
"Ayo cepet,,waktu kita tinggal 45 menit lagi."Kata Adel sambil menarik tanganku menuju keluar ruangan...
Sesampainya diluar ruangan,si kembar Reno dan Raka menghadang kami.Semakin
bertambahlah sudah kekesalan Adel...
"Hallo cantik,,,kenalan dong !"Sapa Reno yang langsung mengulurkan tangan ke arahku meminta berkenalan.
"Ya ampun,,,,,,cobaan apa lagi ini.Dari dalam sampe luar kok nggak ada habis habisnya sih ?"Ucap Adel yang mulai kesal dengan tetap menarik tanganku meninggalkan si kembar.
Tapi Raka menghadang kami,dia berdiri tepat di hadapan Adel dan menatap tajam mata Adelia dengan senyuman menggoda.
Mungkin menurut Raka,dia bisa dekat denganku kalau bisa menyingkirkan bodyguardku dulu...
Raka memasang wajah so cute didepan Adel,tapi Adel malah marah dan ngomel tak karuan karena sudah kesal dari tadi.
"Ngapain kamu senyam senyum kayak orang gila ?minggir !kami mau lewat.."Celoteh Adel yang tetap menarik tanganku untuk pergi....
Raka menghadang Adel dengan merentangkan tangannya menghalangi kami untuk lewat...
"Wah,,,,ngajak berantem nih kalo gini !Kalian mau ngetes kesabaran Adelia rupanya !"kata Adel dengan mata melotot..
Adel melepaskan pegangan tanganku dan menggulung lengan bajunya bersiap untuk berkelahi...
"Sudah Del,,,jangan pake kekerasan.Malu diliatin banyak orang !"aku menarik tangan Adel dan berusaha menenangkannya...
"Kalian siapa dan mau apa ?kenapa kalian menghalangi jalan kami ?"aku menatap kedua saudara kembar itu secara bergantian...
"Nah,gitu dong.Udah cantik,ramah lagi,makin demen nih kalo gini !"kata Reno sambil tersenyum.
"Kenalin,,aku Reno.Siswa paling ganteng yang pernah ada di jagat raya...!!"Reno mengulurkan tangannya padaku.
"Dan aku Raka..Raka Sanjaya..Cowok paling keren diantara yang terkeren..."Raka mengangkat kerah bajunya dan juga mengulurkan tangan padaku...
"Aku Cornelia onaka,tapi panggil aja Lia...."
Aku tersenyum pada mereka dan menyambut uluran tangan mereka untuk bersalaman.
Raka dan Reno berebutan menyambut uluran tanganku, sampai sampai mereka menyenggol Adel yang berdiri disampingku..
"Lalo gitu,kami duluan yah !"aku mengajak Adel pergi...
"Cantik mau kemana ?nih......."
Reno menyodorkan sebuah buku kearahku....
"Apa ini?"Tanyaku sembari mengambil buku itu dan membukanya...
"Kamu pasti pengen minta tanda tangan kan ?ini udah aku mintain tapi belum lengkap sih,masih pengurus OSIS yang belum.Kayaknya,mereka itu pilih kasih deh !"ucap Raka sebel
"Makanya jangan sok ganteng.Liat nih punyaku semuanya lengkap karena kegantengan ku ini nggak ketulungan.Sekali minta langsung ditanda tanganin.Ini aja cantik,yang ini lebih lengkap.Jadi kamu nggak perlu capek nguber nguber mereka...."
Kata Reno juga tak mau kalah sama Raka.
"Ya sudah,jangan bertengkar,aku akan terima niat baik kalian berdua.Makasih sebelumnya..."
Aku berusaha berbuat adil kepada mereka dengan mengambil dua duanya tapi tampaknya itu nggak berhasil.Mereka malah semakin adu mulut dan saling mengumpat..
Adel menarik tanganku dan mengajakku meninggalkan mereka yang sibuk bertengkar merasa paling ganteng sejagat raya.Padahal dari Sononya juga wajahnya udah kayak pinang dibelah kampek.
"Del,,buku tanda tangan yang udah lengkap buat kamu aja..!!"
"Beneran nih ?terus kamu gimana...??"Adel menerima buku yang aku sodorkan padanya...
"Yang ini biar menjadi urusanku,tenang aja...!!"
"Terserah kamu aja deh,sekarang masalah tanda tangan udah.Tinggal masalah kampung tengah deh,aku lapar banget....!!"Kata Adel sambil memegang perutnya
Sesampainya di kantin sekolah,Adel meninggalkanku sendiri yang masih berdiri melihat keadaan sekitar,sedang dirinya langsung menuju ke tempat penjual bakso...
Suasana kantin sangat ramai dengan begitu banyak siswa baru yang berebutan meminta tanda tangan...
Ada yang sampai menyogok pake makanan dan ada pula yang hanya sekedar mentraktir minum agar bisa mendapatkan tanda tangan lengkap.
Tapi berbeda dengan seseorang yang ku kenal.Dia pria itu,pria misterius yang hampir membuatku gila...
