My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Hari Sabtu 2



Tin...tin


Suara klakson mobilnya sudah berbunyi, artinya mobil sudah siap. Camelia segera turun ke bawah untuk pergi mengisi hari liburannya.


“Ma, Camelia belajar kelompok dulu ya.”


“Iyaaa, jangan sampai kesorean ya Mel.” Ucap Jasmine.


“Aman ma, Camelia berangkat dulu. Samlekom.” Ucap Camelia lalu pergi.


“Astaga Camelia.” Desis Jasmine sambil geleng geleng kepala.


○•○


“Belajar apa dulu kita gaess?” tanya Cleo sang tuan rumah.


“Nyemil dulu Cle, laper ini.” Tawar Rina.


“Kuy lah.”


Cleo yang melihat teman temannya kelaparan, akhirnya meminta pembantunya untuk memasak makanan.


“Kalian mau makan apa nyai?” tanya Cleo.


“Apa saja deh.” Ucap Rina.


“Iya Cle, gak usah terlalu ribet tapi.” Sahut Azzarah.


“Oke guys, tunggu sambil nyemil noh.” Ucap Cleo.


“Ho’oh.”


“Bi, teman teman pada laper, masakkin ya Bi?”


Setelah makan makan mereka lanjut pada tujuan awal mereka ke rumah Cleo yaitu belajar kelompok, rumah Cleo ini merupakan basecamp (Gak tahu tulisannya :P) mereka, dari awal terbentuknya SHAGUN sampai sekarang.


Di sini sangat nyaman, kadang juga rumah Cleo sepi hanya ada Cleo dan satu pembantunya karena orang tuanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan lagi orang tuanya juga tidak keberatan jika kita sering berkunjung untuk main.


Mereka akhirnya memutuskan untuk belajar IPS, karena terakhir kali mereka ulangan, nilai mereka di bawah KKM yang membuat mereka terpaksa mengikuti remedi dengan soal yang lebih sulit. Hanya Camelia saja yang tidak remidi, tentu saja selain karena dia sangat pintar, dia juga merupakan anak Olim IPS.


Melihat semua temannya terlalu serius, membuat Camelia jenuh. Camelia sudah mencoba untuk mengerjai teman-temannya khusus Cleo. Muncul beberapa ide seperti menggelitiki Cleo tapi tetap tak terganggu. Jidat Cleo sudah ditoyor-toyor tetap saja gak terganggu.


Akhirnya Camelia menjahilinya dengan menelfon Aditya karena Cleo sudah lama menyimpan perasaan pada Waketem yang sudah punya pacar itu. Lalu Camelia menelefon kakaknya agar berpura-pura menjadi Aditya dengan mengganti usernamenya dengan kata “Kak Aditya” dan ia menunjukkannya pada Cleo. Alhasil, Cleo pun mengejar Camelia agar segera mematikan telfon itu.


Tak ketinggalan, Firya, Rina dan Azzarah yang mengabadikan moment itu dengan kamera ponselnya.


“Gila si Camelia jahil bener.” Tawa Rina pecah melihat betapa gobl*knya teman mereka.


“Anak itu memang suka buat masalah.” Desis Azzarah tak mau ambil pusing.


“Kapan Camelia berubah kalo begini terus? Kasian orang orang yang dibuatnya susah.”


“Termasuk kita anj*r.”


“Gaes capek gue, gue baliklah ntar gue dimarahi mama.”


Sepertinya Camelia sudah puas menjalankan aksinya, tampaknya dia juga sudah lelah.


“Yaudah, iya.” Pasrah mereka berempat.


“Kuy fotbar dulu buat bukti,” cengir Camelia sembari menyerahkan ponselnya.


Firya menghembuskan nafas kesal, lalu merampas ponsel milik Camelia, dan mereka mulai bergaya seenak jidatnya.


“Modelan kek apaan ini?” ledek Cleo yang ngakak liat hasil foto mereka.


“Yeee si anj*r belom tahu saja, kalo kita sebenernya asli model.” Sewot Camelia.



○•○


Setelah itu mereka segera beranjak pulang, karena hari sudah sore.


Ini bukan Camelia yang belajar kelompok tapi Cuma mereka berempat doang, sumpah Sad banget idup teman temennya yang selalu dijaili Camelia.


