My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Kenzo Chandra...



"Kamu ngapain jemput aku ?"tanyaku sambil terus mendorong Bima sampai depan pintu rumah.


"Aku kan pacar kamu,masa pacar nggak boleh jemput pacarnya sendiri !"Jawab Bima sambil berbalik melihatku.


"ssshhhttt,jangan kencang kencang "


"Emangnya kenapa ? memang sekarang kan kita pacaran !"


"Iya,aku tau.Tapi apa harus semua orang tau,malu tau!"


"Jadi kamu malu jadi pacar aku ?"tanya Bima dengan raut wajah yang kelihatan kesal.


"Bukan gitu,aku hanya-"


"Loh,kok masih disini ?"Tanya kak Ryan yang udah nongol di depan pintu.


Aku langsung mengambil helm dan naik di motor Bima,aku nggak mau kalo sampe kak Ryan ngomong macem macem yang bakal nambah kekesalan Bima.


"Iya..Iya,ini juga sudah mau berangkat kok."Kataku setengah jutek karena menangkap aura ingin meledek dari kak Ryan.


"Kami duluan kak."Ucap Bima sambil membunyikan klakson sebelum memacu motornya membelah jalanan menuju ke sekolah.


Dalam perjalanan,Bima tak berbicara apa pun,dia tetap diam.Masa iya baru hari pertama jadian udah berantem hanya gara gara masalah nggak jelas.


"Pegangan,entar jatuh."Ucap Bima memecah kesunyian dengan senyuman kemenangan di bibirnya karena melihat wajahku yang cemberut lewat kaca spion motornya,karna sebenarnya dia hanya menggodaku tadi.


Aku memegang ujung jaket dipinggang Bima,tapi dengan cepat tangannya menarik tanganku untuk merangkul pinggangnya,aku tak bisa menarik tanganku karena Bima menahannya dengan tangannya,sedangkan tangan yang satunya memegang kendali motornya.


Begitu memasuki gerbang sekolah,banyak mata yang melihat ke arah kami.


"Bukankah itu pasangan yang menang dikontes cempaka,apa sekarang mereka pacaran ?"


"Bagus dong kalo gitu,mereka tampak serasi,yang satu cantik dan satunya ganteng"


Tapi nggak semua orang berpikiran begitu,Disana ada Tasya yang memperhatikan kami dari jauh,dia sudah menyukai Bima sejak pertama masuk sekolah,tapi Bima tak merespon.


Bima memarkirkan motornya di parkiran sekolah,aku turun dan langsung memberikan helm pada Bima,aku melihat wajah Bima tampak datar tanpa senyuman di wajahnya.


Apakah Bima marah kepadaku ?aku tau apa yang harus aku lakukan supaya dia tidak ngambek lagi,seketika timbul ide gila dalam kepalaku.


Saat akan meninggalkan tempat parkir untuk menuju ke kelas,aku memberanikan diri menggenggam tangan Bima dan menariknya berjalan bersama menuju kelas,ini bisa membuktikan kalau aku nggak malu jadi pacarnya seorang Bima Indrawan.


Bima terkejut begitu tangannya ku genggam,dia berhenti dan menatap ke arahku yang berada didepannya,dengan sedikit senyuman yang berusaha dia sembunyikan.


Begitu menyadari kalau tanganku ditarik,aku menoleh kebelakang menatap Bima,tapi dia hanya mengangkat kedua alisnya seakan bertanya,apa yang sedang kulakukan ini.


"Kenapa berhenti ?apa salah kalo pacar mengenggam tangan pacarnya ?atau kamu malu jadi pacar aku ?"Tanyaku seakan memasang wajah cemberut yang dibuat buat seraya ingin melepaskan tanganku dari genggaman tangan Bima.


Bima tertawa dan menarik tanganku lagi,akhirnya kekonyolan ku bisa membuat senyuman Bima kembali,walaupun saat ini aku benar benar sangat malu.


Bima seakan tak percaya kalau aku mampu mengimbangi lelucon yang dia buat saat berada di rumahku tadi pagi.


Ternyata kejadian ditempat parkir sempat direkam oleh salah satu teman kami,dan dia langsung megupload di akun Instagram miliknya.


Alhasil,semua orang menatap ke arahku dan Bima saat sedang berjalan melintasi koridor sekolah,aku sempat risih dengan tatapan semua orang yang melihat kearah kami.


"Liaaaaaaa"teriakan Adel menggema di sepanjang koridor sekolah.


Bima tertawa begitu melihat Adel yang berlari ke arah kami,aku ingin melepaskan genggaman tanganku,tapi Bima malah semakin menggenggam tanganku dengan erat,seakan dia ingin menunjukan pada Adel,dan membuatnya semakin penasaran.


"Wah,,ternyata benar yang beredar."Tukas Adel saat melihat kami berdua bergandengan tangan,dengan menutup mulutnya dengan tangan seakan tak percaya.


"Apanya yang beredar ?"tanyaku penasaran.


