My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
bertemu dia lagi......



Pria itu langsung berdiri dan berjalan meninggalkanku dan Adel yang duduk diam terpaku tanpa sedikit pun melihat ke arah kami.


Aku saja yang punya begitu banyak pertanyaan untuknya tak mampu bersuara saat melihatnya pergi meninggalkan ruangan UKS.


"Itu pria yang sedang aku bicarakan tadi..."


Adel bersuara dengan nada pelan....


 "Bicara apa ?pria siapa ?aku nggak ngerti,Del."


"Kamu mulai lagi,deh.Itu pria yang membawa kamu kesini saat kamu pingsan tadi...."


 


Aku tak merespon perkataan Adel,tapi pikirankku mulai komat Kamit tak karuan..


'*K*enapa dia selalu ada di dekatku ?siapa dia sebenarnya ?' aku bekata tanpa suara....


 "Hellooooo,,,,,kamu dengar nggak sih ?" Adel mulai menggoyangkan tangannya didepan wajahku yang sedang melamun...


"Iya,,,aku dengar.Tapi siapa dia Del ?"aku merapikan rambutku yang panjang dan bangun dari ranjang.


"Eeee,,,,mau kemana nona iseng ?tunggu aku !"Adel mengikuti langkahku berjalan keluar ruangan.


 


"Aku harus menemui pria itu,ada banyak hal yang mau aku tanyakan padanya..."


"Emangnya mau nyari dimana,namanya saja kita nggak tau.Lagian,siswa yang ada di sekolah ini tu banyak,kamu mau keliling seantero sekolah hanya untuk mencari seorang pria ?kayaknya,otak kamu emang sudah gesrek.."Adel terus saja ngomong sepanjang koridor sekolah,aku sampai puyeng mendengarnya....


 


Adel menabrak belakangku yang tiba tiba berhenti mendadak saat kami sampai di depan pintu ruangan AULA sekolah tempat siswa baru menerima materi dari panitia MOS yang tidak lain adalah Kakak kelas 2 dan 3.


Aku melihatnya ada di sana,dia duduk diantara para siswa baru...


"Kalo mau berhenti bilang bilang dong,sakit tau....!!"Adel ngomel sambil memegang kepalanya yang sakit karena menabrak pundakku.


Suara Adel yang cempreng berhasil mendapat perhatian dari seluruh siswa yang ada di dalam ruangan.Alhasil,pandangan semua mata tertuju pada kami yang sedang berdiri mematung di depan pintu...


Saat menyadari kalo kami diperhatikan banyak pasang mata, Adel mulai salting..


"Gimana ini,Lia ?kaki aku gemetar."Bisik Adel dengan suara yang hampir tak kedengaran..


"Udah tenang aja, ada Cornelia di sini.Semua masalah pasti beres,cukup pasang senyuman termanis yang kamu miliki dan tetap tenang..."


"Kamu tu yah,disaat genting begini masih bisa becanda...!!"


"Ssshhhtttt,,,,diamlah dan mulailah tersenyum..."


Aku melihat ke arah kak Bara dengan senyuman termanis yang aku miliki sedangkan Adel lebih terlihat nyengir dari pada tersenyum,padahal senyumannya itu manis loh,kalo di lakukan didepan cowok yang dia naksir ....


"Kenapa berdiri saja disana ?cepat masuk dan gabung sama yang lain..."


Perintah kakak kelas cewek yang mungkin adalah salah satu panitianya.


Adel berjalan setengah berlari untuk bergabung,sedangkan aku berjalan perlahan dengan pandangan mengarah kepada pria misterius itu yang sama sekali tak terpengaruh dengan keributan yang terjadi saat ini.


Selama menerima materi aku tak bisa fokus karena pikiranku hanya tertuju pada pria itu,pria yang super duper cuek dan tak pernah melihat ke arahku walaupun sekali,padahal banyak para siswa cowok yang terus saja memperhatikanku sedari tadi,termasuk kak Bara.


"Siapa diantara kalian yang bernama Cornelia onaka ?"


Namaku dipanggil sampai dua kali dan aku tak menyadarinya sampai tepukan Adel mendarat di lenganku karena mencoba menyadarkan ku dari lamunan konyol yang sedari tadi melayang layang dikepalaku...


"Namamu dipanggil,Lia....!!"


"Haaaa.....!!"Aku kaget dan langsung melihat kedepan.


 


"Kamu lagi mikirin apa sih...??"


Aku mengangkat tanganku untuk menyatakan kehadiranku.


"Majulah kedepan."Perintah salah seorang panitia MOS.


 


"Siapa ?akuuu ?"aku menunjuk diriku sendiri...


"Iya lah,kamu.Emang siapa lagi ?kan nama kamu yang dipanggil,masa aku yang maju....!!"Adel berbicara pelan di telingaku dengan nada gregetan..


Karna posisi kami sedang melantai makanya aku langsung berdiri dan berjalan maju kedepan...


Sesampainya didepan,kak Bara berdiri di sampingku dan menyuruhku memperkenalkan diri...


"Karna tadi kamu nggak ada saat proses pengenalan diri,jadi sekarang giliranmu...!!"


Aku melihat sekeliling ruangan,ada beberapa orang kakak kelas cewek yang memasang wajah masam karena melihat kak Bara bersikap baik padaku..


Tapi untungnya aku nggak demam panggung.


jadi aku bisa santai dan nggak salting...


