya... Aku ini adalah... Mantan pacarnya Dirut!" kataku.
"Hah?" Kata mereka bersamaan.
"Jadi selama ini kamu panas lah, Mendengar gosip kami!" Kata Leah.
"Iya!" Jawabku.
Mereka pun tertawa.
"Maafkan kami! Kami tak tahu!" Kata Naomi.
"Gak apa! Santai aja!" kataku.
"Pantas aja aku kemarin melihat Dirut terus mengikuti Luna!" Kata Naomi.
"Jadi... Kamu masih mencintai Dirut?" Tanya Leah.
"Ya... Masih, Sebenarnya ia yang mencampakkan ku!" kataku.
"Masa? Tapi saat aku melihat ia mengikuti mu, Dari matanya... Ia tampak masih sangat mencintaimu!" kata Naomi.
"Mungkin ia mencampakkan mu Karena ada masalah?" Kata Mia.
"Mungkin, Aku juga tak tahu!" kataku.
"Ah! Aku masih marah pada Yuri! Si gadis Beruk itu!" kataku dengan wajah serius.
Mereka pun tertawa mendengarnya.
"Sial! Cara kau mengucapkannya membuatnya terdengar Lucu!" Kata Leah.
Aku pun ikut tertawa.
Setelah mengobrol dengan teman baru, Aku kembali ke kantorku dan Kaget melihat ada Youknow di Kantorku.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku.
"Aku mau menjelaskan semuanya padamu! Terlalu banyak salah paham di antara kita, Sehingga kita jadi saling membenci tanpa alasan!" Kata Youknow.
"Apa yang mau kau jelaskan?" Tanyaku.
"Saat kita putus waktu itu, Sebenarnya... Kita berpisah karena ayahku mengajakku tinggal di luar negeri, Yaitu di cina. Aku putus denganmu karena tak ingin kau menunggu kedatanganku karena belum tentu aku akan kembali!" Kata Youknow.
"Kalau begitu, Kenapa kau tidak menghubungiku?" Tanyaku.
"Aku takut kamu tak akan bisa melupakanku dan menderita karena ku. Itulah kenapa aku tak menghubungimu."
Kata Youknow.
Aku pun menangis dan reflek memeluknya.
"Aku masih sangat mencintaimu! Apa kau tahu, Aku dulu sakit-sakitan karena patah hati!" Kataku.
"Maafkan aku!" kata Youknow.
Lalu tiba-tiba aku teringat tentang Yuri. Aku pun melepas pelukanku.
"Omong-omong, Apa yang kau lakukan dengan Yuri tadi malam?" Tanyaku.
Sebenarnya tadi malam ada pesta di rumahku, Aku mengundang semua orang penting termasuk Yuri. Aku sebenarnya mau mengundangmu, Tapi kamu tak menjawab teleponku!" Kata Youknow.
Aku pun terdiam.
"Apakah Park Leah, Lee Mia, Dan Jang Naomi tak kau undang?" Tanyaku.
"Kan hanya orang penting saja yang aku undang!" Kata Youknow.
Kini aku paham, Mereka bertiga tak tahu apa-apa, Tapi mengenal mereka sungguh Menyenangkan.
"Baiklah! Sekarang pergilah!" kataku.
"Apakah kau mau balikan denganku?" Tanya Youknow.
"Apaan sih! Gak ah! Aku lagi berkencan dengan seseorang!" Kataku.
"Selingkuh aja denganku, Apa susahnya?" Kata Youknow.
Aku pun melotot dan membuatnya terdiam.
"Kau pikir aku gadis seperti itu?" Kataku.
"Siapa pria itu?" Tanyanya.
"Sahabat lamamu!" Kataku.
"Sialan!" Kata Youknow.
"Kau tahu ya? Dia sudah lama menyukaiku?" Tanyaku.
"Iya! Kami kan berebut mendapatkan mu! Lalu ia kalah dan aku yang mendapatkan mu! Jika jadi begini, Kurasa aku harus mulai dari awal lagi!" Kata Youknow.
"Hah?"
"Aku akan membuatmu hanya mencintaiku dan aku janji akan menikahimu!" Kata Youknow.
Nikah? Ia mau menikahiku? Batinku.
"Sudahlah! Sekarang kau harus keluar!" kataku.
Youknow pun keluar dari kantorku dan Aku kini sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...