“Ga usah mampir ya? Takut ngerepotin.” Ucap Camelia setelah turun dari mobil Cleo. Memang, Cleo sendiri yang berniat mengantar teman temannya pulang daripada sendirian di rumah.


“Ajg lo Mel, sudah kita enggak lo ajarin IPS. Terus sampe sini di usir.” Cibir Cleo yang kesal melihat wajah Camelia tanpa dosa.


Kan? Apa Rina bilang? Camelia Cuma nyusahin mereka berlima doang, ini ciri-ciri teman yang halal untuk dibunuh.


“Ywdah kita pamit dulu, cepet cepet tobak lo, biar gak dipanggil Allah duluan.” Setelah Azzarah mengucapkan kalimat keramat itu, mereka langsung gaskeun pergi.


Camelia mendengus kesal, tapi tak apalah? Toh omongan mereka ada benernya, eh... astaghfirullah khilaf.


Camelia langsung melenggang masuk melihat mama dan ayah sedang nonton TV, mesra banget anj*r gue liatnya jadi ngiri. Bagi kalian yang nyariin Aldo, Aldo sekarang lagi bobok biasa dia


kecapekan banget kayaknya.


“Ucap salam dulu kalo masuk tu.” Sindir ayah.


Lah? Darimana ayah tahu kalo gue pulang? Gue curiga jangan jangan ayah gue kembarannya master


limbat?


Amazing.


“Samlekom ayah, mama.” Cengir Camelia sambil berjalan duduk di sofa samping Jasmine.


“Ucap salam yang bener.” Sahut Jasmine.


“Assalamu’alaikum Wr. Wb. mamaku yang cantik, baik, tinggi, sopan, ramah, lemah lembut, tidak sombong, rajin menabung.” Celoteh Camelia yang geram.


“Wa’alaikumussalam, alay... alay.” Jawab Jasmine tak kalah geram.


“Belajar dimana tadi Mel?” tanya ayah membuka suara.


Cieee ayah kepo deh.


“Ke rumah doi yah, eh maksudnya ke rumah Cleo.”


“Mel?” paggil ayah.


“Po?” camelia langsung menutup mulut luckn*tnya, setelah dapet pelototan dari ayahnya.


“Minta maaf?” titah ayah.


Dengan gerutuan pelan, Camelia mencium punggung tangan ayahnya


“Camelia minta maaf atas ketidak sopananan Camelia yang kyud ini ya yah?”


Ayah hanya menggeleng gemas menatap putri sulungnya.


“Ayah mau tanya sama kamu?”


“Iya yah. Tanya apa?”


“Kamu kan sudah mulai dewasa, jadi sudah mulai bisa nentuin mana yang baik dan mana yang buruk, ayah mohon kamu jangan buat ayah sama mama malu lagi kek esdeh waktu itu ya?”


Camelia meneguk salivanya kasar, ia hanya bisa nyengir doang, sungguh saat ini Camelia sedang mengumpat kasar mengingat kejadian sialan tahun lalu sampe dipanggil orang tua awokawokawok, gpp lah toh semwa orang juga punya salah.


“InsyaAllah yah.”


“Ya sudah pada makan dulu yuk?” ajak Jasmine cepat cepat mengalihkan pembicaraan mereka, kasihan Camelia harus mengingat masa lalu lagi.


“Gak ma, Camelia sudah kenyang tadi habis makan sama teman teman, ayah sama mama saja yang makan. Biar romantisan dikit.” Goda Camelia langsung pergi menuju kamarnya.


“Lihatlah anakmu ma, makin lama makin gak waras.” Kekeh ayah.


“Itu anakmu juga.” Sahut Jasmine tak terima.


Akhirnya mereka berduapun hanya makan malam berdua. Sementara di kamar, Camelia terus membayangkan kejadian konyol tadi saat ia menjahili Cleo.


Camelia pun tertawa sendirian, ngeri kan? Awokawokawok... Lalu Camelia pergi untuk tidur selamanya dan tamat.


*Gg. cnd doang. Konfliknya saja belom keluar.


Hehehe*


Maksudnya Camelia pergi untuk tidur karena hari sudah larut malam.


○•○


SILAHKAN VOTE, LIKE, COMMENT, RATE EBANYAK BANYAKNYA EAK :))