My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
Sebuah rasa...



 


Bima terus mematung ditempatnya berdiri.Seakan tak mau kalau sampai halusinasinya berakhir.


 


'Bahkan aku belum sempat mengajakmu untuk tanding basket denganku.'Batin Bima dalam hatinya.


Bima merasakan sebuah tekanan dari dalam dirinya saat melihatku.Kepalanya tertunduk lesu.Sudah hampir sepuluh menit dia hanya berdiri melihatku bermain basket yang menurutnya,itu hanyalah sebuah halusinasi.


Akhirnya dia menyerah dan pulang kerumahnya yang bersebelahan dengan rumahku karena kami memang tetanggaan.


Saat sedang bermain,kak Ryan datang dan ikut bermain bersamaku.Seperti sebelumnya,aku selalu menang darinya.Entah dia sengaja mengalah atau memang dia tak pernah bisa menang dariku.Aku juga tidak tau..


Kami beristirahat dan duduk di pinggir lapangan yang berukuran kecil sembari minum segelas orange jus yang disediakan bi nana.


"Kak Ryan..Kenapa ayah nggak ngijinin aku buat ngantar yah...??"Tanyaku sambil menatap ke arah kak Ryan.


"Ayah hanya nggak mau kalo kamu sampe capek.Bukannya kamu harus banyak istirahat."Kata Ryan sambil senyum senyum sendiri mengingat kejadian di bandara tadi.


"Tapi aku sudah merasa sangat sehat kak.Bahkan besok,aku akan masuk sekolah.Aku sangat rindu dengan sekolahku."Kataku tak kalah senang karna besok aku akan bertemu dengan Bima.


"Bilang aja kalo kamu rindunya sama Bima..!!"Ledek kak Ryan.


"Emangnya kalo iya kenapa..??"Kataku sambil nyengir.


"Nggak boleh...Masih kecil udah mau pacaran..Sekolah yang bener,biar pinter.Jangan pacaran Mulu..."kata kak Ryan nyolot.


"Siapa juga yang pacaran...Emangnya kakak,pacarnya segudang.Aku nggak mau punya pacar kayak kakak,nggak setia..Tukang selingkuh..!!"kataku meledek kak Ryan.


"Emangnya kamu yakin kalo Bima setia...??"


"Nggak tau...Bima kan bukan pacar aku..."


"Kalo bukan pacar,kenapa tadi-??"Kata kata kak Ryan terhenti saat aku malah serius menatapnya bicara.


"Tadi...??Tadi kenapa....??"Tanyaku penasaran.


"Sudahlah..Yang penting,jangan dulu pacaran,masih bocah.Nanti aja kalo udah jadi anak kuliahan..!!"Kata kak Ryan sambil berdiri dan mengacak rambutku.


"Kakak mau kemana...??"


"Mau mandi..Kamu juga cepetan masuk dan mandi.Jangan kemalemam, entar masuk angin,sakit,nggak bisa sekolah,terus nggak jadi deh ketemu Bima...!!"Ledek Kaka Ryan sambil berlalu.


Aku hanya tertawa dan mengikuti langkah kak Ryan masuk ke dalam rumah untuk mandi.


***


Waktu berlalu,matahari mulai menunjukan sinarnya.Pagi hari pun dimulai.


Bunyi jam weker nyaring terdengar ke setiap sudut ruangan kamarku yang langsung mengganggu tidur pulas ku.


Aku beranjak bangun dan menyingkirkan selimut tebal berwarna biru yang menutupi tubuhku.Aku sengaja bangun pagi,supaya tidak terlalu buru buru berangkat ke sekolah.


Aku segera bergegas seperti biasanya,memakai seragam lengkap,lalu menyempatkan diri mematut di cermin sebelum pergi.Setelah yakin penampilanku sudah sempurna,aku menyambar tas ransel yang tergeletak di atas meja belajarku kemudian turun kelantai bawah untuk sarapan.


Selesai sarapan,aku berangkat sekolah bareng sama kak Ryan dan kak fya seperti biasanya.


Sesampainya disekolah,aku berjalan menuju papan pengumuman untuk mencari di kelas berapa namaku tercantum.Aku sengaja tidak bertanya pada Adel karena aku ingin memberinya kejutan,karna tidak jadi pindah ke Jepang.


Duniaku hari ini terasa nyaman ketika aku berjalan melewati koridor sekolah.Aku berjalan lurus menuju kelasku,ditengah perjalanan aku bertemu kak Barata,tapi aku hanya tersenyum dan berlalu darinya,meskipun kak Bara sempat berbalik dan menatap punggungku yang menjauh darinya.


Aku melihat ke seluruh penjuru kelas.Kulihat Adel yang tiduran diatas meja berbantalkan lengannya,lengkap dengan dua orang pria yang tidak asing lagi bagiku.Siapa lagi kali bukan si kembar yang sedang mencoba membuat Adel tertawa karna seperti tak bersemangat.


"Del,aku tau kalo kamu rindu sama Lia...Tapi jangan sampe nggak sarapan,bisa sakit dan nggak cantik lagi."Ucap Reno sambil memberikan sebungkus roti yang hanya dilirik Adel tanpa bersemangat.


"Dengerin tu apa kata Reno.Jangan kebanyakan manyun,bisa bisa cantiknya hilang."Kataku yang sudah berdiri didepan pintu kelas sambil memandang sahabatku itu.


Seketika Adel bangkit dari meja karna mendengar suara yang sangat dikenalnya.Wajah yang tadinya sedih berubah menjadi ceria saat melihatku yang sedang berdiri di depan kelas.


"Liaaaaaaaaa...."Suara cempreng Adel menggema diseluruh penjuru ruangan,sambil berlari kearahku.


