My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Tupperware pink berbentuk hati....



Bima melihat Bara berjalan memasuki pekarangan rumah,dia tau kalau kakaknya itu habis dari rumahku tapi dia tetap ingin bertanya dan mencari tau kenapa kakaknya ke sana..


"Bim,kamu lagi ngapain malem malem diluar rumah ?"Tanya Bara ketika melihat Bima di depan teras rumah.


"Lagi cari udara segar,kakak dari mana ?"


"Dari rumahnya Fya pengen ngerjain tugas kelompok,tapi Fya nya nggak ada dirumah.Kalo gitu kakak masuk duluan,jangan kelamaan diluar entar masuk angin..."


"Ok kak,bentar lagi aku masuk..."


Bima menatap Bara yang tersenyum bahagia seperti habis memenangkan sebuah lotre berhadiah jutaan saat masuk kedalam rumah.


Sesaat kemudian Bima masuk kedalam rumah dan langsung naik kelantai dua menuju kamarnya.Dia mulai mengambil alat alat untuk melukis dengan mencampur warna warna yang akan digunakannya...


Dia mulai mengayunkan kuasnya diatas sebuah kanvas putih,menuangkan imajinasinya dengan lihai.


Entah sudah berapa banyak lukisan yang Bima lukis.Yang pasti setiap dia merasakan atau mengalami sesuatu,dia selalu menuangkannya lewat kanvas.


Semua lukisan tertata rapi di dalam kamarnya,bahkan dia melukis pertemuan pertama kami dan menggantungnya di dinding kamarnya.


###


"Selamat pagi semua !"Sapaku yang baru tiba diruang makan dan langsung mencium pipi bunda dan ayah secara bergantian...


Aku langsung duduk di meja makan bergabung dengan yang lain, mengambil beberapa potong roti dan mengolesnya dengan selai stroberi kesukaanku dan memasukan dua potong roti di Tupperware mini berwarna pink berbentuk hati yang selalu menjadi Tupperware kesayanganku yang selalu ku bawa untuk kotak bekal makan siang semenjak masih duduk di bangku SMP...


"Bawa bekal lagi nih,atau buat pacarnya yang Datang semalam yah ?"ledek kak Ryan yang langsung disambut tatapan sebel dariku.


'Apa ?Corona punya pacar ?'Batin Fya yang pura pura nggak ambil pusing dengan pembicaraan kami tapi tetap memasang antena pendengaran untuk menyimak semua pembicaraan.


"Jangan mulai lagi deh kak, ini buat temannya Coro.Teman spesial tapi bukan pacar...."


"Terus si ganteng yang datang semalam itu siapa ?"Ledek kak Ryan lagi...


"Apaan sih,itu kak Bara temen sekelasnya kak Fya.Oh ya kak Fya,semalam kak Bara datang nyariin kakak,tapi Coro bilang aja kakak lagi kerumah temen kakak buat kerjain tugas kelompok..."Jawabku sambil melahap sarapanku bersama minum segelas susu stobery...


'Jadi semalam bara datang ? tumben tu anak nyariin aku,kenapa yah ?'batin Fya.


Selesai sarapan Aku dan kak Fya berangkat ke sekolah bareng sama kak Ryan,mumpung pada hari ini kak Ryan lagi bawa mobil karena biasanya dia naik motor,lagian juga searah sama kampusnya.


Dalam perjalanan aku melihat Adel yang sedang berdiri di pinggir jalan.Aku meminta kak Ryan untuk berhenti dan mengajak Adel kesekolah bareng.


🌼🌼🌼


Jarum jam masih menunjukan pukul 6:45 ketika kak Ryan menurunkan kami sampai di depan gerbang sekolah.Kadi Aku sama Adel masih punya kesempatan untuk mampir melihat kakak kakak kelas 3 bermain basket di lapangan...


Hari ini memasuki hari kedua kami MOS. Sesuai dengan hukuman yang didapat kemarin karena tidak mengumpulkan tanda tangan dengan lengkap,empat orang yang kena hukuman harus membuat dekorasi untuk pelaksanaan kontes cempaka yang selalu diadakan di akhir kegiatan MOS....


