My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Ekonomi Kreatif



Karena gue diberi amanat sama Kak Hakim buat nyamperin tuh Ketos akhirnya gue terpaksa melangkahkan kaki gue ke ruang BIN 2.


"Permisi kak, saya mau cari Kak Galang.", tanya gue ke Kak Ditya, Wakil Ketua MPK di Empress Junior High School.


"Oh... bentar dek. LANG LO DICARIIN NIH!"


"Eh... buset keras banget suaranya. Maklum sih, ketua PASKI", batin gue dalam hati.


"Gak usah teriak-teriak ngapa. Gue enggak budheg kali.... Eh, Mel. Ada apa nyari gue?", akhirnya yang gue cari keluar juga.


"Hm... anu kak. Tadi saya disuruh Kak Hakim buat nyampaikan ke kakak, katanya besok ada eva PAMSI mulai pulang sekolah sampai setengah lima di ruang Seni."


Setelah gue nyampaiin amanatnya Kak Hakim, gue langsung menuju ke IPS 1 setelah mendapatkan anggukan dari Kak Galang.


○•○


Waktu gue naik tangga menuju ruang IPS 1, gue liat temen-temen gue udah pada duduk di lantai sambil makan bekal mereka. Tak mau ketinggalan, gue juga segera masuk ke kelas buat ambil bekal gue. Tapi siapa sangka? Dita selaku temen bangku depan gue, dia ngajak gue buat nyari tanda tangan guru. Ini bukan hukuman lho, tapi ini tugas dari Pak Hamidi buat laporan tugas IPS Ekonomi Kreatif. Meskipun perut gue dalam kondisi keroncongan, gue tetep ngikut Dita ke kopsis buat minta tanda tangan Bu Alin, Bu Erlin, dan Bu Retna yang biasanya jaga kopsis.


"Wah... ini menarik sekali! Tapi saran saya, untuk isian wadahnya itu jangan pakai air, tapi pakai lem biar gliternya turun perlahan. Oke?!"


Begitulah komentar Bu Alin ke Dita. Sumpah gue iri banget sama dia yang dapet pujian dari Bu Alin. Sedangkan gue? Gue malah ditanyai terus sama Bu Retna.


"Kamu anggota OSIS ya? Kamu buat apa? Ini bagian dari OSIS gitu? Terus latar belakang kamu buat ini itu apa? Kenapa kamu menggunakan kertas ini? Ini proker baru OSIS? Ini ide kamu sendiri atau dari OSIS?", tanya Bu Retna tanpa ada titik komanya sama sekali.


"Bukan Bu, ini itu tugas IPS saya. Tugas dari Pak Hamidi tentang kegiatan Ekonomi Kreatif dan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan OSIS. Jadi, intinya saya ingin Ibu nilai hasil ekonomi kreatif saya."


Setelah gue jelasin panjang×lebar×tinggi akhirnya Bu Retna faham dan ngasih nilai gue 86 lumayanlah menurut gue.


Tiga guru udah ngasih nilai buat kegiatan ekonomi kreatif gue. Lumayan lah, dari Bu Alin gue dapet 78, dari Bu Erlin 78, dan terakhir dari Bu Retna 86. Sementara Dita dapat 83 dari Bu Alin, 68 dari Bu Erlin dan 83 dari Bu Retna.


"Meskipun ada plus minusnya yang penting tugas dari Pak Hamidi selesai.", pikir gue dan Dita


○•○


Jam ke-lima dimulai


Mereka duduk dibangku mereka masing-masing. Namun, masih ada beberapa murid yang berkeliaran lari-lari di ruang IPS 1. Setelah 14 menit mereka menunggu, Pak Hamidi sudah masuk di ruang IPS 1.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatu"


"Baiklah sebelum memulai pelajaran, ada yang mau mengumpulkan tugas makalah kita minggu lalu?"


Satu kelas yang semula ramai tiba-tiba hening dan tidak ada yang mau bersuara.


"Ayo, enggak papa kalau kalian belum selesai. Yang penting kalian sudah laporan sama saya biar saya tau kelanjutan laporan kalian sampai mana." Karena ucapan Pak Hamidi sama sekali tidak dihiraukan oleh murid-muridnya, akhirnya Pak Hamidi memberikan mereka tugas, "Kalau tidak ada yang maju, buka buka cetak kalian dan kerjakan uji kompetensi bab 4"


Di balik pintu ruang IPS 1, disana ada gue dan Dita yang udah mulai kesemutan gara-gara nunggu saat yang tepat unuk masuk ruangan, mengingat baru saja Pak Hamidi marah-marah. Setelah dirasa waktu udah cukup, gue akhirnya memutuskan untuk ketuk pintu dan masuk ke ruangan.


"Permisi pak, maaf kami terlambat karena kami tadi minta tanda tangan buat laporan ekonomi kreatif pak.", ujar gue yang udah mulai grogi waktu liat Pak Hamidi lagi fokus sama laptopnya.


"Ini lho anak-anak, kalian harus mencontoh perilaku Camelia sama Dita. Mereka udah dapet tiga tanda tangan. Kalian sudah dapet berapa? Kan kalau kalian udah dapet nilai kayak gini kan enak. Kalian tinggal ngumpulin ke saya dan saya akan kasih kalian nilai. Masak gitu aja enggak becus sih? Untuk Camelia dan Dita, terima kasih sudah mengumpulkan tugas makalah kegiatan ekonomi kreatif kalian. Sekarang kalian boleh duduk dan jangan lupa untuk menyimpan laporannya di map warna merah."


Setelah mendengar pidato singkat Pak Hamidi, gue sama Dita langsung lari ke bangku kita. Tentunya setelah gue dan Dita ngucapin terima kasih ke Pak Hamidi.


"Baiklah anak-anak sekarang tugas kalian saya tambahkan. Buatlah rangkuman tentang bab 4 di buku catatan.", ucap Pak Hamidi


○•○


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Maaf kalau ceritanya kurang nyambung mohon maklumi karena ini novel pertama author.


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