My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Hari pertama masuk sekolah...



Pagi ini aku berdiri di depan gerbang sebuah bangunan yang akan menjadi tempatku untuk menimba ilmu sebanyak mungkin selama tiga tahun kedepan...


Aku tak tahu apa yang akan menimpaku selama aku berada disini.Yang pasti aku hanya punya satu tujuan,yaitu lulus dengan nilai yang memuaskan tanpa membuat masalah atau terlibat dengan masalah apapun.


Sudah lebih dari sepuluh menit aku berdiri didepan gerbang menunggu sahabatku Adelia yang juga mendaftar disekolah yang sama denganku.


Sesekali ku lihat jam tangan warna putih yang bertengger manis dipergelangan tanganku,memastikan kalau waktu belum menunjukan pukul tujuh pagi.


Begitu banyak siswa siswi yang lalu lalang di depanku,tapi Adelia tak nampak dimana pun.


Saat aku sedang jongkok untuk mengikat tali sepatuku yang lepas,suara yang tak asing mengusik telingaku.


"Udah lama nunggu yah ?"sapa Adelia yang berdiri di depanku dengan napas yang masih ngos ngosan karena habis berlari...


 


"Belum terlalu lama sih,tapi sedikit lagi aku bakalan karatan nungguin kamu."Jawabku setengah memasang muka cembetut...


"Sorry,,,sorry.Tadi aku lakukan ritual pagi dulu sebelum berangkat sekolah."Adelia membujukku dengan mengeluarkan sekantong kue risoles buatan ibunya..


Adel harus membawa kue buatan ibunya dulu ke warung pak Tobi untuk dititipkan disana sebelum berangkat sekolah.


Dia tau aku paling suka kue risoles buatan ibunya semenjak kami masih duduk di bangku sekolah dasar.


Aku sering main ke rumah Adelia dan sering membantunya jualan kue dengan bayaran dua buah kue risoles yang selalu ku lahap habis sebelum pulang kerumah....


"Kamu nyogok aku ?"Tanyaku sambil menelan ludah melihat kue risoles yang berada ditangan Adelia..


"Ya udah kalo kamu nggak mau."Adelia berusaha memasukan lagi kue risoles ke dalam tas nya..


"Eeeeee,,,,kok dimasukin ke dalam tas lagi ?"Tanyaku yang langsung mengambil kue risoles dari tangannya Adelia...


 


"Katanya nggak mau !"Adelia menahan tawa


"Siapa bilang aku nggak mau ?"aku memasukan risoles yang ku rebut dari tangan Adel ke dalam saku tas ku.


Adelia dan aku berjalan bersama melewati gerbang sekolah memasuki halaman yang berukuran sangat luas....


Saat sedang melewati lapangan basket,pandanganku tertuju pada sekumpulan anak lelaki yang memakai pakaian olahraga berwarna biru tua yang sedang bermain basket dan dikelilingi oleh segerombolan para gadis yang meneriakkan nama idola mereka.


Aku jadi nggak sabar mencoba bermain basket dilapangan ini.Karena selain hoby melukis aku juga suka bermain basket.


Ku luaskan pandanganku kearah yang berlawanan mengamati keindahan sekolah baruku.Langkahku terhenti begitu melihat wajah seseorang yang tidak asing bagiku,dia sedang duduk dibawah pohon Ketapang dengan menggunakan headset ditelinganya.


Aku mengingat ngingat pernah bertemu dimana dengan orang itu,tapi disaat aku ingat dan ingin menghampirinya...Tiba tiba..


Buuukkkk...


Aku terpental jatuh ke lantai karena tertimpuk sebuah bola basket yang bersarang di kepalaku...


Ketika aku membuka mata,tau taunya aku berada didalam sebuah ruangan dan dikelilingi sama kain gorden warna putih....


Aku mencoba untuk bangun tapi kepalaku pusing.Pandangan mataku berkunang kunang.Sosok wajah membayang didepan mataku.


"Kamu nggak apa apa ?"tanya Bara.


Seorang laki laki yang masih menggunakan seragam olahraga biru tua yang ternyata dialah orangnya yang telah menimpukku menggunakan bola basket itu...


"Aku nggak apa apa tapi kepalaku masih pusing.Aku nggak bakalan geger otak kan ?" Tanyaku dengan posisi tangan yang masih memegang kepalaku dan berusaha untuk duduk.


"Enggak lah,,,tapi kalo kamu masih merasa pusing,istirahat aja dulu disini."Bara tersenyum padaku dan membantuku untuk berbaring lagi.


"Emang bisa ?aku kan harus mengikuti MOS (masa orientasi siswa)"


"Jadi kamu siswi tahun ajaran baru ?"tanya Bara.


"Iya.."


"Entar aku yang minta izin sama panitianya..."


"Nggak usah deh kak,aku masih kuat kok.."


Kataku yang mencoba bangun dan turun dari tempat tidur...


Tapi disaat aku mau berdiri,aku terjatuh dan langsung ditopang oleh Bara.


Kami seakan berada dalam posisi kayak di sinetron sinetron yang lagi terpesona bagaikan tersihir cinta pada pandangan pertama,saling menatap kedalam mata masing masing seakan sedang mencari sesuatu yang tersembunyi disana.


Pintu ruangan tiba tiba terbuka,kak Fya muncul disana karena mungkin Adelia sudah memberitahukan padanya...


