
Hari ini pagi yang cerah dimana matahari menimbulkan cahaya kuning yang membuat semua orang senang mengawali kegiatannya.
Begitu juga dengan Camelia, entah karena suasana hatinya atau bagaimana, entahlah pagi-pagi buta dia sudah nyengir di depan cermin.
Bagaiman bisa? Seorang Camelia salah satu The Most Wanted Girl di sekolahnya sudah nyengir-nyengir enggak jelas saat jam masih menunjukkan pukuk 05.00
Dan sekarang sudah pukul 06.00 Camelia yang sedang mengcurly rambutnya dan mempoles sedikit wajahnya pun tersenyum bangga.
Karena posisinya sebagai teladan kelas tidak pernah tergantikan. Setelah merasa perfect dengan penampilannya, dengan cepat Camelia memakai sepatu sekolahnya dan mencangklong tasnya dipundak.
Dengan terburu-buru Camelia segera menuruni tangga, jika lama pasti ia akan segera diomeli oleh teman-temannya. Ya, siapa lagi jika bukan Kesya, Nadin, Zara, Rizka, Feby dan Nayfa yang sudah sampai di depan rumahnya.
Saat sudah menuruni tangga senyum Camelia mengembang saat melihat Bibi Bell sudah menyiapkan sarapan untuknya di meja makan.
"Pagi Bi." sapa Camelia dengan senyuman khasnya.
"Pagi juga Non Camelia. Non sarapannya" ujar Bibi Bell.
"Gak deh Bi, Camelia enggak sarapan ya, soalnya temen-temen udah nunggu di depan." kata Camelia.
"Sebentar Non, Bibi udah siapin sari roti sama susu coklat buat Non Camelia. Bibi buat banyakn jadi Non Camelia bisa bagiin ke temen-temennya." Bibi Bell menyerahkan kotak bekal ke Camelia.
"Wah roti coklat, makasih ya Bi, yaudah Camelia berangkat dulu ya Bi. Assalamu'alaikum." pamit Camelia.
Saat di depan rumahnya, Camelia sudah dapat melihat teman-temannya dengan raut wajah yang nampak kesal.
Dengan senyum mengembang, Camelia mendekati teman-temannya
"MORNING GES" sapa Camelia.
"Morning mata yu Mel, kita nunggu lo 5 menit Mel 5 menit" kata Kesya nggak santai.
"Ish baru juga 5 menit." kekeh Camelia.
"BARU 5 MENIT KATA LO?!" Teriak mereka serempak.
"Yaya maaf, ya udah ini ada sari roti sama susu kotak buat gue sama kalian semua dari Bibi Bell." kata Camelia sambil membagikan roti dan susu kotak kepada teman-temannya tak lupa juga supir Kesya karena mereka naik mobil Kesya.
Tentu saja teman-temannya menerima dengan senang hati karena sudah diberi roti coklat dan susu coklat juga. Emang sih karena mereka bertujuh adalah pecinta manis terutama jika itu cogan dan coklat.
"Iya kita maafin, ya udah yuk pak berangkat." cengir Kesya.
Empress Junior High School
Murid-murid yang melihat hal itu memberikan ekspresi yang berbeda-beda, ada yang memuji dan tidak sedikit pula yang tetap mencaci apalagi saat 7 perempuan keluar dari mobil tersebut.
Banyak sekali yang menampilkan ekspresi tidak suka, namun Kesya, Nadin, Camelia, Zara, Nayfa, Rizka dan Feby bersikap cuek dan tidak peduli.
Dengan langkah biasa Kesya, Nadin, Camelia, Zara, Nayfa, Rizka dan Feby berjalan menuju kelas mereka sambari sesekali bercanda gurau yang penuh tawa. Mungkin mereka tidak pernah merasa malu, karena urat malu mereka sudah benar-benar terputus.
Tapi tawa mereka terhenti ketika pundak Camelia sengaja disenggol oleh seorang perempuan dengan 2 pengawalnya. Penampilannya sungguh menakjubkan, dengan bedak 5 centi, lipbam 3 centi dan bulu mata 1 meter. Siapa lagi jika bukan Kak Diva dengan 2 pengawalnya Kak Willy dan Kak Hakim. Kalau lupa sama si Hakim, mending baca bagian "Olahraga" -Author
"Hello anak sok cakep!" sapa Diva.
"Oh, Halo juga b*tch-nya Empress Junior High School!" balas Camelia dengan smirk.
"Heh lo Zara denger-denger lo pacarnya Andre ya?" tanya Diva mencoba menahan amarah.
"Iya emang Zara pacarnya Andre, kenapa?" Nadin sewot.
"Heh Diva kan tanya sama temen lo anj*ng" umpat Willy.
"Heh kan temen gue juga bilangnya ke temen lo brengs*k" balas Zara.
"Nah kan lo pada kalah omong." kata Kesya.
"Daripada nambahin dosa, mending pergi aja." kata Rizka yang diangguki oleh semuanya.
Diva dan 2 pengawalnya pun melihat Camelia dkk berlalu dengan amarahnya yang tertahan segera menuju ke kelas mereka.
Saat di kelas tiba-tiba mood Camelia menurun hal ini kejadian karena tadi pagi.
Bukannya takut pada Diva, Camelia hanya malas saja dan malah khawatir jika Diva dan 2 pengawalnya melakukan sesuatu pada sahabat-sahabatnya.
Bagaimanapun sahabat-sahabatnya tidak bersalah karena Camelia-lah yang sering membuat masalah di mata kakak kelasnya dan Camelia tidak suka jika temannya diusir dengan siluman ular bertopeng badut seperti Diva.
○•○
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