My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Taman



"Kamu kuat, kamu bisa. Jangan luntur perjuangan hanya karena kembalinya dia."


~therealyas


○•○


Mentari pagi memaksa masuk melalui celah-celah jendela seorang gadis yang kini masih terlelap dalam tidurnya.


"Ergh..." suara erangan dari sang gadis menandakan kalau dia sebentar lagi akan bangun. Kala jam alarm yang biasa ia setel kini mulai menyala.


"Non Camelia, Ayo bangun. Calon imamnya udah dateng lho." dalam sekejam suara itu mampu membuat Camelia mebuka matanya lebar-lebar. Pagi-pagi udah buat onar -pikirnya.


"Siapa sih?" tanya Camelia dengan matanya yang masih terpejam.


"Non, ayo bangun. Den Priya udah nunggu di ruang tamu lho." kata Bibi Bell lagi.


Langsung saja Camelia bangun dari tidurnya untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar. Priya datang sepagi ini ke rumahnya???


Pintu terbuka, terlihat Bibi Bell yang sudah rapi menunggu Nona kecilnya bangun. Sedang Camelia? Dia terlihat seperi singa karena rambutnya yang sangat berantakan


"Siapa tadi yang dateng?" tanya Camelia sekali lagi.


"Den Priya, Nona." ucap Bibi Bell penuh kesabaran


"Priya ngapain dateng ke rumah sepagi ini?" tanyanya.


"Saya tidak tau non." ucap Bibi Bell sembari mengangkat kedua bahunya.


"Ya udah bi. Bilang sama Priya buat nunggu sebentar lagi. Camelia mau mandi dulu." kata Camelia.


"Siap Nona." balas Bibi Bell kemudian beranjak pergi.


○•○


"Priya, maafin Camelia ya udah buat Priya nunggu lama. Lagian ini juga salah Priya datengnya kepagian."


Entah sudah berapa kali Camelia mengucapkan hal itu kepada Priya dan jawabannya selalu sama.


"Iya gapapa." selalu saja seperti itu.


Priya membuka tasnya. Kemudian mengambil sebuah buku lalu diberikan kepada Camelia.


"Buku apa?" tanya Camelia bingung.


"Lo pasti belum ngerjain PR kan? Udah gue kerjain semalem. Enggak usah disalin lagian itu juga buku baru." balas Priya.


"Serius?" tanya Camelia, Priya mengangguk.


"Udah semua?" tanyanya lagi


"Coba cek aja lagi." balas Priya.


Camelia mengecek semua soal dan jawaban di buku itu. Dan benar saja, semua soal sudah dikerjakan.


"Hwaaa makasih Priya." kata Camelia senang.


Ya, sekarang mereka sedang ada di taman kompleks perumahan Camelia. Mengingat sekarang hari Minggu, Priya mengajak Camelia berjalan-jalan menikmati udara segar pagi hari.


"Priya jangan gitu ih... enggak enak diliatin orang-orang." ucap Camelia malu-malu.


"Bodo amat, penting gue sama lo" balas Priya.


Mereka tidak sadar jika ada Rizka dan Kesya yang memperhatikan mereka dari tempat yang berbeda. Keduanya sama-sama terlihat seperti orang **** yang enggak tau apa-apa. Dalam pikiran mereka saat ini. Hanya satu, meminta penjelasan Camelia. Karena mereka sangat bingung akan hubungan Camelia dan cowok yang tidak mereka kenali.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya Priya, hati-hati waktu pulang." kata Camelia dengan nada bahagia setelah ia dan Priya menghabiskan es krim milik mereka.


"Enggak usah kebanyakan mikirin gue, gue tau gue ganteng tapi jangan terlalu sering dipikirin."


"Toh hati gue udah ada di lo." lanjutnya sembari berbisik dan kemudian pergi meninggalkan Camelia yang masih berdiam diri ditempat, dirinya masih benar-benar belum percaya.


"Priya?" Panggil Camelia begitu ia tersadar. Priya lemudian berhenti dan menoleh.


"I Love You!!!" teriaknya tanpa merasa malu sedikitpun. Priya tak menjawab melainkan ia hanya memberikan senyuman sebagai tanggapan.


Banyak orang yang melihat kejadian itu baper. Ada juga yang merasa sedikit iri.


Saat Camelia balik badan, ia terkejut dengan keberadaan Rizka dan Kesya yang menyerbunya dengan beberapa pertanyaan.


"Mel, lo pacaran sama dia?" tanya Rizka. Camelia tersenyum malu.


"Ya gitu." balas Camelia langsung berjalan duluan didelan Rizka dan Kesya.


"Hutang cerita lo sama kita." kata Kesya saat Camelia sudah mulai melangkahkan kakinya.


"Cerita apa sih?" tanya Camelia dengan wajah bahagianya.


"Soal cowok itu." balasnya


"Serius guys gue masih enggak percaya tau enggak." kata Camelia


"Kenapa sih?" bingung Rizka.


Camelia menghembuskan nafas panjangnya, ia mulai menceritakan seluruh kejadian mulai dari siapa Priya itu sampai kejadian hari Jum'at yang lalu. Rizka dan Kesya yang mendengar cerita dari sahabatnya itu tak bisa menahan suaranya agar tidak diteriakkan.


"***** lo kalo ngomong bisa pelan dikit apa?" kesal Camelia sambil celingak-celinguk melihat sikon.


"Ya spontan aja kali Mel, gue masih enggak percaya soalnya." katanya.


"Ya sama. Gue yang ngelakuin aja enggak percaya, apalagi elo." balas Camelia.


○•○


Tbc


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