My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Satu kelompok...



Suasana kantin sangat ramai.Semenjak bel istirahat berbunyi,rata rata hampir semua siswa langsung keluar dari kelas untuk mengisi perut di kantin.


Disinilah aku berada,duduk dikantin yang penuh sesak dengan siswa yang lainnya yang saling berebutan tempat duduk,entah kenapa saat ini kantin begitu ramai,untung saja aku dan bima datangnya lebih awal,jadi kami bisa duduk di sudut kantin yang kebetulan emang dipasang kipas angin di area itu,jadi agak adem sedikit.


"Boleh gabung nggak ?"tanya Tasya yang datang dengan segelas orange jus ditangan kanannya dan sepiring kentang goreng di tangan kirinya.


"Tentu aja boleh.Sini sya,duduk dekat aku aja,soalnya disitu tempat duduknya Bima."


Kataku sambil mempersilahkan Tasya duduk,sebenarnya tempat duduk itu aku siapin buat Adel,tapi karna dia nya nggak nongol nongol,makanya aku berikan sama Tasya.


"Emangnya Bima kemana ?"Tanya Tasya sambil menaruh makanannya di meja dan duduk manis disamping aku.


"Bima lagi pesen makanan,aku disuruh jaga tempat biar nggak diambil sama yang lain."


Kataku sambil menunjuk kearah Bima yang sedang antri di stan yang jualan bakso.


Dari pintu masuk kantin,Adel sedang mencariku dengan menyapu pandangannya ke seantero kantin.


"Liaaaaaa...."Panggilnya dengan keras begitu dia melihatku ada disudut kantin.Aku sampai malu karna diliatin para penghuni kantin,dia berjalan mendekat ke arahku dengan seseorang yang tidak lain adalah Kenzo.


"Li,aku sama Ken gabung yah ?"tanya Adel yang langsung main duduk dengan menarik tangan Kenzo untuk ikutan duduk di sampingnya.Alhasil,Bima udah nggak kebagian tempat duduk,karna dalam satu meja hanya tersedia empat kursi,tapi aku juga nggak enak kalo harus menolak mereka untuk gabung.


"Del,cari aja tempat duduk yang lain,itu tempatnya Bima "Ungkap Tasya yang membuatku kaget dan membuat Adel geram.


Dan bukan Adelia namanya kalo nggak pinter adu mulut.


"Enak aja,kamu aja yang pindah."Tukas Adel dengan nada kesal dan menatap Tasya dengan mata melotot.


"Udah,jangan berantem.Biar aku aja yang pindah"kata Kenzo menengahi,sedangkan aku memilih untuk diam karena merasa serba salah dan tak mau membela siapapun.


"Nggak usah ada yang pindah,biar aku sama Lia aja yang ngalah,aku mau ajak Lia makan siang ditaman,biar romantis."Kata Bima yang tiba tiba muncul dan langsung menarik tanganku untuk mengikutinya.


Tatapan mata Tasya terlihat kesal gara gara Adel,dia nggak jadi makan siang bareng dengan Bima sedangkan wajah Kenzo terlihat sedikit kecewa karena melihat Bima menggenggam tanganku.Hanya Adel yang kelihatan bahagia karena melihatku bahagia.


Bima menarik lembut tanganku dan membawaku ikut dengannya.Sesampainya kami di taman,dia mengajakku duduk di bangku taman dan memberikan semangkuk bakso dan segelas jus stobery yang di kemas dengan rapi oleh sang penjual.


"Kok belinya cuman satu,kita kan berdua ?"


"Seporsi berdua kayaknya lebih romantis deh !"Ujar Bima yang berhasil membuat pipiku mulai merona dengan candaannya.


Bima mulai melahap makanan,sedangkan aku hanya bisa menatap.


"Kenapa nggak dimakan ?apa perlu aku suapin biar lebih berasa romantisnya ?"candanya lagi.


"Hah,nggak perlu,aku bisa sendiri."


Aku mengambil sendok dan mulai makan,Bima tersenyum karena melihat wajahku yang mulai memerah karena malu.


Selesai makan kami kembali kekelas karena bel masuk sudah berdentang,aku masuk kelas duluan karena Bima singgah ke toilet sebentar.


Mendapat tatapan mata seorang Kenzo Chandra membuatku salting,aku tak tau kenapa dia menatapku seperti itu.Yang pasti,aku merasa tidak nyaman dengan tatapannya itu.


"Li,Bima mana ?"tanya Adel begitu melihat aku masuk kelas sendirian.


"Singgah ke toilet."Jawabku sambil mengeluarkan buku sejarah.


"Entar pulang sekolah,kita jadi kan ke Toko buku ?"tanya Adel lagi.


"Iya"


"Tapi perginya bareng Ama Ken yah ?soalnya dia juga pengen beli sesuatu di Toko buku,jadi aku ajak aja sekalian"


"Aduh Adel,kenapa di ajak sih !?"


Tak lama kemudian,Bu Indah guru mata pelajaran Sejarah datang.Untuk pelajaran kali ini,kami harus membentuk kelompok maksimal empat orang,tapi tidak boleh sesuai sama keinginan sendiri.Makanya Bu Indah yang menentukan siapa siapa saja anggota kelompoknya,dia mulai memanggil nama kami secara acak.


Aku berharap kalo aku bisa satu kelompok sama Bima dan Adel,tapi keberuntungan tak berpihak padaku,tak satu pun dari mereka yang sekelompok denganku,suara ketidak puasan menggema di dalam kelas,mereka seakan tak bisa menerima hasil keputusan yang telah dibuat oleh Bu Indah.


