My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
pernyataan cinta kak bara...



Sampai didepan rumah,aku turun dari motornya Bima,tapi sebelum masuk,Bima mengajakku untuk pergi bersama dengannya ke acara nanti malam.


Untuk membuat kak Fya percaya kalau aku dan Bima pacaran,aku harus menerima tawarannya Bima untuk pergi bersama dengannya.


"Kalo gitu aku jemput entar malam yah.."


"Ok,,sampai nanti malam "


Aku membuka helm yang kupakai dan memberikannya kepada Bima kemudian masuk kedalam rumah..


Sesampainya dikamar,aku mengingat kembali keputusan ayahku yang akan mengirimku ke Jepang.Hatiku sangat sedih mengetahui kalau aku tidak diinginkan dirumah ini.


Tapi aku nggak mau masalah yang ku alami sampai berpengaruh padaku saat menghadiri pesta malam ini,mungkin ini adalah pesta perpisahan ku bersama teman temanku.


Jam sudah hampir menunjukan pukul lima sore jadi waktu ku bersiap hanya tersisa kurang dari dua jam.


Aku langsung meraih handuk dan meluncur ke kamar mandi,aku harus bersiap dari sekarang supaya tak membuat Bima menunggu seperti kak Bara kemarin.


Ngomong ngomong soal kak Bara,kira kira apa yang harus aku lakukan atau bagaimana aku harus bersikap saat kak Bara mendekatiku,karena aku nggak mau terus terusan menyakiti kak Fya.


Aku tidak terlalu memusingkan penampilan,jadi aku hanya memakai riasan wajah senatural mungkin.Memakai dress selutut berwarna hitam polos tanpa lengan dengan rambut yang tergerai.


Ku dengar ponselku berbunyi,begitu kulihat nama siapa yang terpampang disana,aku seakan tak ingin mengangkatnya tapi harus kulakukan karna tak mau sampai kak Bara curiga kalau aku berusaha untuk menjauh darinya.


"Hallo..."


"Lia,,,,aku jemput kamu yah ?"


"Maaf kak,aku sudah janji mau berangkat bareng sama Bima,gimana kalau kakak berangkat bareng sama kak Fya aja ?"


Seketika kata kata itu meluncur begitu saja dari bibirku tanpa berpikir panjang.


"Baiklah...."Kata Bara dengan nada yang sedikit kecewa.


Saranku pada kak Bara nampaknya direspon,saat turun ke lantai bawa,aku melihat senyum mengembang di wajah kak Fya.Aku berharap kalau kak Bara mengajak kak Fya pergi bersama.


Ternyata perkiraan ku benar,kulihat sebuah mobil berwarna hitam sudah parkir didepan rumah,kak Bara keluar dari mobil dengan tersenyum manis kepada kami walaupun sangat terlihat jelas kalau itu lebih ditujukan padaku.


Kak Fya berjalan mendekat menuju ke mobil dengan senyuman yang masih terus mengembang di bibirnya,dia seakan tidak percaya kalau seorang Bara datang untuk menjemputnya..


Sedangkan aku masih tetap berdiri terpaku menunggu Bima datang menjemputku.


"Kenapa kamu hanya berdiri diam disitu ?cepatlah,nanti kita bisa terlambat.."


Ajakan kak Bara membuatku terkejut,apa dia tak mengerti dengan ucapanku kalau aku akan pergi bersama dengan Bima.


Aku langsung mengerti ketika Bima membuka kaca jendela dan melambaikan tangannya padaku...


Ternyata kak Bara tidak mau menyerah untuk mengajakku pergi bersamanya,dia berhasil membujuk Bima untuk pergi bersama.


Akibatnya,senyum merekah yang terlihat di wajah kak Fya hilang entah kemana.


Aku melangkah mendekat dengan perasaan campur aduk dan terperangah ketika kak Bara memujiku dengan bilang aku cantik malam ini.


Seharusnya kata kata manis yang keluar dari bibir kak Bara itu untuk kak Fya,mengingat dia sengaja berdandan secantik ini hanya untuk dirinya.


Aku tak bisa bernafas saat duduk di bangku belakang bersama kak Fya,dia manatapku dengan tatapan mematikan.


Apalagi dia sering melihat kak Bara sering mencuri pandang melihatku dari kaca spion.


Ketika sampai disekolah,kami berempat turun dari mobil..


Kak Bara langsung menghampiriku,tapi karna aku merasa tak enak pada kak Fya yang sedari tadi terus menghujaniku dengan tatapan mautnya..


Aku menarik tangan Bima dan mengajaknya untuk pergi lebih dulu meninggalkan kak Bara dan kak Fya.


"Maaf ya kak,kami harus buru buru,karna kami harus melakukan gladi sekali lagi sebelum acara dimulai.."


Bima yang seakan mengerti dengan apa yang ada dipikiranku langsung membalas genggaman tanganku dan mengikutiku masuk.


Mengingat dia juga mendengar ucapan kak Fya tadi siang saat kami berada di kafe.


Aku melihat ada kekecewaan yang terpancar di wajah kak Bara saat melihatku dan Bima berjalan sambil berpegangan tangan.


Tapi aku tak mau membuat kak Fya lebih membenciku kalau aku berjalan bersama dengan kak Bara.