Bima mengangkat tangan kami yang sedang bertaut,rupanya Bima sudah menyadari kalau para siswa menatap kami karena melihat postingan di Instagram,makanya dia hanya tersenyum saat berjalan tadi di sepanjang koridor,sedangkan aku terus saja menunduk karena menyembunyikan rasa Malu ku.


Adel menarikku menjauh dari Bima,seakan dia ingin menyekapku untuk mencari informasi yang lebih akurat,sedangkan Bima harus rela melepaskan genggaman tanganku begitu dia melihat Bara menatap kami dari koridor yang berada di sebrang bangunan.


Tatapan mata kedua kakak beradik itu bertaut,sebenarnya Bima nggak mau membuat kakaknya sedih,karena dirinya tau kalau kakaknya menyukaiku,dan ini untuk pertama kalinya kakaknya menyukai seseorang.Hanya saja dia juga tak bisa membohongi perasaanya,sudah sejak lama Bima suka padaku,bahkan sebelum Barata bertemu denganku.


Dari tempat lainnya,Fya sedang berdiri menatap Bara dan Bima yang sedang beradu mata,sebuah senyum sinis tersungging di sudut bibirnya seakan merasakan akan terjadi suatu badai yang besar antara kedua kakak beradik itu,tapi dia juga lega karena aku sudah bukan ancaman lagi baginya.


Sementara di dalam kelas,Adelia menatapku dengan pandangan seperti sedang menginterogasi seorang penjahat yang ketangkap basah sedang melakukan kejahatan besar,ditambah lagi dengan kedua asistennya sikembar Raka dan Reno yang sedang menatapku dengan pandangan kesedihan, sekarang mereka tak bisa lagi menggodaku karena aku adalah pacarnya Bima.


"Lia,apa sekarang kamu dan Bima berpacaran ?"Tanya Adel sambil menatap tajam kearahku yang sedang sibuk mengeluarkan buku matematika karena bel jam pelajaran pertama sudah berbunyi.


"Menurut kamu ?"Tanyaku dengan menggoda Adel.


"Pokoknya entar pas istirahat,kamu harus jelasin Ama aku."Tukas Adel yang melirik ke arah Bima yang baru masuk ke dalam kelas dan lewat di depan meja kami sambil tersenyum kepadaku dan Adel.


Tak lama setelah bel berbunyi,Bu Dian masuk ke dalam kelas bersama seorang siswa laki laki yang membuat para siswi menatap kagum,apalagi Adel.Matanya sampai tak berkedip begitu melihat laki laki yang berdiri didepan kelas.


"Anak anak,hari ini kalian mendapatkan teman baru,dia adalah siswa pindahan dari kota xx.Silahkan perkenalkan dirimu."Kata Bu Dian sambil meletakkan bukunya di atas meja guru.


Kami semua menunggu siswa baru itu untuk memperkenalkan dirinya.


"Hallo teman teman,Kenalkan namaku Kenzo chandra,aku orangnya senang berteman,apalagi sama yang cantik cantik,senang berkenalan dengan kalian."Kata Kenzo yang kemudian disuruh duduk oleh Bu Dian.


Saat mengatakan yang cantik cantik tadi,Kenzo melihat ke arahku,tapi aku langsung menundukkan pandanganku.


Saat ini dia sedang duduk di belakangku dan adel,karena memang hari ini Doni nggak masuk sekolah sehingga tempat duduknya kosong.Sedangkan Bima sudah terlanjur mengambil tempat duduk paling belakang sejak awal masuk kelas.


Mata Adel terus memperhatikan Kenzo sejak pertama masuk kedalam kelas tadi,bahkan Adel sangat senang begitu tau kalau Kenzo duduk di belakang kami.


"Li,Kenzo ganteng banget,dia mau nggak yah jadi pacarku ?"tanya Adel dengan suara pelan,tapi aku yakin kalo Kenzo mendengar perkataan adel karna kulihat dia tersenyum sambil menatap Adel.


"Ssshhhtttt,apaan sih Del,malu maluin deh."Ujarku yang gerget melihat tingkah Adel yang sok genit.


Ketika pelajaran usai,Adel langsung berbalik kebelakang dan menyapa Kenzo.


"Hai,aku Adel,kuharap kita bisa menjadi teman baik,tapi kalo lebih dari temen juga nggak apa apa."Kata Adel keganjenan.


Aku yang mendengarnya mencubit lengan Adel yang langsung disambut dengan ringisan Adel yang mengeluh kesakitan,tapi Kenzo hanya tertawa melihat tingkah konyol Adel.


"Hai juga,aku kenzo.Tapi panggil aja Ken."Katanya membalas sapaan Adel,tapi melirik ke arahku.


Semenjak kedatangan Kenzo,Adel jadi lupa sama interogasi tentang aku dan Bima,dia jadi sibuk mencari perhatian Kenzo.


Bima datang dari arah belakang dan mengajakku ke kantin bareng,tapi Adel bahkan tak menyadari ketika aku beranjak dari sisinya,karena dia begitu terpesona dengan yang namanya Kenzo Candra.