My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Perubahan rasa...



Sudah lebih dari satu jam Bima menungguku di ruang kamar rawat inap ayahku.Dan selama itupun dia mencoba menghubungiku lewat ponsel yang tak pernah mendapat jawaban dariku karena aku tak mau menjawabnya.


"Gimana Bim,udah dijawab belum ? Bunda jadi khawatir sama Corona.Tadi itu dia pamit sama bunda buat menjemput kamu di bawah."


"Tapi aku nggak ketemu dia disana.Bunda,aku pengen tau dikamar berapa ayahnya Kenzo dirawat,siapa tau dia mampir dulu ke sana."


Tanya Bima dengan alibi kalo mungkin saja aku sedang bersama dengan Kenzo sekarang.


"Dia nggak ada disana,aku sudah ke kamarnya om Kevin,katanya Ken juga menghilang sejak satu jam yang lalu."Kata kak Ryan yang langsung duduk di sofa samping bunda duduk.


"Apa sekarang Coro sedang bersama Ken ?coba kamu hubungi Ken,siapa tau dia mengetahui keberadaan Corona saat ini,atau mungkin mereka bersama sekarang."Pinta bunda dengan wajah penuh dengan kekhawatiran menatap ke arah Ryan .


Ryan mulai menguak Atik ponselnya mencari nama Kenzo diantara deretan nama nama yang tertera di layar,sedang Bima hanya duduk dengan pandangan mata kosong menerawang membayangkan kebersamaanku dengan Kenzo.


"Halo,,,Ken.Kamu dimana ?"tanya Ryan begitu mendapat jawaban dari Ken.


"Aku sedang berada di rumahku.Kenapa kak ?"


"Apa Corona bersamamu ?"


Panggilan telepon sempat terjeda sesaat,karena Ken tak tau harus menjawab apa,disatu sisi dia tak mau berbohong dengan mengatakan kalo aku tak bersamanya, karena pasti dengan kebohongannya akan membuat semua orang semakin panik tentang menghilangnya aku.Namun sisi lain dia merasa tak enak padaku karena aku yang memintanya merahasiakan keberadaanku.


"Ken,,,kamu masih disana ?"Tanya kak Ryan sambil menatap Bima yang sedari tadi melihat ke arah kak Ryan seakan ingin merebut ponsel kak Ryan agar dia bisa bertanya langsung pada Kenzo.


"Ada apa kak ? kenapa dia tak menjawab ? tanyakan padanya apa Corona bersamanya ?"


Ucap Bima secara bertubi tubi dan terdengar jelas ditelingaku karena saat ini Ken sengaja menyalakan speaker agar semua pembicaraannya dengan kak Ryan bisa terdengar juga olehku,berhubung posisiku dan Ken sedang duduk bersebelahan.


Aku langsung mengambil ponsel yang ada di tangan Ken dan mulai berbicara dengan kak Ryan,karena aku tau kalo Ken tak akan pernah bisa untuk berbohong.


"Kak,,,,,ini aku.Aku sedang bersama dengan Ken sekarang dan aku baik baik saja.Aku hanya butuh udara segar,jadi tadi aku meminta Ken mengajakku pergi ke pantai.Kami singgah ke rumah Ken sebentar dan akan kembali lagi kerumah sakit.Maafkan coro karena sudah buat kalian khawatir."


"Nggak apa apa Coro,cepatlah kembali.Bunda sangat khawatir,disini juga ada Bima yang sudah sejak tadi menunggumu."Ucap Ryan


"Baiklah kak,sampai ketemu disana "


panggilan terputus,aku memberikan ponsel ke tangan Ken yang sedang menatapku dengan tatapan kesedihan.


Dia meletakan ponselnya di atas meja kemudian menggenggam kedua tanganku.


"Ada apa denganmu ?aku sudah mencoba untuk tak menanyakan apapun sejak tadi.Tapi aku tak bisa menahan rasa penasaran yang terus menggelitik ku untuk segera bertanya.Hal apa yang sebenarnya membuatmu menjadi seperti ini ?Aku ingin kamu menceritakan masalahmu padaku,itupun jika kamu masih menganggapku sebagai sahabatmu.Dan aku berjanji aku tak akan menceritakan pada siapa pun kalau memang itu perlu untuk di rahasiakan.Aku hanya nggak mau melihatmu seperti ini."Ucap Ken dengan wajah serius.


Keseriusan Ken malah membuatku tertawa,aku melihat sosok Adelia dalam diri Ken.Sama seperti Adel,Ken bisa merasakan kalo aku butuh seseorang untuk berbagi cerita.


"Kok malah ketawa ?Aku serius Coro."


"Siapa juga yang bilang kalo kamu becanda"


"Tapi aku senang melihat tawamu,walau aku tau kalau kamu menyembunyikan kesedihanmu dibalik tawa renyahmu.Kamu ingin menunjukan padaku kalo kamu itu baik baik saja padahal hatimu sedang terluka."Batin Kenzo dalam hati dengan ikutan tertawa bersamaku.