Aku sama Adel mengambil tempat duduk di sudut lapangan karena aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi.Aku harus masuk ruang UKS karena tertimpuk bola...


Kedatangan kami mendapat sorotan dari beberapa pasang mata,khususnya Bara.


Dia jadi tambah semangat menunjukan kemampuannya dalam bermain bola basket...


Sesekali tatapan mataku dan Bara bertemu diakhiri dengan sebuah senyuman yang tersungging manis di bibirnya.


Adel sampe senyum senyum sendiri karena melihat gelagat kami.


"Lia,kayaknya kak Bara suka deh sama kamu...!!"


"Apaan sih,,jangan ngawur.Kak Bara itu gebetannya kak Fya,aku nggak mau membuatnya tambah benci sama aku...!!"


"Tapi hati tu nggak bisa dipaksakan,walaupun kak Fya suka,kalau kak Baranya lebih milih kamu gimana...??"


"Nggak tau ah,,aku nggak mau mikirin yang gituan,,ribeettt.Yang mau aku pikirin sekarang belajar supaya bisa lulus dengan predikat yang baik dan masuk ke universitas kesenian di jogya..."


"Kalau kak Bara sekarang deketin kamu gimana ?"tanya Adel yang melihat Bara sedang berjalan semakin mendekat kearah kami.


"Adeeelll,,,,,,,sudah aku bilang aku nggak mau bahas itu lagi,ini aku bawain-!!"kataku sambil mengeluarkan tupperware dari dalam tas yang kubawa dari rumah,Kata kataku tidak sempat diteruskan karena Bara keburu duduk disamping kami.


"Haaai,,,,,selamat pagi.Wah kotak bekal,buat aku kan ?kok kamu tau kalo aku belum sarapan dari rumah?"kata Bara yang langsung menyambar Tupperware dari tanganku.


Emang aku bawa bekal buat diberikan kepada seseorang,tapi itu buat Adel.Aku merasa nggak enak kalau kak Bara tau itu bukan untuknya,aku nggak mau buat kak Bara malu.Apalagi sekarang ada beberapa pasang mata yang melihatnya walaupun dengan tatapan yang tidak mengenakkan saat dipandang.Mungkin mereka cemburu kali liat kak Bara dekat dekat Aku dan Adel.


Terukir sebuah senyum dibibir Bara hanya dengan melihat Tupperware berbentuk hati berwarna pink yang dikiranya sengaja aku bawakan untuknya.


"Baraaa ayo,,,,,bentar lagi bel masuk berbunyi...!!Teriak Aldi dari tengah lapangan.


Bara harus siap siap karena dirinya akan menjadi panitia MOS lagi setelah bel masuk.


"Maaf ya Del,tadi itu sebenarnya buat kamu,tapi sekarang diambil sama kak Bara.Kamu sih,nggak bilang kalo kak Bara tadi jalan kesini...!"


"Tadi kan aku sudah bilang,kalo kak Bara deketin kamu !tapi katanya kamu nggak mau bahas dia lagi,terus salah aku dimana...??"


"Tapi harusnya kan lebih spesifik lagi beri tahunya.Seperti,Lia,,kak Bara lagi jalan kesini.Jadinya aku bakalan lebih nge....!!"


"Udah ah,,,,,aku lagi males becandanya.Cacing cacing ini udah main musik di dalam perutku...!"Kata Adel sambil memegang perutnya...


Aku berusaha membujuk Adel yang ngambek karena bekal buat sarapannya diambil sama kak Bara.


Tapi seolah ada sang dewa penolong,,


si kembar Reno dan Raka menghampiri kami dengan setumpuk makanan ringan.Mereka berebutan mencari perhatianku seperti biasanya.


"Hai cantik,,belum sarapan kan ?ini aku bawain roti coklat buat kamu.Ada susunya juga supaya kamu lebih manis kaya rasa coklat...!"Kata Raka sembari menyodorkan roti sama susu kotak ke tanganku.


"Jangan mau ! ambil punyaku saja,


lebih enak..."Kata Reno juga tak mau kalah dari saudaranya itu...