Kak Fya datang mungkin bukan karena khawatir padaku tapi karena dia tau kalau sesuatu terjadi padaku disekolah,dia yang akan kena marah begitu sampai dirumah karena tidak mampu menjaga adiknya..


Aku langsung melepaskan diri dan duduk di ranjang ruang UKS.


"Kamu nggak apa apa ?"tanya Bara sambil melihat ke arahku.


"Dia tidak selemah yang kamu pikirin."Kata Fya yang berjalan mendekat dan membuat Bara menengok kebelakang mencari dari mana datangnya suara..


"Tentu saja kenal,dia adikku."Kata Fya sambil mendekat ke arah kami.


Aku tak menyangka kata kata yang ingin kudengar dari mulut kak Fya semenjak dulu bisa kudengar saat ini,kata dimana dia menyebutku adiknya.Bahkan sekarang,untuk pertama kalinya dia memperkenalkan aku sebagai adiknya didepan orang lain...


Tanpa sadar,dua butir bola kristal bening jatuh dari pelupuk mataku dan langsung ku hapus karena tak mau sampai dia melihatnya...


Bara menatap aku dan kak Fya secara bergantian.Mungkin dia juga tak percaya seperti kebanyakan orang pada umumnya, kalau aku adalah adiknya kak Fya


karena wajah kami tidak kelihatan seperti bersaudara...


Dan mungkin itu yang membuat kak Fya kesal karena orang orang selalu membandingkan antara aku dan dia..


"Kenapa ?kamu nggak percaya ?"


 


Fya menonjok bahu kanan Bara yang seakan ingin tertawa karena saking tak percayanya.


"Aw,,,sakit Fy.Aku percaya sama kamu.Kalo gitu kamu jagain adik kamu,aku mau siap siap buat acara penyambutan siswa baru...."


Bara berjalan menuju ke luar ruangan UKS,tapi sebelum itu dia menyempatkan tersenyum padaku.


sekarang yang tertinggal hanyalah aku dan kak Fya...


"Makasih ya kak udah khawatir sama aku" kataku sembari mencoba memegang tangan kak Fya.


"Nggak usah GeEr kamu,aku tadi hanya kebetulan lewat dan melihat Bara ada disini makanya aku mampir,jadi kamu nggak usah baper.Satu hal lagi,jangan kecentilan sama Bara.Ingat itu...!!"


Kak Fya menepis tanganku dan meninggalkan diriku sendiri diruangan UKS...


Aku tetap tersenyum dengan perlakuan kakakku.Aku tau dia sebenarnya sayang padaku,hanya saja dia terlalu gengsi untuk mengakuinya...


Aku membaringkan tubuhku menatap langit langit kamar membayangkan wajah pria yang sama yang aku temui saat berada di Jepang..


"Ngapain dia disini ?apa dia juga sekolah disini ?atau jangan jangan,dia mengikutiku sampai ke sini ?tapi mana mungkin,,aku harus bertemu dia secepatnya...."


Aku mulai bergumam sendiri dan tidak menyadari kalau tangan Adelia sudah mendarat di dahiku.


"Kayaknya aku perlu manggil dokter nih,,karena mungkin kepala kamu sudah error akibat kepentok bola tadi.."Kata Adel yang menatapku dengan wajah kasian...


"Enak aja,,,kamu pikir aku udah gila ?"aku menepis tangan Adel yang masih memegang dahiku dan dahinya secara bergantian...


 


"Gimana nggak error,dari tadi kamu ngomong sendiri...."


Aku tertawa mendengar ucapan Adelia....


"Nah loh,,,sekarang kamu ketawa sendiri.Beneran error nih..." Adel semakin tegang..


"Udah ah,,,aku nggak mau becanda..."Kataku sambil bangun dari tidurku dan duduk berhadapan sama Adel....


"Siapa juga yang becanda.Eh,kamu tau nggak ?"Adel mulai serius menatapku.


"Tau apaan,,,kamu belum ngomong mana aku tau."Kataku menggoda Adel .


"Iiisshhh kamu ini,,,katanya jangan becanda,ini aku lagi serius malah dibecandain..."Adelia merasa kesal padaku.


"Ok sorry,,,,cepetan ngomong"


Aku jadi penasaran dengan apa yang akan disampaikan Adelia padaku..


 


"Kamu tau nggak siapa yang bawa kamu kesini tadi saat kamu pingsan ?"


"Mana aku tau,,,kan tadi aku pingsan.Gimana sih kamu."


"Iiisshhh,,,mulai lagi deh.Tapiiiiii,,,,bener juga sih,kan tadi kamu pingsan mana kamu tau...!!"


Kami berdua tiba tiba terdiam dan tertawa bersama karena kekonyolan yang kami buat.....


 "kalian berdua berisik banget...."


 


Sebuah suara menggelegar di balik tirai yang berada di samping ranjangku,ternyata ada seseorang disana.Yang tadinya aku pikir hanya ada aku dan Adel di dalam ruangan...


Aku dan Adel sama sama menutup mulut dengan tangan dengan mata yang membulat karena kaget ketika tirai putih itu di geser sampai terbuka....


"Aku tak bisa tidur kalo kalian berisik seperti dipasar..."


Aku terkejut melihat siapa yang sedang berada di depanku...


Dia adalah pria yang kutemui di Jepang dan yang menyebabkan aku sampai harus berada di ruangan ini.....