
Saat pulang dari toko buku,aku langsung mandi dan tiduran diranjang sambil membaca buku yang tadi aku beli,jadi aku belum sempat berinteraksi dengan orang rumah,lagian aku sudah kenyang karena sudah makan tadi dengan Bima di warteg.
Karena kelelahan,aku sampai tertidur dengan buku yang terbuka di dadaku,bahkan saat bunda masuk kedalam kamarku,aku sudah tak bisa merasakannya.
Bunda mengambil buku dan menyelimuti tubuhku dengan selimut biru kesayanganku,kemudian dia turun ke meja makan,tadinya bunda ingin mengajakku makan malam bersama,dan ingin memperkenalkan seseorang padaku.Tapi karna aku sudah tertidur dan tampak sangat lelap sehingga bunda tak tega membangunkanku
"Mana Corona ?"Tanya kak Ryan ketika melihat bunda hanya turun sendiri.
"Udah tidur,tampaknya dia kelelahan."Jawab bunda sambil menarik kursi dan duduk untuk makan malam.
"Ken,apa kamu udah ketemu Ama Coro di sekolah ?"Tanya Ryan.
"Udah kak,bahkan kami sekelas."
"Dia masih bisa kenalin kamu nggak ?"Tanya bunda sambil mengambilkan makanan buat Kencha.
"Makasih bun"
"Mana mungkin dia kenal,bunda saja sampe pangling liat penampilan kamu sekarang."Kata bunda lagi dengan begitu mengagumi sosok pria tampan yang duduk disampingnya itu.
"Gimana caranya kamu bisa menurunkan berat badanmu ?"Tanya Ryan.
"Aku rajin olahraga kak,dan mengatur pola makanku"
Percakapan di meja makan hanya membahas soal perubahan seorang Kencha yang dahulunya gemuk bagaikan bola,sekarang reinkarnasi menjadi pria tampan.
***
Pagi yang cerah secerah hatiku menyambut sang mentari yang bersinar terang.Aku melaksanakan kegiatan rutinku setiap pagi,dengan sedikit nyanyian yang berkumandang saat sedang berada di kamar mandi menandakan betapa bahagianya hatiku saat ini.
Aku memakai seragam sekolah lengkap,hari ini aku ingin menggerai rambutku dan menyelipkan sebuah jepit rambut berwarna pink berbentuk stobery.
Setelah merasa sudah sempurna,aku menyambar tas sekolahku dan berjalan ke luar kamar,saat membuka pintu kamar,ponselku berdering,kulihat nama Bima terpampang disana.
"Hallo,kenapa Bim ?"Tanyaku dengan seulas senyum sumringah di bibirku.
"Coro,maaf yah,pagi ini aku nggak bisa jemput kamu.Soalnya aku mau berangkat bareng Ama kak Bara,ban motornya kempes,jadi dia pengen nebeng ama aku.Kamu nggak apa apa kan."
"Nggak apa apa,aku akan berangkat bareng kak Ryan aja."
"Kamu nggak marah kan ?"
"Ya enggak lah,masa gitu aja marah.Sampai ketemu di sekolah."
"Oke "
Begitu telepon terputus,aku memasukan ponselku ke dalam tas dan langsung turun kelantai bawah untuk sarapan pagi.
Kali ini aku beneran lapar karena semalam aku nggak sempat makan malam.
Saat keluar dari kamar,aku sempat melirik ke arah kamar tamu,tidak biasanya pintu kamar itu terbuka.
"Apakah sedang ada tamu ?"Batinku di dalam hati.
Tapi aku tak terlalu mempedulikan hal itu,yang terpenting sekarang,aku harus cepat keruang makan.Rasa lapar yang menyerangku melebihi rasa penasaran yang terlintas di pikiranku.
"Pagi bunda "Sapaku pada bunda yang sedang membantu bi Nana menyiapkan sarapan pagi.
"Selamat pagi sayang."Jawab bunda sambil memeluk dan mencium keningku.
"Kemana yang lain Bun, kok belum ada ? "Tanyaku sambil mengambil roti dan selai stroberi andalanku.
"Masih pada di kamarnya kali,bentar lagi pasti datang."Ucap bunda.
Tak berapa lama,para penghuni rumah mulai datang satu persatu,kak Fya dan yang terakhir kakakku yang super usil,siapa lagi kalo bukan kak Ryan.
Namun walaupun usil,aku sangat sayang padanya,begitu aku ingin menyapanya,aku melihat ada sosok bayangan seseorang di belakang kak Ryan.
Aku kaget sampai tersedak dengan sarapanku begitu melihat Kenzo datang bareng kak Ryan dari lantai atas rumahku.
"Pelan pelan sayang,ini minum dulu"Ujar bunda sambil memberikanku segelas air dan langsung ku minum sampai tandas.
"Kenapa dia muncul dari lantai atas rumahku,dan kenapa semua orang dirumah ini tersenyum padanya,apakah aku sedang bermimpi ?"tanyaku didalam hati.
Aku mencubit lenganku hanya untuk memastikan kalo ini bukan mimpi,tapi aku langsung meringis kesakitan dengan hasil cubitanku sendiri.Dari pada penasaran,aku memberanikan diri bertanya langsung.
