My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Aksi nekat...



Aku keluar dari dalam mobil sesuai perintah Bima,aku meyakinkan diriku sendiri agar berani,toh aku merasa tak melakukan sebuah kesalahan.


Begitu keluar dari mobil,Bima berdiri tepat di depanku dengan tubuhku yang bersandar lekat dengan pintu mobil yang tertutup.Aku tak bisa maju ataupun mundur,kali ini aku benar terjepit karena Bima meletakan kedua tangannya dipundakku.


"Tunggu dulu,,,,,apa dia berencana akan mencekikku sampai mati.Mana disini sepi lagi,aku mau teriak minta tolong pada siapa"Batinku dalam hati begitu melihat sorot mata Bima yang menatapku dengan tatapan tajam sampai terasa ke dalam sanubari ku.


"Bima,,,saat ini kamu membuatku takut "


Akhirnya,sebuah kalimat berhasil keluar dari mulutku yang sedari tadi mengatup diam dengan sempurna.


Bima tak bersuara,dia menarikku kedalam pelukannya,pelukan yang begitu erat sampai aku tak bisa bernapas dengan normal.


Jantungku berdebar dengan kencang memukul rongga dadaku,pelukan Bima yang mendadak semakin membuatku merasa tertekan diantara dua rasa.Satunya rasa senang karena dipeluk orang yang aku cintai,tapi rasa yang satunya membuatku ngeri.


Aku mulai berfantasi lagi,apakah ini adalah sebuah pelukan perpisahan karena dia akan menghabisi ku di sini.


Tapi perkataan yang keluar dari mulut Bima saat ini membuatku tertegun.


"Maafkan aku,,,,,karna sudah membuatmu takut.Hanya saja aku terlalu takut kehilangan kamu"


"Emangnya aku akan menghilang kemana ?aku akan benar benar menghilang kalo kamu tak melepaskan ku dari dekapanmu,karena jujur aku mulai kehabisan napas."


Mendengar perkataan ku Bima tersadar dan langsung melepaskan dekapannya.Aku menarik oksigen sebanyak banyaknya karena tadi sempat menipis.


"Maaf,,,,maaf,,,,,,kamu nggak apa apa?"Tanya Bima dengan senyum.


"Kamu mau membunuhku yah ?"Kataku sambil menghirup napas sebanyak banyaknya dan mengeluarkannya dari mulut.


"Iya,,,"


"Hhaaaaaah"


Aku kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bima,nafasku tertahan,mataku seketika melotot dan wajahku memucat,tapi begitu melihat ekspresi ku,Bima tertawa terbahak bahak.


"Kenapa ketawa ?"


"Habisnya kamu kelihatan lucu dengan ekspresi wajah kamu yang seperti itu"


"Bimaaa,,,,,aku sedang tak ingin bercanda."


"Oke,,,oke,,,,baiklah.Tapi-"


Bima tak melanjutkan kata katanya karena dia tak bisa menahan tawanya ketika melihatku mulai tegang sendiri.Aku memukul lengan Bima dengan kencang dan itu cukup membuat dia meringis entah karena sakit atau karena apa,aku juga tak tau.Yang pasti aku bisa bernapas lega sekarang.


"Aku pikir -"


"Apa ?apa kau berpikir aku akan


membunuhmu ?Dugaanmu memang tidak salah,karna aku memang akan membunuhmu"Wajah Bima berubah sangar dan itu berhasil membuat wajahku menegang kembali.


"Tapi aku akan membunuhmu dengan cintaku."Tambah Bima lagi dengan seulas senyum candaan di wajah tampannya.


Tanpa sadar air mataku menetes dipipiku,aku mulai menangis sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.


Bima benar benar berhasil mempermainkan emosi dalam hatiku.w


Melihatku menangis Bima jadi kalut,gelak tawanya menghilang seketika,wajahnya berubah jadi sedih,dia mencoba memelukku hanya sekedar membuatku tenang,tapi dengan tegas aku menyibak tangannya hingga terlempar ke sisinya.


"Corona,,,,hey,,,maafkan aku !aku hanya bercanda"Kata Bima yang mencoba melepas tanganku yang masih melekat pada wajahku,dan mengusap air mataku dengan jarinya.


"Candaan mu tidak lucu."


"Maafkan aku,,,,apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkan aku,,,aku sungguh sungguh menyesal membuatmu sampai menangis seperti ini."


Aku tak menanggapi perkataan Bima.sekarang malah timbul ide di kepalaku untuk membalas kelakuan Bima yang sudah membuat jantungku hampir copot karena sudah berfantasi hal hal yang menyeramkan.


"Kamu sungguh mau melakukan apapun supaya aku memaafkanmu ?"Tanyaku sambil mengusap sisa air mataku.


Bima mengangguk dan menatapku lekat menunggu perintah yang akan keluar dari mulutku.


"Benarkah?"


"Hhmmmm"


"Aku punya satu pertanyaan untukmu ?"


"Apa kau mencintaiku ?"


"Pertanyaan macam apa itu,tentu saja aku mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku."


"Kalo begitu,untuk membuktikan padaku kalo kamu sungguh sungguh mencintaiku,aku mau kamu melompat dari tebing ini."


Mendengar ucapanku,Bima terhenyak dan selangkah mundur dari tempatnya berdiri.Sepertinya dia syok dengan perkataanku yang tidak kalah menakutkan.


"Apa kamu serius dengan ucapanmu barusan ?"tanya Bima dengan wajah yang menegang.


Kayaknya aku berhasil dengan serangan balasan untuk membalas lelucon Bima tadi.


ku lihat wajah Bima menatapku dengan serius,wajahnya Bima sekarang yang terlihat sangat lucu,aku ingin tertawa seperti yang dia lakukan,tapi aku mencoba menahannya.