Kami berpelukan melepas rindu.Padahal baru saja sehari yang lalu kami bertemu.


"Kamu nggak jadi pindah ?"Tanya Adel sambil melepas pelukannya dan menuntunku duduk di kursi samping tempat duduknya.


"Tadinya sih emang gitu.Tapi nggak jadi karna aku nggak bisa ninggalin kamu."


"Del....Apa kamu liat Bima nggak ?Tanyaku sekedar basa basi ,tapi mendapat sorotan tajam dari Adel.


"Ngapain kamu nyariin Bima ?"


"Nggak kenapa Napa sih,emang nggak boleh ?"


"Kamu tau nggak,kemarin itu,pas aku bilang kamu akan berangkat ke Jepang.Bima langsung pergi ninggalin sekolah,tapi nggak kembali sampai kelas berakhir."


"Masa sih !"


"Beneran.Aneh kan ?"


"Udah,ah.Jangan urusin urusannya orang.Yang penting sekarang,kita masih sama sama lagi."


Adel hanya tertawa.Sepanjang pelajaran dimulai sampai jam istirahat tiba,Bima nggak nongol atau lebih tepatnya nggak masuk sekolah.Aku jadi kepikiran,apa dia ada masalah ya ?padahal semalam dia kelihatan baik baik aja.Aku memutuskan untuk bertanya pada kak bara,kenapa Bima nggak masuk sekolah.


Ketika aku dan Adel ingin kekantin,aku berhenti sejenak dipinggir lapangan mencari sosok kak bara yang tidak ada diantara para pemain basket.Hatiku mulai resah,kemana bima ? keapa dia nggak masuk sekolah hari ini ? mana sumber informasi nggak ada jejak lagi,pengennya langsung nyamperin kak bara di kelasnya,tapi terlalu takut Ama kak fya,kan mereka sekelas.Enggak ah ! Entar kak fya pikir,aku keganjenan lagi Ama kak Bara.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, akhirnya aku menemukan kak bara sedang makan di kantin.Kulihat ke segala penjuru kantin,tapi tak menemukan bayangn kak fya disana,aku menyuruh Adel untuk mesan makanan duluan,sekalian dengan punyaku,sementara aku menghampiri kak Bara.


"Hai kak "


"Cie,ada yang lagi disamperin Ama pacarnya nih."ledek Bimo temen sekelasnya Bara.


"Apaaan sih.Lia ...Gimana kabarmu ?"tanya Bara dengan senyum yang mengembang dibibirnya.


"Aku baik kak,ada yang mau aku tanyain sama kakak ?"


"Ada apa ? apa ada yang bisa aku bantu.?"tanya Bara.


"Kalo gitu,kami pergi aja deh,takutnya ganggu."Ledek Bimo lagi.


"Nggak perlu kak,nggak penting kok,aku cuman mau nanya kenapa Bima nggak masuk sekolah hari ini ?Tanyaku dengan wajah khawatir.


"Bima nggak sekolah ?tadi pagi dia ada kok,datangnya aja bareng Ama aku !"Tanya bara yang keheranan.


"Ya udah kak,aku ke sana dulu,udah di panggil Ama Adel.Maaf ya udah ganggu."kataku dengan tersenyum lebar kepada kak Bara dan teman temannya.


"Gila tu cewek,cantik bener.Beneran ni Bar,do'i bukan pacar kamu.Comblangin dong !"Kata Bimo sambil menatapku yang berjalan menjauhi mereka.


Bara termenung memikirkan perkataanku sampai tak mendengar candaan Bimo.Sekarang pikirannya tertuju pada Bima.Apa Bima punya masalah ?kenapa dia nggak masuk kelas,padahal jelas jelas dia datang ke sekolah bareng Bara.


"Boleh aja,kalo kamu mau di habisin Ama Fya."ujar Dodo.


"Emangnya apa hubungannya sama fya ?"


"Si cantik yang tadi itu adiknya Fya,oon "


"Kok bisa ?sialan si Fya,punya Ade cantik kayak gitu kok nggak bilang bilang "


"Ngapain juga dia harus bilang Ama kamu,buaya cap kadal."


"Enak aja."Kata Bimo sambil menjitak kepala Dodo yang diikuti gelak tawa Bimo dan Bara bersamaan.


makanan yang Adel makan sudah hampir habis,tapi aku sedari tadi hanya mengaduk ngaduk jus stobery dengan sesotan.Bakso yang dipesan tadi tak kusentuh sedikitpun sampai baksonya dingin.


Adel menatapku heran,dia berpikir kalau aku sedang galau,sedangkan pikiranku kemana mana.


"Kalau memang Bima datang kesekolah ? kenapa dia nggak ada dikelas ? kemana dia ?"batinku di dalam hati.


"Li...Kamu kenapa sih ? makan dong !"Bujuk Adel.


"Bima kemana sih ?"Tanyaku dengan pandangan mata menerawang.


Baru saja Adel akan menjawab,ada suara yang menyela.


"Disini."Ujar Bima yang tidak jauh dari posisi kami duduk.


Bima mengambil posisi duduk di hadapanku,menatapku dengan wajah datar yang sedang tersenyum bahagia saat melihatnya berada tepat di depanku.


Tiba tiba Bima berdiri,dan berlalu begitu saja membuatku dan Adel saling menatap bingung dengan sikap Bima.


Bima menoleh ke arah Adel dengan tatapan kesal,tapi Adel hanya mampu menggelengkan kepalanya karena dirinya memang nggak tau apa apa.


Jika seseorang mulai jatuh cinta,yaa begitulah sifatnya.Marah,sedih,khawatir bisa muncul bersamaan.Apalagi jika seseorang yang dicinta tak memberi kabar atau tak muncul dalam penglihatan.