My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Ruang Sains 3



Gue akhirnya sampai di sekolah juga. Seperti biasa, sebelum masuk ke wilayah sekolah, siswa-siswa harus dicek kelengkapan atribut mereka. Mulai dari nama, sabuk, dan kaos kaki. Hal ini dilakukan karena termasuk dalam kegiatan yang dilakukan oleh OSIS secara rutin.



Sumber : Google


Begitulah penampakan depan sekolah gue. Lumayan besarlah buat sekolah gue yang notabene adalah sekolah dengan predikat yang sangat baik


○•○


Sebenernya, pengecekan atribut siswa kadang buat gue jengkel. Emang sih hal ini punya pengaruh positif buat para siswa, cuma menurut gue ini tuh terlalu memakan waktu. Tapi yah, apa boleh buat. Gue disini juga cuma murid biasa. Dan peraturan tetaplah peraturan.


Setelah gue selesai dicek, gue langsung pergi ke kelas gue. Karena hari ini hari Kamis, jam pelajaran pertama gue itu IPA di ruang Sains 3. Ruang Sains 3 jaraknya lumayan jauh dari gerbang, makanya gue enggak boleh mepet dateng biar gue enggak kelamaan naruh tas.


Pelajaran IPA gue diajar sama Bu Fitri, dia pengganti Bu Ninik selaku guru IPA gue waktu awal semester 1. Menurut gue dan temen satu kelas gue, lebih enak diajar Bu Ninik karena gurunya seru dan kalo jelasin itu mudah difahami. Berbanding kebalik sama Bu Fitri, kalo bu Fitri jelasinnya itu butuh proses berjam-jam biar bisa diproses di otak tapi waktu ulangan soal-soal yang keluar itu sangat gampang. Bahkan kalian enggak perlu belajar udah pasti dapet 100, cuma waktu fisika doang yang harus belajar karena rumus wajib dicantumkan.


○•○


Bel waktu imtaq udah bunyi, ini saatnya gue ngumpulin HP sambil bawa al-Qur'an. Hari ini sebelum imtaq, seluruh warga sekolah harus ikut proses pengibaran bendera Merah Putih yang dipimpin sama anak PASKI. Karena Firya anggota PASKI, udah seharusnya dia segera ke lapangan. Sementara gue, Cleo, Rina, sama Azzarah kita nyusul dibelakang Firya sambil cari barisan kelas 7B.


Setelah pengibaran bendera selesai dengan khidmat, Pak Fitrah meminta semua yang ada di lapangan untuk segera duduk dan mengawali kegiatan imtaq pagi dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Sebelum pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an dimulai, Pak Fitrah memanggil para siswa yang masih dalam tahap Iqra' agar segera pergi ke masjid untuk mengikuti pembelajaran khusus dan untuk siswa non-Islam diminta segera pergi ke ruang Seni untuk berdo'a bersama. Waktu imtaq pagipun berjalan dengan khusyuk.


Setelah imtaq pagi selesai dengan ditutup do'a sebelum belajar, semua siswa segera meninggalkan lapangan dan harus mengembalikan al-Qur'an sesuai dengan kelas yang merema pinjam. Begitu juga dengan gue, Cleo, Firya, Rina juga Azzarah. Kita berlima langsung menuju ke ruang Sains 3 yang ada di lantai dua.


○•○


Apalagi waktu kita udah sampai di depan koridor ruang Sains 3, kita lihat banyak temen-temen kelas gue pada enak-enak duduk tanpa peduli sama murid lain yang mau jalan. Sungguh ajaib kelas gue yang satu ini.


Di saat bel jam pelajaran pertama dimulai, pasti kelas gue adalah kelas yang paling rame sekaligus kelas yang terakhir masuk dari deretan ruang MAT 2 sampai ruang Biologi yang kira-kira ada 6 ruangan. Ini karena, bawaan dari Bu Ninik yang mengharuskan siswanya untuk tidak masuk ke kelas sebelum gurunya datang. So, ini juga bukan salah kita kalau kita rame. Dan tempat yang paling tepat buat kelas 7B kumpul adalah di koridor ruang Sains 3.



Sumber : Google


Itulah salah satu kebar-baran kelas gue waktu enggak ada orang yang lain. Tapi yang pasti, gue tau kalo Pak Santosa lagi merhatiin kita sekelas lewat CCTV 😂


○•○


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Maaf kalau ceritanya kurang nyambung mohon maklumi karena ini novel pertama author.


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