"Apa kau sungguh ingin aku melompat ?"Tanya Bima lagi.


Aku mengangguk menandakan iya.Bima tak berkata apapun lagi,dia berputar membelakangi ku dan berjalan maju ke arah tebing,Langkah kakinya perlahan tapi pasti.


Apa benar dia akan melakukannya,aku pun tidak tau pasti,mana mungkin juga ada orang yang mau mati hanya gara gara pembuktian Cintanya.Jika benar ada,orang itu pasti sudah gila.


Jarak tebing dengan Bima semakin dekat,wajahku yang tadinya tersenyum berubah menjadi sedikit tegang.


"Ayolah Corona,cepat hentikan aku,aku tau kamu tak akan membiarkanku melompat."


Ucap Bima didalam hatinya tapi terus melangkahkan kakinya menuju tebing.


"Apa benar dia akan melakukannya ?astaga Corona,,,apa yang sudah kau lakukan,bagaimana jika Bima beneran melompat ?kau akan menjadi seorang pembunuh."Batinku dalam hati sambil terus memandangi punggung Bima yang semakin menjauh.


Ketika jarak antara Bima dan bibir tebing tinggal tersisa beberapa langkah lagi,perasaanku kalang kabut,aku berharap kalo Bima berbalik dan menyudahi lelucon ini.


Tapi nyatanya langkah Bima semakin mantap menuju ke arah tebing,malahan dia merentangkan tangannya seperti melebarkan sayap dan akan bersiap untuk terbang,dan yang pastinya akan langsung terbang ke akhirat kalo dia beneran berani untuk melompat.


Tiga langkah lagi......


Dua langkah lagi......


Daaaaannn.....


Bima menghentikan langkahnya karena dipeluk seseorang dari belakang,seketika senyuman tercetak di bibirnya,dia tau kalau aku tak akan membiarkan dirinya melakukan hal seperti itu,dia juga tau kalau aku melakukan semua ini hanya karena ingin membalas candaannya yang sudah membuatku menangis.


"Apa kamu sudah gila ?bisa bisanya kamu menuruti perkataanku."Kataku dengan isakan tangis,karena saat ini aku benar benar takut kalo Bima beneran melompat,aku tak'an bisa memaafkan diriku sendiri kalo sampe itu terjadi.


"Aku memang sudah gila,dan kali ini aku benar benar gila karena cintamu."Kata Bima sambil membalikkan badannya dan memelukku sembari mencium kepalaku.


"Kamu benar benar gila."Kataku sambil mukul dada bidang Bima dengan satu tanganku .


"Apa kau pikir aku akan memberikan kesempatan kepada kenzo untuk memilikimu !"


"Kenapa Ken ingin memilikiku ? apa semua perubahan sikapmu saat ini ada hubungannya dengan Ken ?"


Aku melepaskan diriku dari dekapan Bima dan menatap matanya meminta penjelasan.


Bima berjalan ke arah mobil dan mendaratkan pantatnya di ujung depan mobil,aku mengikutinya dan melakukan hal yang sama dengannya.


"Ada apa Bima ?apa yang mengganjal di hatimu ?jelaskan maksud kata katamu barusan."


"Corona,,,,,aku mengakui,aku sangat cemburu melihat kedekatanmu dengan sahabat masa kecilmu itu"Aku terkekeh mendengar perkataan Bima,karena aku tak menyangka dia akan jujur padaku kalo dia cemburu melihatku bersama orang lain yang tidak lain adalah sahabatku sendiri,wajahku seketika merona.


"Aku merasa kalau dia menyukaimu.Aku juga takut kau akan memiliki perasaan yang sama untuknya."Lanjut Bima lagi.


"Pada kencha ?itu nggak mungkin.Kamu pasti salah Bim,Ken nggak mungkin suka sama aku dan aku nggak akan pernah menyukainya,aku dan dia itu dekat memang udah dari Sononya.Dan sampe sekarang aku hanya menganggap Ken itu adalah sahabat masa kecilku."Jelas ku dengan sedikit gelak tawa yang terselip di balik kata kataku.


"Tapi sekarang kalian bukan bocah lagi,Coro.Sekarang kalian adalah dua orang dewasa yang dipertemukan kembali.Mungkin bagimu Ken hanya teman dari masa kecilmu,tapi bagaimana dengannya ?Apa dia juga hanya menganggapmu sebagai teman masa kecilnya ?Apakah kamu bisa pastikan selama kalian bersama tidak akan terselip sebuah rasa yang nantinya akan mengarahkan kalian untuk jatuh cinta,mengingat kalau kalian dulu pernah dekat satu sama lain."


Aku terdiam dengan seribu bahasa,kata kata Bima berhasil masuk kedalam pikiranku.


Semua kata katanya masuk diakal,kenapa aku tidak menyadarinya dari awal,bahkan Adel saja pernah memberiku peringatan tentang ini,tapi sama sekali tak ku hiraukan.


"Teruuuusss,,,,sekarang aku harus bagaimana ?"


"Aku juga nggak tau,yang pasti aku percaya dan yakin kalo kamu mampu menjaga hatimu hanya untukku.Selebihnya terserah padamu,walaupun nantinya aku akan cemburu setiap hari melihat kedekatan kalian."Rengek Bima dengan senyuman kecut yang semakin membuatku gemes padanya.


wanita mana yang nggak akan senang kalo di cemburui sama pacarnya sendiri,pasalnya kan kalo orang cemburu itu berarti tandanya cinta.Asal jangan berlebihan aja cemburunya,nanti itu juga bisa jadi alasan putusnya cinta lagi.....BENER NGGAK ???