
ruangan aula sudah terisi oleh siswa siswa kelas angkatan baru.semuanya duduk dilantai yang di alasi dengan karpet...tampak kakak kelas sebagai panitia MOS sedang berdiskusi masalah kontes cempaka yang biasa dilakukan di hari terakhir MOS yaitu besok.
mereka harus memilih kandidat yang akan dijadikan raja dan ratu cempaka kebanggaan SMU taruna bangsa.tentunya kandidat mereka harus dipilih sendiri oleh siswa yang ada di dalam ruangan aula...dan hari ini akan langsung di umumkan siapa siapa saja yang terpilih...maksimal tiga pasangan...
kak bara membagikan kertas pada bagian lelaki dan kak dini membagikan kertas ke bagian perempuan...
setelah beberapa saat..kak bara mengumpulkan kertas yang ditulis oleh seluruh penghuni ruang aula terkecuali para panitianya...
semua orang tegang menunggu hasil keputusan para panitia.
bara berdiri didepan ruangan dengan memegang sebuah kertas hasil keputusan ditangannya...
sebenarnya aku tidak terlalu ambil pusing dengan keputusan yang akan diumumkan...karena aku tidak punya minat untuk menjadi pusat perhatian di sekolah...tapi kenyataannya tidak seperti keinginanku...namaku disebutkan sebagai salah satu kandidat yang akan mengikuti kontes cempaka...mau tak mau aku harus mengikutinya...
jadi saat pulang sekolah nanti...aku dan kelima kandidat lainnya harus melakukan gladi di ruangan ini...
saat lonceng berbunyi menandakan jam pulang sekolah....aku hanya menatap lemas melihat siswa siswa yang pulang.karena aku harus tetap berada disini untuk melakukan gladi
kak bara datang menghampiriku dan mengajakku untuk pulang bersama...karena saat itu dia melihatku hanya duduk termenung sendirian di kantin sekolah untuk makan siang.
tentu saja aku menjadi bingung...bukankah tadi sesuai dengan kesepakatan dari panitia pengurus kalo kita langsung mengikuti gladi seusai pulang sekolah...dan kak bara pasti tau itu karna dia adalah salah satu panitianya..
"kamu nggak mau pulang...??"tanya bara
"tapi kan...tadi-!!"
"gladinya ditunda sampe jam empat sore...jadi kamu masih boleh pulang..dan kembali entar sore....!!"
"oh gitu ya kak...tapi aku sudah terlanjur pesan makanan.kak bara pulang aja duluan,nanti selesai makan baru aku pulang...!!"
"kalo gitu aku temani kamu makan siang..terus kita pulang bareng...."
aku hanya bisa diam dan memandang kak bara yang tersenyum padaku...
"kak...nggak mau pulang bareng aku...??"tanya Bima yang tiba tiba sudah berdiri disamping mejaku...
"kamu duluan aja bim.aku akan pulang bareng Lia...tapi nanti habis makan siang...!"
'bima adiknya kak bara....??kok bisa yah...jadi waktu aku lihat Bima sedang ada dirumah kak bara itu bukan halusinasi...tapi karena mereka bersaudara dan pastinya tinggal serumah..'
batin Corona dalam hati.
"baiklah..kalo gitu aku duluan..!!"
aku melirik sekejap kearah bima.dan mendapati Bima sedang menatapku dengan pandangan mata yang sedang marah...tapi kenapa dia marah padaku...apa yang sudah aku lakukan padanya...tatapan itu sungguh membuatku resah..
kak bara mengembalikan tupperware yang dibawanya tadi..dan itu sebelum Bima benar benar menghilang dari hadapan kami..
"makasih ya buat sarapannya...enak banget...!!"kata kak bara sambil meletakkannya di atas meja...
aku mengambil Tupperware itu tapi sambil melihat kearah Bima yang masih berdiri mematung tak jauh dari posisi kami duduk..
sekali lagi aku melihat kedalam matanya.tapi kali ini bukan tatapan kemarahan lagi tapi lebih kepada sebuah tatapan kekecewaan.tapi apa maksud dengan semua tatapannya itu...ini juga menjadi satu pr buatku...
selesai makan kami langsung menuju ketempat parkir sekolah..karena tadi Bima sudah pulang duluan...karena tadi pagi kak bara sama Bima berboncengan naik motor.jadi kak bara dan aku akan pulang naik taksi...
tapi sebelum sampai ditempat parkir..aku melihat kak fya sedang duduk sendirian di bangku taman dekat tempat parkir..
aku berhenti sejenak untuk mengikat tali sepatuku yang terlepas sedangkan kak bara tetap berjalan terus karena mungkin dia sudah melihat keberadaan kak fya..
"fy...lagi ngapain disini...??oh aku tau...lagi nungguin Lia buat pulang bareng yah...??"tanya bara sambil tersenyum kepada fya.
kak fya yang tadinya memasang raut wajah yang ceria karena orang yang ditunggunya untuk bisa pulang bareng bersamanya...tiba tiba langsung memasang wajah cemberut karena melihatku datang dari arah belakang kak bara...