"Untuk sementara,Kenzo akan tinggal dirumah kita."Jawab bunda dengan sebuah senyuman menatap Kenzo.
"Tapi Bun,kenapa dia harus tinggal dirumah kita,siapa dia ?"Tanyaku tanpa mempedulikan perasaannya
"Apa kamu benar nggak mengenalinya Coro ?"
Tanya kak Ryan yang berhasil membuat otakku berpikir dua kali lebih padat dari biasanya.
"Siapa dia ? kenapa aku harus mengenalinya ?"tanyaku dalam hati.
Seberapa kerasnya aku berpikir,aku tetap tak bisa mengingat apa pun yang seharusnya tidak ada dalam ingatanku.
"Udah deh Bun,aku nyerah.Sekarang katakan padaku kenapa kamu bisa ada di rumahku ?"
Tanyaku langsung kepada Kenzo Chandra.
"Apa kamu juga sudah lupa sama kencha ?" Tanya Kenzo alias kencha.
"Tentu saja aku ing,,,,ngat.Jangan bilang kalo kamu adalah kencha,sahabat masa kecilku."Tanyaku setengah berteriak.
Kenzo hanya mengangguk sambil tersenyum padaku,aku langsung menepuk jidatku dengan tanganku.
"Gimana bisa ?bukankah kencha dulu itu bulat kayak bakpau.Kenapa bisa jadi sekeren ini.
"Sudah,nanti entar aja lanjutin ngobrolnya,sekarang sarapan aja dulu,terus berangkat sekolah."Kata bunda
"Pokoknya kamu mesti ceritain ke aku kenapa bisa sampai berubah kayak gini."Kataku dengan senyuman bahagia karena baru bisa bertemu dengan sahabatku sejak bertahun tahun nggak ketemu.
Selesai makan,kami berangkat sekolah bareng,saat tiba di gerbang sekolah,aku turun dari mobil kak Ryan.
Bima yang sedari tadi menungguku datang, terlihat senang begitu aku turun dari mobilnya kak Ryan,tapi begitu melihat Kenzo juga turun dari mobil yang sama denganku, raut wajah Bima yang tadinya senang berubah menjadi kesal.
Bima mengepalkan tangannya,berbagai pertanyaan muncul di kepalanya.Kenapa bisa aku satu mobil dengan Kenzo ?
Saat melihat Bima,aku langsung berlari ke arahnya dengan senyuman termanis yang aku miliki,namun sesekali aku melihat kebelakang dan menatap Kenzo yang berjalan lambat dibelakang ku.
"Hai Bim,kenapa kamu disini ?"Tanyaku tanpa memperhatikan raut wajah Bima yang menegang menatap Kenzo.
Bima langsung menarikku menjauh dari Kenzo,dia membawaku ke taman yang biasa aku datangi bersamanya.
"Kenapa Bim ? ada apa ?kenapa kita ke sini dan bukan ke kelas ?"Tanyaku sambil menatap mata Bima dengan serius.
"Kenapa kamu bisa datang bareng sama Kenzo ?"Tanya Bima sambil memegang pundakku.
"Kenzo tinggal di rumahku,jadi wajarlah aku berangkat bareng sama dia ?"
"Apaaaa ? kenapa ? sejak kapan ?bagaimana bisa ?"tanya Bima bertubi tubi sehingga membuatku bingung harus menjawab yang mana dulu.
"Kenzo itu sahabatku waktu aku tinggal di Jepang,aku nggak bertemu dia sudah hampir lima tahun,aku nggak mengenali dia kemarin karna penampilan dia sekarang beda sama yang dulu. Dulu itu dia gendut,pipinya bulat kayak bakpau,sampai aku memberinya nama kencha yang artinya Ken chabi,tapi sekarang dia kelihatan lebih ganteng dari yang dulu."Kataku setengah menerawang kejadian masa kecilku bersama kencha.
"Aku nggak suka kamu dekat dekat sama dia."Ujar Bima dengan tatapan memohon agar aku mau menurutinya.
"Tapi dia itu sahabat aku,masa iya aku nggak boleh dekat sama dia."
"Persahabatan bisa berubah jadi cinta coro,apabila sering bersama.Apalagi sekarang kamu tinggal serumah sama dia "
"Ya nggak mungkin lah,aku kan cintanya sama kamu "
"Masih mau bilang cinta sama aku setelah tadi udah muji sahabat kamu ganteng."
"Jadi sekarang seorang Bima sedang cemburu nih ?"
"Masa aku nggak boleh cemburu sama pacar sendiri !"
Aku menggenggam tangan Bima dan mencium punggung tangannya.
"Aku berjanji untuk selalu cinta hanya pada Bimantara seorang."
"Janji "
"Aku berjanji dan sampai saat ini aku belum pernah melanggar janjiku."
Akhirnya senyum yang selalu ingin kulihat di wajah Bima terukir dengan indah di bibirnya yang seksi,kami tertawa bersama dan berjalan menuju ke kelas karena bel jam pertama sudah berdentang dengan keras.