
Camelia berjalan riang menyusuri sepanjang koridor kelas. Tatapannya tak pernah luput dari setiap mata siswa-siswi yang berdiri di sepanjang koridor. Biasa, kalian tau lah bagaimana rasanya jadi orang famous di sekolah.
"CAMELIA!!!" Pekikan lengking menerobos gendang telinga milik Camelia.
"RIZKA HWAAA!!!" Setelahnya, terjadilah aksi peluk-pelukan teletubbies. Sudah biasa sebenarnya, yang tidak biasa saat ini adalah saat mereka menjadi tontonan oleh beberapa siswa yang melihat sekaligus mendengar kejadian barusan.
"Eh kalian? Gue mau ngajak kalian nginep, mau enggak? Hari ini gue bakalan habisin waktu bareng sama BAR BAR GURL CHEECK✨. Kita kemana-mana bertujuh teruslah pokoknya." Kata Kesya dengan wajah yang sangat gembira.
"Wahhh!! Siap 45 deh, gue sama anak-anak bakalan morotin lo di mall nanti." Kata Nadin yang tentunya dengan niat bercanda.
"Haha, serah kalian. Asalkan kalian bahagia." Balas Kesya yang langsung merangkul pundak Nadin layaknya adik kakak karena tubuh Nadin yang lebih mungil dari Kesya.
○•○
"WOY!!! HARI INI KITA FREE CLASS!!!!"
Teriakan surga bagi para siswa berkumandang di telinga Camelia dan lainnya. Ah, betapa nikmatnya.
"Serius? Emang guru pada kemana?" Tanya Camelia.
"Nggak tau, tadi gue habis dari kantor. Nyamperin Bu Siti, tapi katanya enggak masuk gitu." Ujar si ketua kelas.
Camelia hanya manggut-manggut paham.
"Cle? Lo tau enggak? Kalo hari ini gue pingin bolos ke pujas." Ujar Camelia dengan wajah sumringahnya.
"Enggak Mel. Lo itu OSIS disini. Lagian lo juga udah berulah semester kemaren. Jangan lagi deh." Tolak Cleo yang saat ini lebih memilih ghibah sama Sasa.
"Ya udah gue ke pujas sendiri aja." Final Camelia beranjak pergi.
Cleo hanya geleng-geleng kepala menatap kepergian Camelia. Bukannya tidak setia kewan, upss maksudnya setia kawan. Dia hanya tidak ingin namanya tertera dibuku merah Guru BK.
Camelia melangkahkan kakinya menuju koridor kelas yang sepi. Karena memang saat ini tengah ada KBM, jadi wajar saja jika kelasnya sepi.
"Bu, pesen sotonya satu porsi sama jus alpukatnya satu ya?" Kata Camelia memesan makanan begitu ia sampai di pujas.
"Oke siap Mbak. Tapi, samean kok mboten mlebu wonten kelas sih mbak? Nanti kalau Bu Kim marah gimana mbak?" karena si bu kantin tidak segera mendapatkan jawaban Camelia, akhirnya ia hanya bisa memakluminya. "Niki monggo ditunggu disana dulu, nanti kalo sudah jadi, ibu anterin pesanannya." Ujar si ibu.
"Ini uangnya ya bu, kembaliannya buat ibu aja." Kata Camelia sembari menyerahkan uang seratus ribu satu lembar.
"Iya bu, sama-sama." Balas Camelia yang kemudian duduk disalah satu bangku kosong yang tersedia.
Camelia beralih pada handphone yang menurutnya sedikit kentang, memainkan game billiards yang baru saja ia download kemarin tentunya dengan menggunakan wifi colongan.
"Ekhemmm!!" Suara deheman membuat Camelia terpaksa melirik siapa pemilik suara yang memgganggu aktivitasnya.
"Apa sih? Ganggu gu.. Kak Ditya? Kok disini? Jamkos juga?" Ujar Camelia terkejut, begitu ia melihat Ditya sudah berada di depannya.
"Enggak. Sengaja lagi patroli aja. Barangkali ada yang bolos, taunya emang ada." Ucap Ditya sembari duduk di bangku depan Camelia.
"Owh." Balas Camelia seadanya.
"Cuma owh doang? Lo enggak takut apa kalo sampai nama lo ada di buku catatan Guru BK?" Tanya Ditya yang terkejut mendengar respon Camelia.
"Ya kenapa harus takut? Toh kelas saya lagi jamkos, enggak ada guru, enggak ada tugas. Daripada saya ghibah tentang doi yang enggak peka-peka mending saya ngisi perut saya disini." Balas Camelia dengan tatapan santainya.
"Permisi neng, ini pesanannya." Ujar si ibu sambil meletakkan pesanan Camelia.
"Owh iya bu, makasih ya." Ucap Camelia. Si ibu hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi.
"Kakak enggak beli makanan?" Tanya Camelia. Tapi, yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi begitu saja dengan meninggalkan sebuah senyuman smirk tanda mengejek untuk Camelia.
"Dasar wakil MPK aneh. Mana ada organisasi kayak gitu, bodoh, *****, heran gue. Kenapa orang kayak dia kepilih jadi wakil MPK coba?" Gerutu Camelia selama perjalanan. Sumpah serapah selalu ia lontarkan lantaran dirinya kesal.
"Apa lo bilang tadi? Lo jelek-jelekin anggota MPK? Punya nyawa berapa lo sampe berani ngomong kaya gitu dibelakang? Jelek-jelekin seenak jidat lo." Ketus seseorang dari arah belakang Camelia.
"******", ujar Camelia dalam hati.
○•○
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Maaf kalau ceritanya kurang nyambung mohon maklumi karena ini novel pertama author.
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