"Aku nggak apa apa Ken,aku hanya butuh refreshing otak sedikit.Tapi thanks karena kamu udah mau peduli sama aku,aku sangat beruntung bisa punya sahabat kayak kamu di dekatku."Ucapku seketika sembari memeluk Ken begitu tawaku menghilang dari bibirku.


"Aku hanya ingin kamu tau kalo aku akan selalu ada kapanpun disaat kamu membutuhkan seorang teman untuk berbagi semua yang kamu rasakan."Ucap Ken dengan membalas pelukanku sambil mengusap bahuku berulang kali.


"Baiklah,aku akan mencarimu kalo aku butuh tempat untuk berbagi.Asalkan tak ada yang akan cemburu nantinya.." Kataku setengah menggoda Ken.


"Siapa ?Pacar ?Hahahahhaa..."


Kali ini gantian Ken yang tertawa.


"Kalo sekarang sih emang belum punya,karena aku masih berjuang buat dapetin hatinya."


"Oooohh...Jadi sudah ketemu targetnya.Kenalin ke aku dong !siapa tau bisa jadi teman baik kayak kita."


"Nanti akan aku kenalin padamu suatu hari nanti.Tapi bukan sekarang."


"Ok..Janji yah,harus aku orang pertama yang kamu beritahu."


Ken mengangguk dengan senyuman yang menawan.


"Tentu saja kamu yang akan pertama tau,karena orang itu tak lain adalah kamu sendiri Corona,tapi kapan aku akan memberitahumu,aku sendiri pun tak tau sampai kapan aku akan memendam rasa ini dihatiku."Batin Kenzo dalam hatinya.


***


Begitu Ken membuka pintu ruangan,Bima langsung berdiri dan mencari sosokku yang berada di belakang Ken.Dia berlari memelukku tanpa mempedulikan semua orang yang menatap kami,sedang aku bersikap biasa saja dengan sedikit senyum yang tercetak di sudut bibirku.


Dalam pelukan Bima,aku melirik kearah Ken yang memalingkan wajahnya ke arah lain seakan tak mau melihat yang dilakukan Bima padaku.


"Kamu dari mana aja ?aku sangat khawatir."Ucap Bima kemudian melepaskan pelukannya.


"Aku dan Ken hanya jalan jalan sebentar,cari udara segar.Benar kan kencha ?"Kataku sambil menyenggol lengan Ken yang kebetulan masih berdiri mematung tak jauh dariku.


"Haaah,,,,iiiya."Ucap Ken kelagapan.


Bima menatap kami secara bergantian,dia tau kalau ada sesuatu yang sedang kami sembunyikan.


"Maafin Coro ya Bun,Coro udah buat bunda khawatir."Ucapku sambil memeluk bundaku dengan erat.


"Nggak apa apa sayang.Yang penting sekarang kamu ada disini dan baik baik saja."Ucap bunda yang membalas pelukanku dengan mengecup dahiku.


"Kalo gitu aku permisi dulu.Aku mau menemui ayah,takutnya dia sedang mencariku,karna aku tak pamit padanya tadi."Ucap Ken sambil menyalami bunda kemudian keluar dari ruangan dengan sempat melirik kearahku yang sedang memandangnya dan mendapat sorotan mata tak suka dari Bima saat melihat kami saling pandang.


"Bim,kamu udah makan belom ?kita cari makan yuk !"Ucapku berusaha mengendalikan diriku dengan bersikap seperti biasanya.


"Kok hanya Bima yang ditanya,kakak sama bunda juga belum makan nih !"Ledek kak Ryan.


"Beneran Bun ?sudah jam segini dan bunda belum makan ?"Tanyaku dengan wajah masam.


"Kalo gitu,aku sama Corona akan keluar membeli makanan,kita makan sama sama disini."Kata Bima dengan menggenggam tanganku mengajak keluar dari ruangan.


***


"Coro,,kamu baik baik saja ?"Tanya Bima yang sejak tadi mengamati diriku hanya duduk melamun karena menunggu pesanan makanan yang sedang dibungkus.


"Haaah,,,tentu saja.Ada apa ?"Jawabku mengalihkan pandangan menatap Bima.


"Kamu kelihatan berbeda,,,apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku ?"Tanya Bima lagi dengan tatapan menyelidik.


"Emangnya apa yang berbeda ?kenapa juga aku harus menyembunyikan sesuatu darimu !"Ucapku tanpa melihat kearah Bima karna tak bisa menyembunyikan gugupku.


"Aku mengenalmu Coro,bahkan lebih baik dari kau mengenal dirimu sendiri.Jadi kau tak bisa berbohong padaku."


Aku terkejut dengan perkataan Bima,emang seberapa jauh dia tau tentangku.Apakah dia juga tau apa tentang perubahan rasa yang terjadi padaku.Melihatnya seperti ini membuat hatiku bertambah sakit.


Andai saja kamu tau siapa aku yang sebenarnya,apakah kamu akan tetap sayang dan perhatian padaku seperti saat ini ?