My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Ujian



Hari dimana seluruh sekolah khususnya untuk sekolah menengah akan menghadapi masa-masa dimana akan membuat kepala para muridnya migren. Begitupun siswa/i Lycèe Lous-le-Grand, mereka sedang mempersiapkan diri untuk memasuki ruangan yang akan membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Ujian ini adalah penentu apakah mereka bisa lulus dari Lycée Louis-le-Grand dan dapat melanjutkan study mereka ke tingkat perkuliahan.


"Udah siap?" Tanya Valina kepada Camelia yang kini tengah sibuk dengan buku catatannya.


"Siap dong." Valina terkekeh melihat Camelia yang sekarang, Camelia yang manja dan super cerewet. Tak ada lagi kalimat CAMELIA YANG DINGIN.


"Lo siap?"


"Siap dong, kan udah belajar."


"Belajar apa mojok?" Bukan Camelia yang menjawab melainkan Farrel yang datang entah darimana.


Valina terkekeh mendengarkan penuturan Farrel, "Hehehe belajar plus mojok dong beb." Sedangkan Camelia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.


Kringgg...


Bel tanda ujian berlangsung sudah berbunyi, Camelia, Farrel dan Valina sudah siap dengan apa yang akan mereka hadapi nantinya.


"Ya udah ayo masuk." Ajak Camelia.


Lembar demi lembar sudah dibagikan oleh pengawas. Camelia, Farrel dan Valina menatap enteng kertas dihadapan mereka. Namun tidak bagi yang lain.


Ujian sudah berlangsung 30 menit Camelia, Farrel dan Valina nampak santai-santai saja waktu mengerjakan. Beda dengan murid lainnya, ada yang menatap kertas ujian malas, ada yang ngitung kancing, ada yang tolah-toleh ke kanan ke kiri dll.


Detik berganti menit, sudah mulai terdengar suara berisik. Camelia pertama kali bangkit seraya menenteng kertas ujiannya maju ke depan dan menyerahkannya kepada pengawas. Setelag selesai Camelia kembali ke mejanya dan disusul oleh Valina dan Farrel yang juga mengumpulkan kertas ujiannya kepada pengawas.


*****


Disinilah mereka sedang duduk anteng di kantin sambil menikmati makanan dan minuman pesanan mereka. Sebenarnya ini sudah jam pulang, tetapi mereka lebih memilih untuk ngantin terlebih dahulu.


"Aaaaa gilaaak untung gue jenius, kalo misalnya gue bodo soal-soal tadi gak bakalan bisa gue jawab."


"Hm."


"Ya elah gue dikacangi, untung mood gue lagi baik so i'm oke." Cerocos Valina yang dapat membuat siapapun yang mendengarnya jengah.


"Brisik setan." Kesal Camelia


"Heheheh sorry sis."


Lo bukan sodara gue." Jawab Camelia membuat Farrel tertawa terbahak-bahak.


"Kok rasanya jeru banget ya?" Ucap Valina mendramatisir.


"Ya udah ayo pulang."


"Ya udah ayo."


"Mel." Panggil Farrel sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Apaan?" Jawab Camelia.


"Gue sama Valina cabut duluan ya?" Camelia hanya mengangguk mengiyakan perkataan Farrel.


"Iya hati-hati bawa sahabat gue." Saran Camelia.


"Kalo sampe lecet gue bogem lu." Sambung Camelia dengan tatapan tajamnya.


"Oke."


Setelah itu, Camelia juga memasuki mobilnya dan segera bergegas meninggalkan lapangan parkir sekolahnya.


******


Setelah lama di perjalanan, akhirnya Camelia sampai dengan selamat di rumahnya.


Camelia keluar dari mobil sport warna hitamnya.


Ceklek...


"Camelia pulang."


"Non Camelia udah pulang? Sini Non, makan dulu."


"Nanti aja Bi. Camelia mau mandi dulu." Jawab Camelia segera melangkahkan kakinya menaiki satu per satu anak tangga menuju kamarnya.


♥♥♥♥♥


Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Begitulah cara kerja kehidupan di bumi. Tidak ada yang tau kejadian yang akan menimpa kita esok hari.







Next?