My Name Is CORONA..

My Name Is CORONA..
bersama karena sebuah hukuman...



"Bimantara Indrawan...Cornelia onaka...Raka Sanjaya..dan Reno Sanjaya..


Nama nama yang aku sebutkan tadi,maju kedepan...."


Aku berjalan ke depan di ikuti oleh Raka dan Reno di belakang ku,seperti yang di ketahui,ada empat nama yang di sebutkan tadi...


Siapa yang satunya lagi....???


Dia,,,,sang pria misterius berjalan santai ke depan dengan tatapan melihat ke arahku tanpa berkedip,bahkan diriku sampai kaku membisu saat dia berdiri di sampingku.


"Apa kalian tau kenapa kalian berdiri disini ?"tanya kak Sheila yang berjalan mengelilingi kami berempat...


"Mungkin karna aku terlalu ganteng kali !"


Kata Reno dengan percaya dirinya...


"Huuuuuuu......"Teriak semua orang yang ada di ruangan itu.


Aku tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh kak Sheila karena pandangan ku terus saja melihat ke arahnya,ke arah pria yang berdiri sangat dekat denganku,pria yang baru ku ketahui bernama Bimantara Indrawan.


Semua suara ricuh yang ku dengar saat itu terdengar seperti lantunan musik merdu pengiring perasaanku saat ini...


Penyebab kami dipanggil ke depan,karena diantara seluruh siswa hanya kami berempat yang tidak melengkapi tugas yang diberikan.


Makanya kami harus berpasangan dan menyelesaikan tugas yang di berikan oleh para panitia.


Reno dan Raka saling berebutan untuk menjadi pasanganku,sedang aku masih tetap terbius dengan khayalanku sendiri.Padahal mereka sempat menarik ku kearah mereka secara bergantian,tapi aku tetap fokus pada pandanganku seperti sedang berada disisi dunia lain...


Sampai akhirnya Bima membalas tatapanku dengan menarikku kearahnya dan mengatakan kalau dia yang akan menjadi pasanganku....


"Dia akan berpasangan denganku !"kata Bima sambil merangkul bahuku yang masih diam membisu menatap dirinya...


"Haaaa,,,,,,,"aku tersadar tapi tak bisa ngomong apa apa,seluruh tubuhku rasanya bergetar hebat karena menyadari betapa dekat diriku dengan Bima.Bahkan desahan nafasnya bisa aku rasakan menyentuh kulit wajahku.


"Nggak bisa...! Lia belum mengatakan iya,jadi kamu jangan sembarangan ngomong !"ucap Reno ketus..


"Benar kan Corona...???"Bisik Bima di telingaku.


Aku tersentak kaget dengan sebutan namaku yang keluar dari mulutnya...


Aku semakin tak bisa berkata apa apa lagi,


Hanya mengangguk dan tetap diam mematung.


'*A*da apa ini ?kenapa dia bersikap begini padaku ?apa sebenarnya maksudnya ?kenapa dia tau namaku ?siapa dirimu sebenarnya....?'


 


***


Aku membaringkan tubuhku di atas ranjang dengan kaki yang masih menggantung setengah.


Aku mulai berpikir kejadian tadi di sekolah,


semuanya masih mengiang ngiang dipikiranku...


Tubuhku yang lelah dan mataku yang sudah mulai ngantuk tidak bisa membuat otakku beristirahat...


Tok....Tok....Tok....


Suara ketokan pintu kamarku menyadarkanku dari lamunan panjang ku...


"Corona ?bisa bunda masuk,sayang ?"Tanya Bundaku dengan suara lembutnya.


Entah kenapa saat mendengar nama Corona disebutkan,dadaku terasa sesak.Padahal aku sudah sering mendengarnya bahkan setiap hari...


"Masuklah Bunda"jawabku langsung bangun,mengambil bantal bonekaku dan duduk ditepi ranjang.


Bundaku masuk dengan senyuman hangat yang tersungging di bibirnya,dia menghampiri dan duduk di samping ku.


"Ada apa sayang ?"tanya bunda sambil membelai rambutku seakan dirinya tau dengan apa yang menimpaku tadi di sekolah...


Aku memanyunkan bibirku dan bersandar di bahunya...


"Nggak ada apa apa Bun.Coro hanya lelah aja..!!"Jawabku datar tanpa bersemangat.


"Bagaimana dengan hari pertamamu di sekolah ?"tanya Bunda.


"Biasa aja Bun..."Jawabku pelan


"Apakah ada yang menarik perhatian putri bunda yang cantik ini ?"tanya bunda dengan wajah menggoda ke arahku..


"Iiiihhh,,,,,apaan sih Bun !Coro belum mau mikirin yang gituan !"jawabku setengah berteriak.


"Tapi,,,masa nggak ada sih yang tertarik sama putri bunda yang sweet ini !apa semua mata mereka kabur kali ya ?"tanya bunda dengan nada bercanda dan mulai melirik ke arahku sambil terkekeh.


"Mungkin aja Bun."jawabku manja...


Semua candaan tiba tiba menghilang seketika saat bunda menyebut nama Bima.


"Sayang,,apakah kamu sudah bertemu dengan Bima ?"tanya bunda


"Dari mana bunda kenal sama Bima ?padahal Coro belum cerita apapun sama bunda ?"Kataku dengan wajah yang serius...


"Ya pasti bunda kenal lah,Bima itu anaknya Tante Naoki dan om Boby Indrawan.Ibunya Bima itu juga orang Jepang loh !"


Aku menerawang kejadian sebelumnya saat pertama kali aku bertemu dengan Bima.


