My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
wanita misterius...



Saat diperjalanan pulang,kak Bara memberiku isyarat kalau aku harus mengikuti mereka dari belakang,aku pun menurut sampai mereka berdua berhenti di sebuah warteg pinggir jalan.Mereka berencana mengajakku makan malam sebelum pulang kerumah...


Kami memasuki sebuah warteg,aku nggak menyangka kedua kakak beradik ini juga sering makan makanan pinggir jalan.


Kami memilih tempat duduk tepat di sudut ruangan karena biasanya disudut ruangan lah yang dipasang kipas angin...


Walaupun sudah malam,udaranya masih terasa panas karena begitu banyak orang yang datang untuk makan ditempat ini.


Selain harganya murah,disini juga tempatnya bersih.Jadi banyak pengunjung yang sering datang ketempat ini...


Aku dan Bima menyerahkan tanggung jawab kepada kak Bara untuk memesan makanan karena aku sama Bima harus menjaga tempat duduk supaya tidak direbut oleh pelanggan lain yang berdatangan..


Menunggu kak bara datang,aku mengambil ponselku dari dalam saku celana dan mencoba menghubungi orang rumah supaya mereka tak khawatir karena sudah malam dan aku belum pulang.


Aku tau pasti orang yang bisa mengerti tentang diriku hanyalah kak Ryan seorang.Dia seakan tau dan bisa mengerti tentang yang ku mau,makanya aku sangat sayang padanya.


Selesai memberi kabar kalo aku akan pulang terlambat,aku mencoba mencari kesibukan lain agar tak canggung berhadapan dengan Bima yang terus saja melihat kearahku tanpa berkedip.Sampai akhirnya aku bilang untuk permisi ke toilet sebentar,dengan begitu dia akan berhenti untuk menatapku.


Di dalam toilet aku mendengar pembicaraan yang seharusnya tidak kudengar,


seorang wanita sedang berbicara di telepon.


Sesekali kudengar dia menyebut namaku,tapi aku berpikir bukankah bisa saja ada juga orang lain yang namanya mirip denganku.


Begitu mendengar nama ayahku disebutkan,aku terdiam dan mencoba mendengar lebih lama.tapi wanita itu segera menghentikan pembicaraannya dan melangkah keluar dari toilet.


Aku pun mengikutinya keluar tapi hanya memandangnya dari jarak jauh karena kak Bara memanggilku untuk makan...


Wanita itu berdiri di pinggir jalan seakan menunggu seseorang.Aku berjalan mendekati kak Bara dan Bima tanpa melepaskan pandangan ke arah wanita itu.


Bahkan saat Bima bertanya padaku ada apa,aku hanya tersenyum tanpa menjawabnya...


Pandangan mataku terus mengarah keluar jendela memperhatikan siapa yang sedang ditunggu oleh wanita tersebut sampai dia masuk ke sebuah taksi dan berlalu dari penglihatan ku..


"Ada apa Lia ?kamu tampak sedang memikirkan sesuatu "tanya kak Bara.


"Nggak ada apa apa,aku hanya melihat seseorang yang kukenal tapi sepertinya aku salah orang..."Jawabku setengah terbata..


Bima tak bertanya apa pun padaku.tapi dia seakan tau kalau ada yang sedang aku sembunyikan...


Selesai makan,kami langsung pulang.Aku berhenti di pojokan jalan agar orang rumah tak melihatku membawa moge malam malam,jadinya kak Bara menurunkan Bima untuk menemaniku sedangkan dirinya harus bolak balik sampai dua kali untuk mengambil motor yang satunya...


Begitu kak bara pergi meninggalkan aku dan Bima diujung jalan,aku melihat tatapan rasa penasaran Dimata Bima yang ingin sekali dia tanyakan tapi mungkin dia terlalu sungkan karna tidak merasa enak padaku.


"Makasih ya Bim,kamu sudah nolongin aku tadi"


"Nggak masalah,,tapi kamu harus membayarnya dengan mentraktirku makan siang besok dikantin.Gimana ?"


"Baiklah...."


Aku dan Bima ngobrol sambil berjalan santai sampai kedepan rumah,aku melepaskan jaket kak Bara dan meminta Bima mengembalikannya..


Aku melangkah masuk kedalam rumah dan terus naik kelantai dua menuju kamarku...


Aku duduk diteras kamarku sambil memikirkan kejadian tadi waktu sedang makan di warteg...


'Siapa wanita tadi....?? Apa hubungannya dengan ayah...??Dan kenapa dia bisa tau namaku....??


pertanyaan ini selalu berputar putar di kepalaku tapi aku tak bisa menanyakannya pada siapa pun karena aku tak tau bagaimana caranya dan pada siapa aku akan bertanya,apakah mereka akan memberi tahuku yang sebenarnya...


Untuk saat ini,aku hanya perlu menenangkan pikiranku dan hal yang bisa aku lakukan untuk menenangkan pikiranku adalah melukis....


Aku mengambil kanvas dan perlengkapan lainnya untuk melukis,aku ingin melukis diteras kamarku....


