
Youknow membawaku pulang ke rumahnya. Kami berjalan bersama dengan suasana canggung.
Dalam perjalanan pulang, Aku agak merasa takut ke rumah Youknow setelah kejadian barusan. Siapa yang akan berani ke rumah si pria setelah kejadian tadi? Apa lagi kami masih kelas 10 SMA.
"Apa yang kau pikirkan?"
Youknow tiba-tiba bertanya dengan wajah datarnya yang tampan.
"Hah?"
"Kalau kau memikirkan tentang ciuman tadi... Aku minta maaf ya! Aku sudah keterlaluan! Hal itu sama sekali tak pantas untuk anak SMA kelas 10 seperti kita!" Kata Youknow.
Aku menatapnya dengan tatapan bingung.
"Ya... Aku hanya ingin bilang kepadamu kalau aku menyukaimu, Tapi Ragaku bergerak sendiri saat mataku tertuju ke bibirmu!"
"Jadi.... Kamu serius, Suka sama aku?"
"Iya! Kalau.... Kamu? Kamu... Pasti suka.."
"Aku juga!"
Youknow menatapku dengan kaget.
"Hah?"
"Aku juga suka!" Kataku lagi.
Kali ini Youknow menatapku dengan senang. Dan kami berhenti berjalan dan saling menatap.
"Kenapa?" tanyaku.
"Kau tahu tidak, Aku tu senang banget..."
Youknow mengatakannya dengan wajah yang berekspresi ceria dan senang.
"Aku... aku... ish..."
Ia geram sendiri dan lalu memelukku dengan erat.
Di malam yang gelap ini, Kami di terangi sinar bulan yang terang benderang.
...****************...
Kami pun akhirnya sampai di rumah dan duduk di ruang keluarga dengan suasana canggung.
"Jadi... Apa kau... Mau..."
"Mau jadi pacarmu?"
Youknow terdiam, Lalu ia mengangguk.
"Ya... Mungkin!"
"Maksudnya?"
"Aku... Mau! Tapi ada satu syarat!" kataku.
"Cinta tidak menggunakan syarat! Kalau gitu aku gak mau pacaran lah!"
"Yah... Mudah kok!" kataku.
"Apa emangnya?"
"Kamu... Harus rahasiakan tentang hubungan kita! Soalnya... di sekolah itu banyak lho yang suka sama kamu! Aku takut dibully nanti sama mereka!" kataku.
"Emang kamu pikir kita sedang dalam cerita novel! Hal yang gituan cuma ada di novel doang! Mustahil kamu akan selalu datang tepat waktu!" Kataku.
"Ya... Bisa jadi kan?" Katanya.
Aku menatapnya dengan kesal. Entah kenapa aku agak merasa kesal dengan perkataannya.
"Hei! Aku gak yakin kamu bisa menyelamatkan aku dari mereka! Lebih baik kamu diam aja kayak kita itu gak ada hubungan sama sekali!" kataku.
Youknow menatapku dengan tertekan.
"Kini aku paham! Gimana perasaan Lee Suho dari true beauty, Ketika Lim Jukyung menyuruhnya untuk menyembunyikan hubungan mereka karena takut dibully!" Katanya.
Aku menatapnya.
"Tak kusangka kamu juga nonton drakor!" Kataku.
"Banyak sekali hal yang tak kamu ketahui dari diriku!" katanya.
Aku bangkit dari sofa dan menghampirinya dan mendekatinya, Kini wajah kami sangat dekat dan ia merasa agak tertekan.
"Baiklah! Mari jangan rahasiakan! Aku akan terima konsekuensinya, Kalau ku ingat lagi, Suho pernah bilang kalau dia pengen memamerkan pacarnya, Tapi sayang Jukyung gak mau hubungan mereka ketahuan. Aku gak mau itu terjadi di antara kita! Jadi.... Mari kita pacaran! Tanpa rahasia dan diam-diam!" Kataku.
"Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?"
"Aku pernah membaca sebuah komik, Dan.... Ada seorang gadis yang berpacaran dengan seorang artis yang populer dan terkenal di dunia, Dan.. si gadis merahasiakan hubungan mereka karena fans pria itu sadis dan takut karir pria itu hancur! Tapi... meskipun mereka pacaran diam-diam, Si gadis itu selalu merasa cemburu dan gak enak, karena saat pacarnya syuting film, artis perempuan yang menjadi pasangannya bisa menggandeng tangan pria itu dengan mudah tanpa malu-malu, Nah... Disini gadis yang adalah pacar pria itu berpikir. 'Andaikan aku seberani itu untuk memegang tangannya pacarku! andai kami tak merahasiakan hubungan kami!' Katanya. Untuk sejenak aku terpikir! Kalau... aku menyembunyikan hubungan kita ini... Aku pasti suatu saat nanti akan menyesal juga, dan suatu hari nanti semua orang pasti akan tahu juga! Aku tak ingin menyesal suatu hari nanti, Lebih baik aku jujur dari sekarang!" Kataku.
"Komik apa yang kau baca? Hingga kau menjadi sebijak ini?" katanya mengejekku.
"Huh! Aku memang orang yang bijak tau!" Kataku.
Kami pun tertawa karena kata-kataku.
"Aku jadi teringat ketika hari pertama kali kita bertemu! Tak terasa kini kita akan naik kelas 11!" kata Youknow.
Memang benar kami akan naik ke kelas 11 Bulan depan, dan besok kami akan ujian akhir semester.
Sekarang aku terpikir, Apakah hubungan kami akan bertahan hingga selamanya, Hal yang membuatku takut pacaran dari dulu adalah, Ketika aku sangat mencintai pacarku tapi tak bisa bersamanya selamanya karena kami nanti akan bekerja dan mengejar cita-cita kami. Selain itu, Kami pasti akan melanjutkan hidup dan menikah. Aku tak yakin dengan hubungan aku dan Youknow. Aku takut, Sangat sangat takut.
"Saat hari pertama kita bertemu, Apa itu saat di rumah sakit?" Tanyaku.
"Iya!"
"Saat itu juga saat pertama kali aku bertemu Win RoyalGold di rumah sakit itu."
"Jangan bahas tentang dia!" kata Youknow cemburu.
Aku tersenyum geli melihat ekspresinya yang terlihat agak imut sekaligus amat tampan.
"Aku hampir lupa, Kalau kamu yang telah memberiku nama Luna!" kataku.
"Aku selalu ingat! Karena itu adalah momen terpenting di dalam hidupku! Sebenarnya... Sejak pertama kali bertemu, Aku sudah menyukaimu. Tapi perasaanku tak sebesar sekarang, Kini aku tak menyukaimu lagi!" kata Youknow.
"Apa maksud kamu! Kamu tak menyukaiku?"
"Kini aku mencintaimu! Dan ingin berada di sisimu selamanya!"
Aku menatapnya dengan wajah kaget.
Aku tak menyangka ia akan mengatakan 'Aku mencintaimu' padaku seperti itu. Jujur saja aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga mencintainya, Tapi aku gengsi dan rasanya mulutku seperti terkunci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...