"Hallo teman teman..."Sapaku santai dengan seulas senyuman.


"Halllllooooooo,,,,,,,,,"teriakan dari para siswa cowok membuatku menghentikan kata kataku..


Bahkan ada yang sampai mengeluarkan bunyi peluit dari mulutnya...


"Ssshhhtttt,,,,,,tenang dulu.Gimana dia mau perkenalkan dirinya kalo kalian pada ribut..."Kata kak Bara berusaha menenangkan siswa yang ribut.


"Hhhhuuuuuuuuuu......"Siswa yang cewek tak mau kalah...


"Sudah,,,,sudah,,,,,silahkan lanjutin lagi."Kak Bara melihat ke arahku dengan tersenyum.


Sementara aku memperkenalkan diriku,ada dua orang siswa yang sedang beradu mulut diantara kerumunan siswa baru tapi nggak sampai kedengaran didepan.


"Cantik bener nih cewek,pokoknya dia harus jadi pacarku..."Kata Reno sambil melihatku tanpa berkedip.


"Enak aja kamu,,,,,langkahin dulu mayatku.Sejarah kan aku lebih ganteng dan lebih ok,pastinya aku yang bakalan dipilih " tukas Raka yang tak mau kalah dari saudara kembarnya...


"Nggak bisa,,,,,aku yang duluan melihatnya jadi dia harus jadi pacarku...!!"


"Duluan gimana ?aku yang duluan lahir dari kamu jadi kamu harus ngalah...."


"Beriiiisiiiiiikkkk...."


Mereka berdua terdiam saat beberapa temannya berteriak bareng....


Tapi berbeda dengan pria yang membuatku penasaran.Dia hanya diam dan mengumpat dalam hati melihat tingkah konyol kedua saudara kembar itu....


'*W*ajahnya saja sama,mana ada yang lebih ganteng,main bilang kalo harus jadi pacar mereka, lagi....!!emangnya Corona mau,apa....?!dasar stupid tingkat oon...'


Selesai memperkenalkan diri,aku kembali duduk dan tak lama setelah itu bel istirahat berbunyi,kami diizinkan keluar ruangan untuk makan siang tapi dengan tugas mengumpulkan tanda tangan mulai dari kepala sekolah, staf pegawainya,semua guru bidang study pelajaran.,sampai dengan kepengurusan OSIS dan itupun kami hanya diberikan waktu tidak kurang dari enam puluh menit.....


Semuanya berhamburan keluar ruangan dan langsung sibuk dengan mengumpulkan tanda tangan,sementara adel sedang menungguku memasukan barang barangku kedalam tas...


"Liaaaa,,,,cepetan dong.Waktu kita nggak banyak,mana aku pake acara lapar segala,lagi..!!"Celoteh Adel yang sedari tadi nggak bisa diam.


"Jangan panik,Del.Hal pertama yang harus kita lakukan itu adalah makan,kamu tau kenapa ?karna berburu tanda tangan itu membutuhkan tenaga extra.Bener nggak...??"


Kataku santai sambil memandang adel.


"Bener banget..."Suara kak Bara tiba tiba terdengar karena dia sedang berada di belakang kami berdua...


"Eh,,,,kak."Sapaku sekedar basa basi.


"Gimana kepala kamu,apa masih pusing...??"


Tanya kak Bara sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri...


Aku menatapnya dan menyambut uluran tangannya...


"Kalo masih pusing,Lia nggak bakalan ada disini,kali.Mungkin lagi bobo manis di UKS ..!!"Adel mulai komat Kamit sendiri tapi dengan nada suara yang pelan...


Kak bara menarik tanganku terlalu kuat,sehingga aku menabraknya sehingga aku langsung mundur lagi kebelakang...


"Dasar modus.."Adel komat Kamit lagi...


"Maaf.."


Aku dan kak Bara sama sama mengucapkan kata maaf dan kemudian tertawa bersama....


"Gimana kepala kamu,masih pusing nggak..??"Kak Bara mengulang lagi pertanyaannya..


"Nggak lagi,sekarang aku sudah baikan"


 "kalo gitu,aku minta maaf ya."


 


"Minta maaf kenapa ?"tanyaku heran.


"Aku yang tadi melemparkan bola ke arah kamu.Tapi sumpah,aku nggak sengaja...!!"


Kak Bara mengangkat dua jarinya ke udara.


"Sudahlah,nggak apa apa.Lagian kan sekarang aku udah nggak kenapa Napa..."Aku tersenyum melihat kak Bara bersikap seperti itu...


 "Hellllooooo,,,,aku ada disini Loh dan waktu terus berjalan,Lia..!!"Adel mulai kesal karena dicuekin...


 


"Maaf,,kalo gitu aku pergi duluan ya,selamat berburu tanda tangan.Sampai ketemu lagi..!!"Kata kak Bara


Sebelum pergi kak Bara tersenyum padaku


dan aku masih terpaku sambil senyum senyum sendiri...


Dari kejauhan sepasang mata terus melihat ke arahku semenjak aku ngobrol sama kak Bara.Saat aku menyadarinya,aku menengok kearah orang itu berada,kulihat pria itu lagi...


Tatapan kami bertemu tapi tak berlangsung lama karena dia langsung berbalik dan pergi menjauh dan itu membuat dadaku sesak bernapas karena semakin penasaran......