My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Kantin



“Ngantin Dev, Lex.”


“Kuylahhh let’s go sudah laper banget ini gua.” Ujar Brian.


______________________________________________


“Ya, Rel mau pesan apa biar gue pesenin dan kalian cari tempat duduk ya.” Ujar Valina.


“Spicy tuna sandwich sama jus alpukat, samain saja semua, ayo Mel duduk di paling pojokan sanakan kosong.” Ujar Farrel dan diikuti Camelia.


Sejak Camelia memasuki kantin semua mata tertuju menatapnya terutama kaum adam...


“Busettt sudah cakep bener itu cewek."


“B saja si.”


“Gak ada duanya.”


“Cabe.”


“Tapi liat deh dari tadi dia nempel banget sama Farrel.”


“Pacaran kali?”


“Cih baru saja sekolah sudah pacaran.”


“Kan sudah gue bilang, dia itu cabe.”


Seperti itulah ucapan mereka terhadap CAMELIA namun Camelia hanya menganggapnya biasa selagi gak berlebihan, mending diemin saja.


\=\=\=\=\=***\=\=\=\=\=


“Makanannya sudah siap!!!” teriak Valina terhadap sahabatnya tersebut




Mereka pun memakan makanan mereka masing masing sambil menceritakan masa lalunya dulu.


“Ekhemmm, boleh gabung?” ujar Devin.


“Silahkan.” Ucap Farrel dan Valina tapi tidak dengan Camelua. Dia hanya menatap Devin dan 2 jolinya sekilas dan kembali memakan makannya, dan mereka duduk berenam dimeja itu.


“Kok lo diem?” kata Devin namun tak dijawab Camelia. Buset sudah ini cewek dingin amat, gumam Devin dalam hati.


“Camelia itu lagi diajakin ngomong sama Devin.” Ujar Valina.


“Oh bicara sama gue?” dan diangguki oleh Devin...


“Gak napa napa”


“Kenapa lo pindah?”


“Mau saja.”


“Pulang sekolah mau kemana?”


“Rumah.” Singkat, padat, dan jelas.


Dan Devin hanya ber’oh’ria sedangkan yang lainnya Cuma cekikikan ngeliat sifatnya Camelia yang super duper cuekkk


+++


Devin Pov


Lo itu istimewa Camelia, lo bisa bikin detak jantung gue loncat loncat dan lo harus tanggung jawab apa yang telah lo perbuat sama gue. Semakin lo cuek semakin gue suka sama lo karena lo dimata gue itu berbeda.


Bel pulang berbunyi dan semua murid bergegas untuk pulang


“Mau pulang bareng gak?” ujar Devin kepada Camelia.


“Gue bawa mobil, gue duluan.” Camelia pergi dan meninggalkan Devin.


“Sabar bro mungkin ini ujian.” Kini Alex yang bicara dan Brian hanya manggut manggut


mendengarnya.


“ISTIMEWA” hanya itu yang keluar dari mulut Devin.


Skip...


______________________________________________


Wanita yang sedang melamun di balkon kamarnya, ia sangat merindukan kekasihnya itu sambil memeluk kedua kakinya. Tanpa disadari air matanya kembali pecah, ini kesekian kalinya setiap dia merindukan Priya dia selalu menitikkan air mata.


“Priya Camelia kangen.” Ujarnya lirih.


Sejak pulang dari sekolah, Camelia langsung masuk kamarnya dan tak ingin keluar kamar walaupun Bibi Min sudah mengajaknya untuk makan malam namun dia masih keukuh untuk tidak keluar kamar, getaran HP membuyarkan lamunan wanita itu...


Drttt....


Devinleonarldo: (1 pesan)


“Malam CAMELIA”


Segera Camelia mengambil Hpnya.


Dia mengernyitkan dahinya melihat siapa yang mengirimnya pesan, dapet ide line gue dari mana coba?! Bisik Camelia dalam hati dan dia pun memutuskan untuk membalasnya.