"Sekarang kalian duduk berkelompok seperti yang sudah ibu sebutkan tadi,begitu Adel pindah mencari kelompoknya,aku terkejut karena Kenzo berdiri di samping aku,ternyata aku sekelompok sama Kenzo,Raka dan Dinda.


"Boleh aku duduk disini ?"Tanya Kenzo sambil membungkuk kearahku dengan kedua tangannya diatas meja.


Belum sempat aku menjawab,Raka sudah nyosor duduk di sebelahku.


"Enak aja,ini tempat duduk aku."Katanya langsung duduk dan berbalik menatap ke arahku memasang senyum sambil mengangkat kedua alisnya.


Kenzo akhirnya mengalah dan duduk berhadapan denganku,sedangkan Dinda duduk berhadapan dengan Raka.sebenarnya aku lebih suka kalau dia duduk di sebelahku dari pada di depanku,karena aku tak merasa nyaman melihatnya selalu menatap ke arahku


Sementara kelompoknya Bima ada Adel ,Tasya dan juga reno.Aku iri sama Adel karena dia bisa satu kelompok sama Bima,kalo saja bisa ditukar,aku mau deh Adel yang pindah kesini,karna aku tau Adel pasti pengen bisa sekelompok sama Kenzo.


Setelah semua anak anak sudah duduk berdasarkan kelompok masing masing.Bu Indah mulai memberitahukan tujuan kenapa sampai dibuat berkelompok.


"Anak anak,ibu ingin kalian mencari informasi tentang kehidupan manusia jaman purba,bagaimana cara mereka bertahan hidup,pokoknya semua hal yang dilakukan manusia purba pada zaman dulu,dan buat perbandingan dengan kehidupan manusia pada zaman sekarang.Kalian bisa cari buku di perpustakaan daerah,karena disana semuanya lengkap.Kalian bisa bagi tugas,siapa yang mencari sumbernya,siapa yang mencatat, siapa yang akan maju untuk presentasi depan kelas,dan siapa yang akan menyusunnya menjadi sebuah makalah.Itu terserah pada kalian sendiri.Paling lambat dikumpul pada pertemuan kita Minggu depan."Jelas Bu Indah.


"Jadi gimana nih kita bagi tugasnya ?"tanya Raka antusias.


"Sebaiknya kita serahkan pada ketua kelompok aja."Kata Kenzo.


"Emangnya siapa ketua kelompoknya ?"Tanyaku bingung karna setahuku kami belum memutuskan siapa yang akan jadi ketua kelompoknya.


"Kamu lah"Jawab ketiganya sambil menunjuk kearahku secara bersamaan dengan suara yang sedikit terdengar lebih keras,dan itu membuat pandangan kelompok yang lain mengarah kepada kelompok kami.


"Kok aku sih,yg lain aja deh."Kataku pelan begitu menyadari kalau kelompok kami jadi pusat perhatian.


"Kalo Lia nggak mau,kamu aja Ken."Usul Raka.


"Oke,sebagai langkah awal,aku ingin kita menentukan tempat untuk dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok,supaya kita bisa dengan mudah membahas materi yang akan kita presentasikan.Dan satu lagi,aku ingin minta nomor WA kalian bertiga supaya bisa dengan mudah saling menghubungi bila nanti akan diadakan pertemuan kelompok."Jelas Kenzo.


"Kira kira dimana yah ?"tanya Raka sambil meletakkan jari telunjuknya di kepala seraya berpikir.


"Gimana kalau kita tentuin tempatnya bergilir."Usul Dinda.


"Bergilir gimana ?"Tanya Raka.


"Gini,kita kan berempat nih,gimana kalo kita kerjain tugas kelompoknya pindah pindah,misalkan hari ini dirumahnya aku,terus besok dirumahnya Kenzo,begitu seterusnya,supaya nggak bosenin kalo harus berfokus pada satu tempat aja.Gimana,setuju nggak ?"Tanya Dinda sembari menatap wajah kami bertiga untuk meminta persetujuan.


"Boleh juga,kita jadi ikut ikutan kayak manusia purba dong yang hidupnya selalu berpindah pindah."Jawab Raka sambil terkekeh.


"Kamu tuh yang cocok jadi manusia purba,sama sama oon."Tukas Dinda kesal.


"Mana ada manusia purba seganteng ini,enak aja kamu kalo ngomong."Ujar Raka tak mau kalah.


Aku tertawa karena melihat kekonyolan Dinda yang Raka,sedang Kenzo terus saja menatapku dengan pandangan yang membuat Bima mengerutkan keningnya karena merasa tak suka dengan tatapan Kenzo terhadapku.Ternyata Bima selalu melihat ke arah kami meskipun dia sedang berada di kelompok yang lain.


"Gimana Lia.Kamu setuju nggak dengan usulnya Dinda ?"Tanya Kenzo meminta pendapatku.


"Kalo aku terserah aja deh,yang penting tugas kita selesai sebelum batas waktu yang sudah ditentukan,masalah tempat nggak jadi masalah."Kataku sambil tersenyum.


"Kalo gitu,besok sore kita ketemuan dirumahnya Dinda,untuk membahas pembagian tugas."Ujar Kenzo.


"Baiklah"Jawab kami bertiga serentak.


Kami langsung bertukar nomor Wa,agar lebih muda saling menghubungi satu sama lain.


Tak lama kemudian,bel pulang sekolah berdentang dengan kencang,pelajaran hari ini pun selesai.