Pantas saja aku melihatnya ada di Jepang,ternyata dia juga sedang liburan disana.Tapi apa hubungan keluarga Bima sama keluargaku ?mengapa bunda begitu kenal dengannya


"Coro,,ada yang sedang nunggu kamu di bawah,katanya teman kamu !"Kata kak Ryan yang langsung nongol dari balik pintu kamar yang masih di biarkan sedikit terbuka..


"Siapa kak ?"tanyaku penasaran..


"Mana kakak tau,,tapi yang pasti orangnya ganteng banget.Pacar kamu yah ?"Goda kak Ryan


"Enak aja,,,,Siapa juga yang pacaran !"teriakku sambil memukul lengan kak Ryan karena malu...


"Sudah,,sudah,,cepat temui sana.Kasian tuh tamunya nunggu lama.Bunda mau ke kamar dulu,pengen manggil ayah buat makan malam..."Kata bunda sambil mengandeng tangan Ryan.


"Ayo yan,,jangan ganggu adik kamu...!!"


Bunda berjalan bersama dengan kak Ryan meninggalkan aku sendiri yang masih bengong memikirkan siapa yang datang malam malam begini,karna rasanya aku tak sedang menunggu siapa pun...


Aku berjalan menuruni tangga dengan penasaran,begitu sampai di ruang tamu.Aku terkejut melihat kak Bara yang sedang duduk meneguk secangkir teh manis yang di buatkan bi Nana.


Pandangan ku menyapu seluruh ruangan, melihat kalau kak Fya sedang ada disekitar sini...


Kak Bara terlihat berbeda dengan pakaian santai,balutan celana jeans hitam dan kaos lengan panjang berwarna putih polos yang digulung setengah lengan,dengan sebuah jam tangan hitam di tangan kirinya dan sebuah gelang tali yang terikat di tangan kanannya membuatnya terlihat sangat keren dan mempesona,aku sampai tak berkedip menatapnya...


"Hai Lia.."Sapa kak Bara saat dia menyadari kedatanganku...


"Kak Bara ?kenapa kak Bara kesini ?"


tanyaku sembari duduk sedikit menjauh darinya karena canggung.


"Emangnya aku nggak boleh datang ?"tanya Bara dengan candaan dan itu berhasil membuatku salting.


"Bu,,,bukan begitu.Boleh aja sih....!!"Kataku sambil menunduk dan menggaruk pangkal leherku yang tak gatal sambil terkekeh.


Bara tertawa melihat wajahku yang mulai merona karna malu...


"Kok kakak malah tertawa,apa ada yang aneh dengan diriku...??"Tanyaku sambil memandangi diriku sendiri dari atas hingga ke bawah.Kurasa tak ada yang salah dengan pakaiannku yang hanya memakai celana jeans pendek dengan kaos oblong hitam...


Namun kupikir ini penampilan yang wajar karena aku sedang berada dirumah....


"Kamu nggak tau yah,aku dan keluarga ku tinggal di sebelah rumah kamu.Kami baru pindah seminggu yang lalu,dan aku kesini karna mau ketemu sama Fya.Dia ada nggak ?"tanya Bara.


"Kak Fya sedang nggak ada di rumah.Katanya mau pergi ke rumah teman karna ngerjain tugas kelompok,emangnya kakak nggak ngerjain tugas ?bukannya kakak sekelas ya sama kak Fya...??"Tanyaku heran.


Bara mulai kelagapan menjawab karna sebenarnya dia datang bukan untuk menemui Fya tapi ingin ketemu denganku.


"Emang sekelas tapi kami beda kelompok,jadi nggak bikin tugas bareng..."Jawab Bara sambil cengengesan.


Aku membulatkan mulutku membentuk huruf o tanpa bersuara sambil menganggukkan kepalaku...


Untuk sesaat kami hanya diam dan saling pandang kemudian tertawa seperti orang gila...


"Lia......"


"Hhmmmm"


"Bisa minta nomor whatsaap kamu nggak ?"


"Buat apa kak ?"tanyaku ceplas ceplos


"Bukan buat apa apa sih, buat jaga jaga aja agar kejadian ini nggak ke ulang lagi,nanti aku bisa tanya dulu ke kamu kalo Fya ada atau nggak..."


"Kenapa nggak langsung ke ponselnya ka Fya aja,kan lebih muda ?"


"Biasanya ponsel Fya nggak aktif."


"Apa nggak sekalian minta nomor telepon rumah,,,,?siapa tau juga ponselku nggak aktif..."


"Boleh juga..."


"Becanda kak....!Serius amat,,,,,,,!"ledekku yang berhasil membuat kak Bara tampak konyol..


Selesai saling tukar nomor whatsaap,kak Bara pamit untuk pulang,aku mengantarnya sampai teras rumah dan dia menunjukan letak rumahnya padaku..


Setelah kak Bara pulang.Aku merasa seseorang sedang memperhatikanku dari kejauhan.


Sebelum masuk kedalam rumah,aku melihat kearah rumah kak bara,tepatnya diteras depan rumahnya,aku melihat sosok Bima disana,dia sedang bersandar di salah satu tiang teras dengan tangan yang terlipat rapi didadanya sambil melihat ke arahku...


Langkahku terhenti dan terus melihat kearahnya,aku mulai komat Kamit lagi tak karuan...


'Ya Tuhan,,,apa yang terjadi padaku,sedang apa dia dirumahmya kak Bara ?tunggu....!!Apakah aku sedang berhalusinasi ?tapi kenapa dia tersenyum padaku,dia juga melambaikan tangan padaku,ini terlihat seperti nyata.."


Aku berjalan masuk kedalam rumah sambil


menepuk nepuk pipiku agar sadar dari halusinasi yang gila....