Cameliaputri:


“iya ada apa?”


Devinleonarldo:


“Lagi apa, lo kok belom tidur?”


Cameliaputri:


“Gapapa, dapet ide line gue dari mana?”


Devinleonarldo:


“Hehehe, dari Farrel.


Ya sudah, sudah malem juga.


Mending lo tidur sana.”


Cameliaputri:


“Sudah gue duga, iya”


Devinleonarldo:


“Oke, goodnight cantik.”


______________________________________________


#Devin


Seorang pria sedang memandang langit langit kamarnya kini dia selalu membayangkan wajah cantik CAMELIA ntah mengapa sosok wanita itu selalu hadir dipikirannya baginya wanita itu selalu hadir


dipikirannya. Baginya wanita itu sangatlah spesial ia menginginkan wanita itu menjadi miliknya.


“Camelia lo itu istimewa dan lo harus tanggung jawab sama gue karena lo sudah bisa bikin seorang Devin George Leonarldo penasaran setengah mati.”


“Woyyy, ngelamun saja lo.” Teriak Brian dan Alex mengagetkan Devin.


“Sialan berisik lo ah, bisa diem gak? Masuk gak pakai ketok dulu lagi.” Umpat Devin dengan kesal.


“Ah elah Dev, lah tadi kita sudah ngetok kamar lu kali. Lu nya saja yang budek ya gak Bri?”


“Yupsss, bener banget itu apa kata Alex... ngelamunin apa sih Dev? apa jangan jangan lo


ngelamunin anak baru itu ya?” tebak Brian.


“Hm.”


“Busettt sudah ini bocah, jujur saja kali sama kita berdua. Kita kan best friend, kita dukung kok. Kalau lo gak mau, ya sudah biar gue saja yang embat itu Camelia.” Sahut Alex alay dan mendapatkan jitakan dari Devin.


Pletakkk....


“Awww shittt sakit anj*r.” Umpat Alex meringis.


“Enak saja lo, mau gue kasih bogeman tu muka?”


“Hahahhahaha sabar Lex hahahahahahah”


“Iya mas, incess udahhh tabah ngadepin akang Evin.” Sahut Alex dramatis.


“Jadi rencana lo bagaimana Dev untuk dapetin Camelia? Liat saja sikap dia ke elu dingin amattt mannn, gue kagum sama tu cewek. Bisa nyuekin lo abis abisan, secara lo itu kan Most Wantednya sekolah, anaknya Tuan Leonarldo, siapa sih yang enggak tahu keluarganya Leonarldo? Banyak wanita


yang mau jadi pacar lo.... Sedangkan Camelia? Boro boro suka, nerima jabatan tangan lo saja ga mau hahahahahah ya gak?” ujar Brian panjang kali lebar.


“cara apa saja akan gue lakuin, sumpah tu cewek bisa bikin hati gue jungkir balik kalo dideketnya. Dia orang pertama yang bisa bikin gue kesensem, biasanya cewek yang klepek klepek sama gue... tapi dia?!?! Istimewa...”


Sedangkan sahabatnya berdecak kagum mendengar curhatan Devin, kali ini dia memuji seorang wanita selain maminya. Ada rasa kaget, bahagia, dan tidak percaya melihat tingkah Devin terhadap sosok CAMELIA PUTRI...


“Ya sudah coba lo chat saja.”


“Ehhh curuttt ya kali gue punya kontaknya.”


Hening sesaat dan akhirnya Brian mendapatkan ide di otaknya.


“Lo inget gak pas di kelas, Farrel sama Valina manggil Camelia dan dia langsung narik Camelia keluar kelas bersamanya. Mungkin saja mereka sudah saling kenal lama, keliatan mereka juga sangat akrab ya kayak pacar atau sahabat begitu.”


“Iya bener juga lo Bri, eh Dev coba deh lo chat Farrel atau Valina minta sama mereka ide linenya Camelia.” Devin pun langsung mengambil HP di atas nakas.