
Drrttt...Drrrttt...Drttt
Farrel is calling
Siapa sih pagi-pagi udah nelfon? Masih ngantuk juga. Gumam Camelia karena merasa tidurnya terganggu oleh deringan telfon teriak-teriak minta diangkat.
Dengan segera gadis itu mengambil HP yang ia letakkan di atas nakas.
Farrel calling...
Ngapain sih pagi-pagi udah nelfon gue? Gak ada kerajaan apa? Gumamnya.
"Hm hallo?" Jawab Camelia dengan suara khas bangun tidur.
"Baru bangun tidur?"
"Pake nanya lagi! To the point aja."
"2 jam lagi gue sama Valina jemput lo. Siap-siap sana!"
"Eh... mau ngapain?"
"Gak usah banyak nanya, 2 jam lagi gue sama Valina udah ada di rumah lo."
Tut...Tut...Tut
"Woy gue enggak mau!!!" Teriak Camelia namun sambungan telfonnya sudah dimatikan oleh Farrel.
"Nih cowok kenapa sih? Maunya apa coba? Maksa banget jadi orang." Ujar Camelia frustasi.
Dengan langkah malas, Camelia pun menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.
2 jam kemudian...
Ting...Tong...Ting...Tong
Clekkk...
"Eh den Farrel, Non Valina. Ayo masuk." Ajak Bibi Min kepada Farrel dan Valina.
"Iya bi, makasih. Camelianya mana?"
"Ada di atas Non, Bibi panggilin ya? Mari silahkan duduk Non Valina, Den Farrel." ucap Bibi Min mempersilahkan Valina dan Farrel untuk duduk.
"Iya bi, makasih ya."
------
Tok...Tok...Tok...
"Non, ada tamu nungguin Nona dibawah."
"Iya Bi, 10 menit lagi Camelia turun."
"Iya Non."
"Bi, Vino sama Paman Jae udah berangkat ke stasiun?"
"Udah Non, dari tadi."
"Owh oke, Bi."
Camelia yang kini berada didepan meja rias sedang melihat penampilannya.
"Emang gila ya mereka berdua." desisnya.
Camelia pun keluar kamar menuruni tangga dan menuju keberadaan kedua teman gilanya itu dan ia melihat 2 orang yang sagat ia kenali sedang duduk di ruang tamu sembari memakan camilan.
"Hmm." Deheman Camelia menyadarkan Valina dan Farrel yang sedang sibuk berebut camilan.
"Udah siap?"
"Hmm"
"Ya elah gak usah gitu dong. Ayo berangkat!"
"Mau kemana?"
"Ikut aja."
Kini mereka bertiga sedang berada di dalam mobil sportnya Farrel, tak ada yang berbicara hanya alunan lagu yang menemani mereka bertiga.
Kini mobil Farrel berhenti di salah satu mall Paris miliknya sendiri. Farrel kini keluar dari pintu pengemudi disusul Valina dan Camelia yang keluar dari pintu penumpang.
"Ayo turun." ajak Valina.
"Kita mau ngapain di mall?"
"Kita ke salon aja dulu yuk. Mau enggak?" Tanya Valina.
"Mau ngapain?"
"Warnain rambut." Jawab Valina dan disetujui oleh Farrel karena Farrel juga suka mengganti-ganti warna rambutnya. Sedangkan Camelia, dia hanya mengantar karena ia memang suka rambutnya tetap hitam.
"Ya udah ayo!"
Sejak awal mereka masuk ke dalam mall, mereka lagi-lagi menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang disana. Mereka semua terasa terhipnotis oleh ketiga remaja kaya itu namun bagi ketignya hal itu sudah biasa terjadi.
LIBBY SALON
"Silahkan masuk." ujar seorang pelayan yang berjaga didepan pintu masuk.
"Permisi." Panggil Farrel pada salah satu karyawan salon itu.
"Iya tuan ada yang bisa kami bantu?" jawabnya.
"Saya sama teman saya mau warnain rambut. Kalian bisa kan warnain rambut kita bertiga?"
"Bisa, Tuan dan Nona tinggal pilih warna apa yang kalian inginkan." Ujar pelayan tersebut.
Aaauuuhhh...
Farrel meringis karena perutnya di cubit oleh Camelia.
"Enak aja, gue gak mau warnain rambut tau?!" ujar Camelia kesal.
"Kan berubah dikit bolehlahh..." Jawab Valina dengan menampakkan senyum miringnya kepada Camelia.
"BO.DO" Sahut Camelia dengan menekankan setiap katanya.
Sedangkan karyawan yang disana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga remaja itu.
"Mau pilih warna apa?" tanya Farrel kepada Valina.
"Di ombrein warna purple aja."
"Warna purple aja mbak." Ujar Farrel kepada salah satu pelayan disana dan diangguki oleh karyawan tersebut.
1 jam kemudian akhirnya rambut mereka sudah selesai diwarnai. Setelah membayar di kasir, mereka bertiga segera meninggalkan salon tersebut.
Setengah perjalanan, Valina menghentikan langkahnya dan menarik tangan Camelia untuk masuk ke salah satu toko yang menjual berbagai aksesoris wanita. Sedangkan Farrel kini berada di stand es krim daripada harus menemani para wanita itu berbelanja.
"Ngapai kita disini?" tanya Camelia.
"Nyari gelang couple."
"Buat siapa?"
"Buat kita lah."
"Gue enggak mau."
"Sayangnya gue enggak nerima penolakan."
"Tau ah." ujar Camelia judes.
Setelah berkeliling, mata Camelia kini tertuju pada sepasang gelang berwarna tosca dan peace favoritnya dan Valina yang menurutnya sangat indah dan ia menginginkannya.
"Val."
"Apasih Camelia sayangg??"
"Ga usah pake sayang kali."
"Hehehe ya udah kenapa?"
"Mau enggak gelang yang ini?" tunjuk Camelia sambil memasang puppy eyesnya.
"Peace?!?! Gila lo masih inget warna kesukaan gue."
"Iya dong." ucap Camelia sambil tersenyum bahagia.
"Ya udah yuk ambil." kata Valina mengambil gelang tersebut.
"Ya udah ayo kita ke kasir." ajak Valina dan diangguki oleh Camelia.
Mereka pun keluar dari toko tersebut dan sudah disambut oleh Farrel yang lagi enak-enak makan es krim. Valina yang merasa cacing diperutnya sudah mulai mendemo, mengajak Camelia dan Farrel ke restoran di lantai 5 mall itu.
"Cari makan aja dulu gimana?" ajak Valina.
"Ayo."