My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
ATK dan Buku



Entah kenapa hari ini gue ngerasa waktu semakin cepat berjalan, buktinya di sini sudah pukul 4 sore saja. Kini sudah waktunya Vino pulang sekolah. Gue enggak sabar buat beritau dia. Pasti dia senang.


Ceklek


Suara pintu depan terbuka, sontak buat gue menolah. Ternyata benar, Vino baru saja pulang sekolah. Cowok ingusan itu sudah tumbuh jadi cowok yang super tampan bahkan sekarang selisih tingginya sama gue saja sudah 13 cm.


“Vin!” panggil gue


“Hmm..”


“Sini deh.” Ucap gue sembari nepuk nepuk sofa sebelah gue.


Vino yang peka sama kode gue, akhirnya mendudukkan tubuhnya di samping gue.


“Apaan?”


“Gue sudah diizin sama bonyok buat sekolah!!!”


“HAH?! Serius lo?”


“Iyalah ya masak gue bo’ong”


“Bagus dong, tapi apa lo bakalan bersikap ‘cold’ lagi?”


“Iya, gue enggak mau dimanfaatin lagi.”


“Ya sudah seterah lo. Btw, sekolah lo dimana?”


“Di Lycée Louis-le-Grand. Nanti sore anterin gue buat beli atk sama buku ya Vin?”


Ucapan gue hanya dibales anggukan sama si Vino. Sumpah gue enggak sabar besok!! Akhrinya gue sekolah juga.


◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾


Gue sudah siap untuk pergi beli atk, buku dkk sama Vino. Paman Jae dan Bibi Min tampak senang karena ngelihat gue bisa tertawa lepas seperti ini.


“Lo sudah siap Mel?” tanya Vino.


“Sudah kok Vin.” Jawab gue.


“Ya sudah ayo”


Paman Jae dan Bibi Min mengantarkan kami ke depan, pada saat itu pintu terbuka. Pemandangan yang indah, sangat berbeda jauh dengan apa yang gue liat 4 tahun lalu. Memang semenjak home schooling, gue bener bener diawasi 24 jam sama bodyguard Ayah dan gue enggak dibolehin buat keluar rumah. Pemandangan Paris yang begitu indah. Ini adalah pertama kali gue melangkahkan kaki gue keluar setelah 4 tahun lamanya. Gue pun terus berjalan ke arah mobil.


“Nona Camelia, hati hati di jalan.” Ucap Bibi Min


“Habis cari atk sama buku langsung pulang lho den. Jagain Non Camelia” ucap Paman Jae kepada Vino.


“S’amuser Nona, den Vino.” Sambung Paman Jae.


“Bibi sama Paman tenang saja. Vino bakalan jagain Camelia. Santai saja kali” Ucap Vino.


“Hehehe, maaf den Vino.” Ucap Bibi Min.


“Ya sudah, Mel masuk. Bi, Paman kami berangkat ke toko atk dulu ya. Au revoir Paman, Bibi." ucap Vino


"Au Revoir Paman, Bibi." ujar gue


Gerbang besar terbuka otomatis. Saatnya gue melihat suasana sekitar Paris ini. Di saat perjalanan gue kagum dengan pemandangan ini


“Ini sangat bagus Vin.” Ucap gue


“Hahaha, tapi walaupun bagus pasti ada tindakan kriminalnya, makanya harus hati hati. Mengerti?” ucap Vino


“Ini anak memenag sudah gak sabar bener ya”


Tak lama kemudian gue dan Vino sampai di toko atk. Gue melihat sekeliling banyak orang orang yang beraktifitas.


“Sudah lama gue enggak liat orang sebanyak ini” gumam gue


Gue pun mengikuti langkah Vino. Kami berjalan masuk ke dalam.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu karyawan laki laki tersebut


“Stand untuk alat tulis dan buku tulis dimana ya?” tanya Vino


“Di lantai atas Tuan.”


“Mel ayo kita atas.”


Gue pun jalan ke lantai atas, sesampainya gue di lantai atas. Gue tercengang melihat isi dalam toko tersebut. Semua yang dibutuhkannya tersedia sangat lengkap.



“Wuuuaaah Vin, ini toko bukunya besar banget.” Ucap gue


“Iya, dasar culun” ucap Vino


“Ya, bagaimana gak culun baru pertama kali ke sini kok.” Ucap gue kesal.


“Hahahaha, maaf gue Cuma bercanda kok. Sudah sini beli alat tulis dulu. Nanti baru beli buku terus pulang.” Ucap Vino


Setelah puas kesana kemari, akhirnya semua perlengkapan sekolah gue sudah lengkap. Segera gue sama Vino langsung masuk ke mobil, dan tanpa sadar gue tertidur dengan pulas. Gue harap gue betah di sekolah itu.


SKIP


“WOI KEBO...”


“Iiih apaan sih, gue masih ingin tidur.” Ucap gue


“Kita sudah nyampe rumah Mel.”


Dengan cepat gue membuka mata gue, dan melihat ke arah jam tangannya.


“Ternyata sudah nyampe ya?” tanya gue


“Ya iyalah Mel, sudah ayo kita turun.” Ucap Vino.


Gue pun turun, saat gue turun terasa dingin sampai merusuk ke tulang gue.


“Gue lupa kasih tahu lo, sekarang sudah malem.” Ucap Vino.


“Kenapa gak kasih tahu Vin? Kan gue jadi kedinginan.” Ucap gue.


“Ya ya, bentar bawel.” Ucap Vino


“Ini ambil, di pakai.”


“Sekarang?” tanya gue polos.


“Gak, tunggu lebaran” jawab Vino


“Owh oke” ucap gue polos


“Ya ampuuun Mel, besok kalo ada yang kayak gini lo pasti sudah di tipu orang dengan mudah.” Ucap Vino


“Hehehehe, maaf Vin.”


“Sudah ayo kita masuk.” Ucap Vino


Kami pun segera masuk ke dalam. Di sana terlihat Paman Jae dan Bibi Min sedang duduk di ruang tengah sambil menonton TV.


“Non Camelia? Den Vino? Sudah selesai belanjanya?” tanya Bibi Min.


“Iya” gue Cuma mengiyakannya saja


Begitu selesai menjawab pertanyaan Bibi Min, gue langsung jalan ke kamar buat tidur. Gue mau tidur lebih cepat buat besok sekolah.