Dia tidak seperti yang lainnya,dia hanya duduk di pojokan kantin,menggunakan headset ditelinganya dan dengan santainya memakan makanan yang ada didepannya.
Begitu melihatnya,kakiku bergerak sendiri ingin menghampirinya,tapi tiba tiba seseorang menarik lenganku...
Bbrraaaakkkk....
Suara baskom pecah membuat suasana kantin yang tadinya ramai menjadi tenang dengan semua mata melihat kearah kami.
Aku mendarat di pelukan seseorang.Begitu aku mendongak, ternyata itu kak Bara.Dengan
cepat aku menarik diriku agar terlepas darinya...
"Kamu nggak apa apa ?"Tanya kak Bara sambil memegang kedua bahuku....
Aku hanya menggelengkan kepalaku tanpa suara.
"Maafkan aku,aku tak sengaja !"Ucap Rena yang melihat ke arahku dengan pandangan yang takut...
"Nggak apa apa,,,kamu baik baik saja ?"
aku menanyakan keadaan Rena sambil membantu membersihkan roknya yang ketumpahan kuah bakso...
"Sudah,biar saja.Aku mau ke kamar mandi,makasih ya...!!"Ucap Rena yang langsung beranjak pergi meninggalkan kami.
"Apa yang terjadi ?apa aku melewatkan sesuatu ?"tanya Adel begitu dia sampai didepan ku.
"Nggak ada apa apa Del,hanya kecelakaan kecil tapi sudah beres.."Jawabku santai.
"Lia,,,apa kamu sudah makan ?"tanya Bara.
"Gimana bisa makan kalo banyak hama pengganggu !"Kata Adel yang mulai melirik ke arah Barata.
Aku yang menyadari kalau perkataan itu di tujukan untuk kak Bara mulai melotot pada Adel...
"Kayaknya kami kehabisan waktu buat makan deh,lima menit lagi bel masuk bakalan bunyi..."Jawabku pelan.
"Kalo gitu,biar aku pesan teh manis hangat aja biar nggak kena maag..."Kata Bara menawarkan....
"Baiklah."
Begitu Bara meninggalkanku dan Adel yang sedang duduk di bangku kantin,mbak Rahmi datang dengan dua porsi bakso yang dipesan Adel tadi.Diikuti Randi,adiknya mbak Rahmi yang membawa alat bersih bersih untuk membersihkan pecahan baskom yang pecah tadi...
"Makanlah walau sedikit,,aku sudah capek capek menyusup di antara kerumunan orang buat beliin kamu bakso..."Kata Adel dengan nada yang memaksa.
"Makasih ya Adel sayang....!!"
Saat sedang makan,aku tersedak dan batuk batuk,air yang ada dimeja kami kebetulan habis.Adel mulai kebingungan karena melihat wajahku yang sudah berwarna merah padam.
Namun seseorang lewat di samping meja kami dan meletakkan segelas jus strawbery dan tetap terus berjalan menuju pintu keluar kantin....
Aku langsung mengambil dan menyedotnya karena sudah merasa kehabisan nafas.
Tapi begitu aku melihat siapa yang memberikan minuman itu,aku berhenti meminumnya dan melihatnya pergi tanpa bersuara.
Dia pria misterius itu,entah dari mana dia tau kalau aku sangat suka dengan jus strawbery....
Aku berniat mengikutinya keluar..karna kupikir, ini adalah kesempatanku untuk bertanya padanya...
Tapi begitu aku ingin mengejarnya keluar kantin,kak bara datang dengan segelas teh hangat ditangannya...
"Kamu mau kemana ?"Tanya Bara yang menghalangi jalanku untuk mengejarnya...
Aku langsung duduk kembali dan menatap kedepan dengan pandangan mata yang kosong karena berpikir tentang pria misterius itu....
"Liaaaa,,,,,hei,kamu kenapa ?"tanya Bara sambil menggoyangkan tangannya didepan wajahku...
"Hhmmm..."Jawabku dengan tetap diam dan mengalihkan pandanganku menatap Bara sambil tersenyum.
"Lia ayo,sudah bel masuk !"kata Adel sambil menyeruput tegukan terakhir es jeruknya...
Aku berdiri dan berjalan bersama Adel dan kak Bara dengan tetap diam.Kami kembali keruang aula sekolah.
'*S*iapa dia sebenarnya ?seberapa banyak dia tau tentang aku?apakah aku mengenalnya ?tapi kapan ?dan dimana...??'Komat Kamit tak jelas pun mulai muncul di otakku.
Saat memasuki ruangan,pandangan mataku berkeliaran seperti orang kebingungan sampai aku tak menghiraukan orang orang yang sedang asik berbicara di sekitarku...
Begitu aku menemukannya,,dia sedang melihat ke arahku dengan pandangan mata yang tajam.Dan untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum padaku.Sebuah senyuman yang menenangkan hatiku,dan membuat jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya.
'Ada apa ini ?ada apa denganku...??'Gumamku pelan.