"kalo gitu kita bisa pulang barengan aja...!!kata bara lagi..
"nggak usah...aku lagi sama Lidia...sekarang dia lagi di toilet...aku sudah janji buat ngerjain tugas dirumahnya...jadi kalian pulang aja duluan...!"kata fya yang memasang wajah tak senang kearahku...tapi tetap tersenyum pada kak bara dengan sedikit keterpaksaan...
didalam taksi aku tak banyak bicara.sampai kak bara yang duluan mengajakku bicara...
"Lia....kita berangkat bareng lagi yah entar sore...nanti aku jemput...!!"
"nggak usah kak...!!"
"kenapa...??apa ada yang marah kalau liat aku jalan sama kamu...??"
"bukan gitu kak...tapi-"
"kalo gitu sampe ketemu entar sore...!!"
aku keluar dari taksi dan menutup kembali pintunya..saat akan berjalan masuk ke pekarangan rumah aku merasa seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasi ku...
dan anehnya aku ingin mencari keberadaan bima di rumah kak bara..
aku menengok kelantai atas rumah kak bara dan mendapati seorang bima sedang melihat kearahku dari balik jendela kamarnya.pandangan mata itu lagi....
tapi aku langsung melanjutkan langkahku menuju kedalam rumah...dan kalau saja kak bara tau betapa kak fya sangat menyukainya...
begitu sampai ke dalam rumah aku langsung masuk ke dalam kamarku...menaruh tas ku dimeja dan duduk di tepi ranjang sambil memandangi lukisan yang kutempel di dinding kamarku...lukisan yang Bima gambar saat pertama kali aku bertemu dengannya di Jepang..
aku sangat betah menatap lukisan itu sampai berlama lama..dan tidak pernah merasa bosan padahal itu hanya lukisan wajahku sendiri...tapi dengan melihat lukisan itu aku bisa melupakan semua beban pikiran yang kurasakan saat ini...
aku merebahkan tubuhku diranjangku yang empuk ...tapi masih melihat ke arah lukisan itu sampai akhirnya aku tertidur...
tepat pukul tiga sore.suara ketukan pintu membuatku terbangun..aku langsung bangun dan meraih gagang pintu untuk membukanya.
kulihat kak Ryan berdiri di depanku.masih lengkap dengan tas punggung yang menggantung di sebelah lengannya...kayaknya kak Ryan baru pulang dari kampus...
"udah ditunggu sama pacarnya di bawah.....!"
kata kata kak Ryan membuat mataku melebar.aku langsung melihat jam tanganku..
aku tau yang kak Ryan bilang pacar itu pasti kak bara....walaupun sudah berapa kali aku katakan kalau kak bara itu bukan pacarku.
aku menutup pintu kamarku dan langsung menyambar handuk dan terus berlari kekamar mandi...secepat kilat aku sudah siap hanya dalam jangka waktu kurang dari lima belas menit...
bagaimana aku bisa sampai ketiduran..padahal aku tau kalau kak bara akan datang menjemputku..
aku berjalan cepat menuju lantai bawah...tapi langkahku tiba tiba melambat karena aku melihat kak fya sedang menemani kak bara duduk diruang tamu..
aku berdiri diam di anak tangga,sampai kak Ryan yang tiba tiba menepuk pundakku dari belakang...
"kenapa hanya berdiri disini...?"tanya kak Ryan yang merangkul pundakku dan mengajakku turun ke bawah...
suara kak Ryan mengalihkan pandangan kak bara dan kak fya yang sedang asik ngobrol..
aku sampai tak berani mengangkat wajahku untuk menengok kak fya..karna aku tau saat ini dirinya sedang menyimpan kemarahan padaku.tapi tak bisa dia lampiaskan karna disana ada kak bara dan kak Ryan yang sedang berdiri diantara kami....
"maaf ya kak...menunggu lama.soalnya tadi aku ketiduran...!!"kataku dengan nada datar..
"nggak apa apa...lagian kita juga bakalan naik motor jadi nggak bakal kena macet...!!"
'kenapa harus corona???bukannkah selama ini bara tak pernah mengizinkan gadis manapun untuk naik motornya .bahkan saat mengantarku pulang dia lebih memilih meninggalkan motornya disekolah dan naik taksi bersamaku...tapi kenapa Corona diizinkan...??'batin fya dalam hati.
"kalo gitu cepetan pergi...nanti telat...jaga adikku baik baik yah...!!"ucap kak Ryan sambil memasang wajah menggoda kearahku.
"ok kak..pasti."jawab kak bara sambil mengacungkan jempolnya
kak Ryan mengantarku sampai depan gerbang..sementara kak fya langsung menuju ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras sehingga aku bisa mendengar dengan jelas bunyi dentuman suara pintunya..
'maafkan coro kak fya...coro nggak bermaksud menyakiti kakak...!!"batinku yang mengambil helm yang diberikan kak bara padaku...
sebelum pergi.aku melambaikan tangan kepada kak Ryan yang masih berdiri diteras rumah menunggu kepergianku dengan kak bara...