Tiba tiba bunda masuk ke kamarku dan menghampiriku begitu dia tau kalau aku baru saja kembali.Gini gini bundaku itu sangat takut kalo terjadi sesuatu padaku dan masih memperlakukan diriku seperti anak kecil.


Tapi aku tak merasa terganggu karena aku tau kalau bunda seperti itu karena dia sangat sayang padaku.


"Maaf ya sayang,bunda masuk tanpa izin.Habis pintu kamarmu terbuka jadi bunda langsung nyosor aja ke dalam....!"Kata bunda setengah bercanda...


"Nggak apa apa bun.Memang tadi coro lupa tutup pintu..."


"Lagi ngelukis apa sih,serius amat"


Bundaku yang penasaran datang untuk mendekat dan melihat hasil lukisan ku karena dari tadi dia hanya melihat belakang kanvasku,setelah melihat lukisanku,wajah bunda berubah seperti sedang ketakutan dan diam seribu bahasa.Tak ada lagi candaan yang biasa dia ucapkan saat kami bersama.


"Ya sayang..."


"Coro ini anak bunda kan...??"


Sejenak bunda diam dan mencoba untuk berperilaku biasa saja didepannku,dia langsung memelukku dengan erat...


"Tentu saja Coro anak bunda,anak yang paling bunda sayang...!"


Jawaban bunda tetap saja tidak membuat hatiku tenang,aku bisa merasakan tangannya gemetar saat memelukku,aku hanya berpikir kenapa wanita tadi dan ayah membicarakan diriku..


Apa mungkin aku ini anak selingkuhan ayah dan wanita yang aku temui di warteg tadi adalah ibu kandungku.


Karna sampai sekarang saja,aku nggak tau kenapa kak Fya sangat membenciku,apa karena aku ini adik tirinya....??


Mikir apa sih aku ini,kalau aku ini anak selingkuhan ayah,mana mungkin bundaku sangat menyayangiku.Yang ada,aku akan dibenci,benar nggak...??


"Siapa wanita yang kamu lukis Coro...??


"Coro juga nggak tau bunda,saat Coro mulai melukis,tangan Coro bergerak dengan sendirinya melukis wajah ini..."


Tak berlama lama dalam kamarku,bunda langsung bilang ingin kembali ke kamarnya..


Tapi masih sempat mencium dahiku dan sedikit melihat kearah lukisan yang ku buat...


Setelah bunda keluar dari kamarku,aku mendengar suara mobil masuk ke pekarangan.Aku tau itu pasti ayah yang baru pulang dari kantor...


Aku berhenti melukis dan mencoba mengintip ayah dari teras,kulihat dia duduk diteras depan sebelum masuk kedalam rumah.


Aku tau pasti ada yang sedang dia pikirkan sehingga dia tak langsung masuk kedalam rumah dan memilih untuk berdiam diri di teras...


Sesaat kemudian,ku lihat bundaku membuka pintu dan duduk disampingnya,


jarak teras depan rumah dan teras kamarku agak jauh makanya aku tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Apa sih yang sedang kamu lihat ?"tanya kak Ryan yang tau taunya sudah nongol di belakangku dan membuat aku kaget setengah mati..


"Kakaaak,,,,,,ngagetin Coro aja !"


jawabku sambil berbalik dan memukul lengan kak Ryan...


Kak Ryan mencoba mengintip apa yang sedang aku amati tapi hasilnya nihil.


Ayah sama bunda sudah tak ada lagi diteras, mungkin mereka sudah masuk kedalam rumah...


"Nggak ada,,tumben kakak masuk ke kamarnya Coro ?ada perlu apa ?"


tanyaku tanpa basa basi..


"Emangnya kakak nggak boleh main di kamar kamu ?"


"boleh sih...tapi-"


Aku tak meneruskan kata kataku begitu kulihat wajah kak Ryan berubah saat memandang lukisanku..


Wajah yang tadinya penuh dengan senyuman,berganti dengan wajah yang sangat menakutkan...


Aku tak pernah melihat kak Ryan berwajah seperti itu didepannku,ini untuk pertama kalinya.Aku memberanikan diri untuk bertanya padanya...


"Kenapa kak ?kenapa kakak memandang lukisan Coro seperti itu,,kakak kenal dengan wanita ini ?"tanyaku penasaran.


Kak Ryan tidak menjawab pertanyaan ku tapi hanya mengatakan kalau aku tetap adiknya,adik yang dia sayang.


Dia memeluk dan mencium kepalaku kemudian berlalu dari kamarku.


Tapi kenapa ?kenapa kak Ryan dan Bunda bersikap aneh padaku setelah melihat lukisan wanita ini...


Mungkin bunda bisa menyembunyikan sesuatu dengan sangat baik tapi gelagat kak Ryan tadi sangat membuatku penasaran.


Apa yang coba mereka sembunyikan dariku..??


Hampir semalaman aku tak bisa memejamkan mataku,kegelisahan menyelimuti hatiku,darimana aku bisa mencari jawaban dari semua pertanyaan yang menari nari di pikiranku...


Siapa wanita itu ?dan apa hubungan dirinya denganku ?