My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Hot Cappucino



Sekarang Tuan Erda, Nyonya Jasmine dan Aldo telah sampai di Los Angeles. Tadinya Aldo terlihat sangat mengantuk sekarang sangat bersemangat karena mereka sudah sampai di Bandara LAX.


Saat ini Tuan Erda, Nyonya Jasmine, dan Aldo sedang berjalan dari koridor menuju parkiran.


Tibanya di parkiran Tuan Erda sekeluarga sudah ditunggu oleh Sekretaris Jo dengan menggunakan mobil Bugatti LVN milik Tuan Erda.


"Yah, ke rumah dulu kan? Kasihan Aldo tadi dia ngantuk banget." Ajak Nyonya Jasmine.


"Yeee. Bilang aja sekalian mau tidur." Cibir Tuan Erda.


"Ho'oh." Timpal Aldo membenarkan perkataan ayahnya.


"Iya sih. Hehe." Ucap Nyonya Jasmine.


"Jadi gimana mau pulang dulu kan?" Ulang Nyonya Jasmine.


"Ya udah yuk Paman Jo." Ucap Aldo.


Tuan Erda, Nyonya Jasmine, Aldo dan Sekretaris Jo segera pergi meninggalkan halaman parkir Bandara LAX.


Setelah melihat semua sudah memakai sabuk pengaman, Sekretaris Jo segera melajukan mobil milik Tuan Erda dengan kecepatan sedang.


○•○


Kini Camelia tiba di rumahnya yang keliatan sepi. Setelah ia menerima pesan dari ayahnya, dia segera pulang ke rumah saat ia melihat Pak Edi datang menjemputnya.


Camelia memasuki kamarnya. Dia segera membersihkan badannya.


Setelah selesai, Camelia naik ke ranjangnya untuk terlelap ke dalam mimpinya. Dia sangat tidak sabar nenunggu besok dimana dia akan menunjukkan kenakalannya. Hal ini juga karena orang tuanya tidak ada di Indonesia selama 3 bulan. Akhirnya Camelia pun tertidur sambil merasakan kesepian karena rumahnya memang sepi.


Sebelum terlelap, Camelia memutuskan untuk pergi ke mall hanya untuk sekedar refreshing.


○•○


Kini di kamar Tuan Erda, Aldo sedang bermain game di HP ayahnya. Sedangkan Nyonya Jasmine sedang asyik menonton berita selebriti sambil memakan camilannya.


Nyonya Jasmine memang sangat suka menonton berita tentang selebriti daripada menonton berita keluarganya. Maklum keluarga Purnama memang sering membagikan potret-potret kebersamaan mereka lewat instagram. Tetapi, mereka selalu mem-blur wajah para pewarisnya. Kenapa jadi bahas Keluarga Purnama sih?


-Author


Oke forget it


Sedangkan Tuan Erda sedang berada di balkon rumahnya sambil meminum kopi kesukaannya. Beliau sedang menimbang-nimbang keputusan keluarganya.


*Kini Tuan Erda dan Nyonya Jasmine sedang berada di ruang tengah mansion utama Keluarga Purnama.


"Ayo kamu harus mengambil keputusan." Ucap seorang wanita yang mungkin sudah memasuki usia kepala 5.


"Erda khawatir Bu." Ucap Tuan Erda sambil menunduk.


"Camelia itu gadis yang pemberani. Dia tidak akan takut. Tidak sepertimu. Katanya cowok. Tapi, buat ngelepas putrinya aja udah ketakutan." Ejek wanita itu.


"Yahhhh. Ngelamun aja. Kenapa Yah?" Ucapan Nyonya Jasmine membuat Tuan Erda merasa kaget.


"Ngagetin aja kamu Ma. Kalo jantung Ayah copot gimana hah? Mama mau tanggung jawab?" Kesal Tuan Arda sambil mengelus dadanya.


"Santai Yah. Ayah ngapain ngelamun kayak gitu. Mama kira Ayah kesambet apa gitu." Ucap Nyonya Jasmine.


"Ga papa." Jawab Tuan Erda.


Sementara Nyonya Jasmine hanya ber'oh' sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Tumben Mama gak di dalem." Tanya Tuan Erda.


"Bosen liat beritanya." Jawab Nyonya Jasmine.


○•○


Sekarang jam menunjukkan pukul lima. Sementara Camelia baru saja terbangun dari tidurnya.


Setelah itu ia mandi dan bersiap untuk pergi ke mall bersama para sahabatnya. Ia segera meminta Pak Edi untuk mengantarkannya.


Ketika ia sudah sampai di mall, tanpa sengaja ia melihat seseorang yang tidak asing baginya.


Camelia menghampiri orang itu yang ia rasa adalah Priya.


"Hey!" Sapa Camelia sambil menepuk bahu Priya.


Priya langsung menoleh ke belakang karena kaget. Priya mendengus kesal karena melihat orang yang mengagetkannya.


Priya kembali menatap ponselnya, tanpa memperdulikan Camelia.


Camelia yang merasa diacuhkan langsung duduk di sebelah Priya tnpa menunggu persetujuan dari Priya.


"Ngapain Mel?" Tanya Priya yang melihat sekilas ke arah Camelia.


"Gak ngapa-ngapain." Jawab Camelia. Setelah itu terjadilah keheningan.


Mereka sama-sama menikmati hot cappucino yang terasa sangat nikmat, ya walaupun cokelat hangat lebih nikmat.


○•○


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Maaf kalau ceritanya kurang nyambung mohon maklumi karena ini novel pertama author.


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