My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Rela



“Ets cie pagi pagi sudah romantisan. Sama si Vino juga” ujar Farrel dan segera Camelia tersadar dari lamunannya dan dengan langka cepat lalu duduk dibangkunya. Disana sudah terlihat Devin yang sedang duduk santai di bangkunya.


“Bac*t.”


“Ah elah neng galak amat hahaha.” Ujar Valina.


“Seneng ya dianter pacar.” Ujar Farrel menggoda Camelia.


“Masih berisik gue bunuh lo berdua.” Tatapnya tajam.


“Iiihhh atuttt.” Ucapnya bersamaan sambil tertawa melihat tingkah Camelia.


“Tahu ah.” jawabnya cuek.


“Hari ini kita free class woy guru pada rapat.” Teriak ketua kelas dan seketika kelas menjadi riuh banyak yang berhamburan keluar kelas. Ntah pergi kemana.


Lain dengan Camelia dia hanya memilih untuk tetap diam di kelas memasang earphone dan menyembunyikan wajahnya dibalik lipatan tangannya.


\= \= \=


Dilain sisi diwaktu yang sama


“Boleh gabung gak?” Tanya Devin pada Farrel dan Valina yang sedang duduk dipojokkan kantin.


“Boleh.” Jawab Valina.


“Camelia dimana?” tanya Devin yang kini duduk didepan Farrel dan Valina diikuti oleh Brian dan Alex.


“Di kelas.”


“Kenapa gak ikut nongkrong di kantin?” Tanya Brian.


“Gak mau, tahu kenapa.” Jawab Farrel.


“Teman lo itu dingin amat ya, kok kalian bisa temenan si sama dia?” tanya Alex.


“Dia aslinya gak begitu kok ya gak Rel.” Sahut Valina.


“Iya bener kata Valina, sejak kejadian itu semuanya berubah 180 derajat” ucap Farrel sedih.


“Eamng aslinya bagaimana, kejadian apa?” tanya Devin penasaran.


“Camelia itu orangnya ceria, semangat, baik, manja, apalagi kalau dia lagi sakit behhh manjanya gak ada duanya. Dia dulu gak sedingin kayak sekarang sejak hari itu. Hari dimana Camelia diawasi oleh orang tuanya. Dan parahnya orang tuanya itu overprotektif sampai sampai dia enggak dibolehin


ngasih kabar ke orang lain selain orang tuanya, pengasuhnya juga si Vino teman suruhan kakeknya. Dan parahnya lagi Camelia dikurung di rumah, ikut home schooling, lost contact sama Priya, dan depresinya sudah mulai parah selama 4 tahun tapi dia enggak pernah bilang orang tuanya. Sejak itu Camelia berubah 180 derajat, dia berubah jadi pemurung, pendiem, penyendiri, bahkan kita gak pernah ngeliat dia tersenym sdikit pun sejak itu kecuali kalo lagi sama Vino.” Cerita Valina panjang kali lebar.


Devin, Brian, dan Alex tercengang mendengar cerita Valina ternyata dibalik sifat dinginnya Camelia tersimpan masa lalu yang begitu dalam dan berdampak pada diri Camelia hingga dia berubah seperti sekarang.


“Priya itu siapanya Camelia?” Tanya Brian polos.


“Priya itu tunangannya Camelia.” Jawab Farrel dan mereka hanya manggut-manggut mengerti.


“Dia juga paling benci ngeliat orang yang disayangnya disakiti orang lain, contohnya dulu gue pernah dibully habis habisan sama kakak kelas gue, kalian mau tahu apa yang dilakuin Camelia pas denger gue disakiti?? Dia mukul kakak kelas yang sudah bully gue tanpa belas kasihan sedikit pun Camelia


mukul dia sampe koma...” cerita Farrel.


“Kalo dia bad girl hobby adu jotos, kenapa pas di bully sama Yeri dia diem saja.” Tanya Alex.


“Alasennya Cuma satu.”


“Apa?” tanya Devin.


“Priya.”


“Dulu sebelum Camelia pergi ke Paris, Priya pernah bilang sama Camelia stop untuk nyakitin orang. Sejak itu Camelia gak pernah berbuat hal buruk lagi.” Jawab Farrel.


Mereka bertiga pun ber oh ria.


“Terus jangan pernah buat Camelia marah apalagi sampai bentak, itu bisa buat dia kepikiran terus. Bisa bisa nanti depresi lagi. Mending kalian jauhin Camelia kalau kalian pernah dibentak Camelia walau sekali daripada dia punya dendam kesumat sama kalian.” Ucap Valina.


“Gue harap juga begitu.” Ujar Farrel.


“Terus kalo sudah terlanjur bagaimana?” tanya Devin.


“Yupsss kalian harus ditanggung dong. Siapapun yang udah buat Camelia marah, enggak bakalan pernah di maafkan. Jadi, mending menjauh aja. Daripada gak di maafin, terus buat Camelia depresi gegara makin banyak pikiran." Jelas Valina.


Devin yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam. Dia tidak ingin orang yang disukainya membencinya. Disisi lain ia juga tidak bisa merelakan orang yang ia sukai.


"Sepertinya ini jalan yang terbaik buat lo Mel." batin Devin.


"Gue rela jauhin lo, dengan syarat lo harus bahagia walau enggak sama gue." lanjutnya.


-----------------


#Devin POV


Dibalik dinginnya sifat lo, tersimpan banyak misteri. Gue rela melepas lo agar lo bahagia.


Setelah mendengar masa kelamnya Camelia, gue memutuskan untuk kembali ke kelas.


Setibanya gue kelas, gue melihat Camelia yang sedang tertidur pulas di atas meja, dengan perlahan gue duduk di bangkunya yang berada di samping Camelia.


Gue merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Camelia dan menyelipkannya di telinga Camelia.


Gue dengan seksama melihat wajah cantik Camelia dari dekat. Mungkin hal ini sudah menjadi hobi baru untuk gue.


Ntah sudah berapa lama gue melihat wajah Camelia dari dekat namun sedikit pun tak terasa bosan untuk gue. Tak lama gue memutuskan untuk membuka ponsel gue.


---------------------