Dia sangat berterima kasih atas penampilannya malam ini yang terlihat bagaikan seorang cinderella.


Seketika pelukannya dilepas dan melirik ke arah Bima dan aku yang datang bersamaan.


"Masih mau bilang nggak ada apa apa diantara kalian ?"


"Emang nggak ada !"


Bima hanya tertawa melihat tingkah Adel yang sudah mulai kambuh lagi...


"Kenapa datangnya bisa barengan ?"


"Kami datang berempat,sama kak Fya dan kak Bara,tapi sekarang mereka masih diluar.."


Sementara asik asiknya dengan candaan Adelia,nama para kandidat di panggil untuk mengadakan gladi sekali lagi sebelum acara dimulai.


Aku dan Bima berjalan ke atas panggung bersama dengan para kandidat yang lain.


Acara malam ini berlangsung dengan meriah,aku tak membiarkan Bima untuk jauh dariku karena aku takut kalau nanti kak Bara akan mendekatiku..


Kami semua deg degan menunggu keputusan yang akan disampaikan oleh ketua panitia yang tidak lain adalah kak Bara sendiri.


Yang menjadi pemenang untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu malam ini adalah aku dan Bima.


Sebenarnya aku tak mengharapkan untuk menjadi pemenang karena dari awal,aku hanya ikut berpatisipasi memeriahkan acara ini,siapa sangka kalau aku dan Bima yang menjadi pemenangnya.


Mahkota bergilir diletakan di kepalaku dan Bima oleh pemenang di tahun sebelumnya,kami juga mendapat karangan bunga dari para panitia lengkap dengan sebuah piala.


Semua orang bergantian naik keatas panggung untuk memberikan selamat padaku dan Bima.Adel yang paling senang,sampai dia jingkrak jingkrak tak karuan sambil memelukku..


Terdengar kembali suara kak Bara yang sepertinya ingin membuat sebuah pengumuman penting.


Kali ini,dia meminta kami semua untuk tidak bersuara.Dia memegang setangkai mawar merah dan mendekat ke arahku.Jantungku berdebar,rasa takut sekaligus gugup mulai menggelitik ku.


'kenapa kak Bara berjalan ke arahku dan menatapku dengan tatapan seperti itu ?apa yang akan dia lakukan kali ini ?' batinku didalam hati


Aku tak bisa bergerak,seluruh tubuhku menjadi kaku saat kak Bara berdiri di depanku,dia berlutut dengan satu kaki dan kaki satunya menopang tangannya yang sedang memegang setangkai bunga mawar.


"Maukah kau menjadi pacarku ?"


Mendengar kata kata yang keluar dari mulut kak Bara,semua orang kaget.Pasalnya,selama ini Barata Indrawan dikenal tidak pernah dekat dengan gadis manapun.Seorang Bara yang selalu menjadi idola di kalangan para gadis karena semua talenta yang dia miliki untuk pertama kalinya dia menembak seorang gadis,apalagi ini terkesan sangat romantis.Menembak seorang gadis di hadapan satu sekolah.


Gadis mana yang tidak akan luluh hatinya ditembak oleh seorang Barata indrawan. Yang gantengnya nggak ketulungan,tapi semua kelebihan itu tidak menjadi poin penting bagiku.Walaupun sebenarnya aku mengagumi kak Bara sejak pertama bertemu dengannya.


Aku memandang sekelilingku mencari keberadaan kak Fya,aku tau untuk saat ini,kak Fya lah yang paling terpukul dengan sikap kak Bara saat ini.


Laki laki yang dia naksir selama hampir tiga tahun menyatakan cinta padaku didepan matanya...


Entah apa yang dia rasakan saat ini....


Aku melihat ke arah Adel yang tersenyum bahagia seakan dia ingin aku menerima permintaan kak Bara..


Terakhir ,pandanganku berhenti kepada Bima yang berdiri di sampingku.Aku ingin dia menghalangiku untuk menerima perasaan kak Bara untukku.


Tak ada respon darinya,hanya sebuah tatapan kesedihan yang terpancar dimatanya.


Sebenarnya Bima ingin menghentikan semua ini kalau saja yang sedang berlutut dihadapanku bukanlah kakaknya,tapi dia juga tak tega melihat kakaknya dipermalukan didepan umum.Jadi dia tak bisa berbuat apa apa.


Untuk sekarang,keputusan berada di tanganku,aku tak bisa meminta bantuan kepada siapa pun karena ini adalah masalah hatiku sendiri...


Orang orang mulai berteriak memintaku untuk menerima cintanya kak Bara.


Aku melihat kak Bara tersenyum didepannku berharap aku menerima cintanya,tatapannya memang sangat mempengaruhiku saat ini.


dia terlihat begitu manis dengan kekonyolan yang dia lakukan saat ini,tapi mengapa terbayang wajah Bima yang ada di depanku.


Aku merasa duniaku berputar,kakiku lemas dan pandangan mataku buram,seketika semuanya gelap,aku jatuh tersungkur di lantai sebelum sempat menjawab pernyataan cinta kak Bara.Mungkin ini pengaruh karena aku belum makan dari pagi.


Bima langsung mendekat dan menggendongku berlari keruang UKS,karena saat ini aku berada dekat disampingnya.


Adel dan kak Bara juga mengikuti dari belakang...