Tanganku menjadi penuh dengan makanan yang di bawakan si kembar....


"Helooo,,,,,,,,,yang laper disini tuh aku bukannya Lia.Gimana sih ?"Kata Adel pelan sambil menelan ludah dan memegang perutnya yang keroncongan melihat kearah makanan yang ada di tanganku.


Sedangkan kedua saudara kembar itu tetap bertengkar seperti biasanya...


"Sudah,,,,,jangan berantem.Apa kalian nggak capek berantem terus ?semuanya aku ambil,entar yang lainnya aku simpan buat makan siang.Puaaass,,,,,,,?"kataku sambil menarik tangan Adel meninggalkan mereka...


"Eeehhh cantik mau kemana ?"


"Emangnya kalian budek yah,nggak denger suara bel masuk.Ganteng ganteng kok budek !!"ujar Adel sambil melihat kedua saudara kembar itu tapi tetap bersyukur berkat mereka Adel bisa sarapan enak.


"Tapi untuk ini makasih yah...!!"Tambahku dengan melempar senyuman manis pada keduanya yang membuat keduanya sampai melongo karena terpesona...


🌼🌼🌼


Saat sedang duduk di bangku koridor sekolah, Bara menatap tempat makan yang ku berikan padanya atau lebih tepatnya lagi, diambil sendiri oleh Bara karena kepedean kalau aku sengaja membawa itu untuknya..


Senyumnya mengembang seperti bunga yang sedang merekah.Tiba tiba Bima datang dan mengambil tempat makan itu dari tangan Bara.


"Apa ini ?dari pacar yah ?"Bima merampas lalu membukanya tapi langsung diambil lagi oleh Bara...


"Jangan Bim,,,,ini dari orang yang spesial...!!"Ucap Bara dengan senyuman yang tetap mengembang dan raut wajah yang sudah berubah merah karena malu malu meong.


Bara berhasil merebut tempat makan itu dari Bima,mengeluarkan isinya dan menatapnya sambil senyum senyum sendiri...


"Kenapa hanya diliatin,kalo nggak mau dimakan buat aku aja.Lagian kakak juga nggak suka sama stobery,jadi buat aku aja...!!"Kata Bima yang ingin merampas roti buatanku tapi langsung ditepis oleh tangan Bara yang satunya...


"Kalo yang ini pasti aku makan Bim...!!"Kata Bara sambil melahap roti buatanku dengan cepat takut kalo dirampas lagi sama Bima.


Bara lupa kalo dirinya tak mampir ke kantin buat beli minuman karena tersihir dengan tupperware yang ada ditangannya.


Makanya karna terlalu cepat melahap roti itu Bara tersedak dan batuk batuk.


Bima berlari untuk mencari air tapi sebuah teh kotak sudah berada didepan wajah Bara.


Tanpa melihat siapa yang memberi,dia langsung mengambilnya dan meminumnya...


"Makasih ya Fy,,untung aja ada kamu.Coba kalo nggak,aku bisa mati tersedak..!!"


Kata bara mendongak menatap Fya sambil meneguk sisa teh kotak yang diminumnya...


Sebenarnya Fya membawa teh kotak itu memang untuk Bara karna dia tau kalau Bara habis bermain basket tadi pagi,sekalian dia mau bertanya kenapa Bara datang mencarinya semalam.


Tapi begitu melihat Tupperware yang di pegang Bara,wajah Fya yang tadinya bersinar bahagia perlahan meredup seketika.


Dia tau kalau tupperware itu milikku karena dia melihatku membawanya tadi pagi.


'Jadi orang spesial yang kamu maksud itu adalah Bara.Jangan bilang aku tidak memperingatkanmu Coro...!'Batin Fya dalam hatinya.


"Heeeiii,,,,Fy.Kamu nggak apa apa ?"tanya Bara membuyarkan lamunan Fya.


"Haaaa,,,,nggak apa apa...!!"


"Makasih ya buat minumannya,aku ke ruangan AULA dulu....!"Kata Bara sambil menepuk bahu Fya dan hanya di balas Fya dengan senyuman yang dipaksakan..