
Hening malam tak selamanya menenangkan.
Malam ini, aku memikirkannya. Memikirkan bagaimana jadinya aku nanti, saat ditinggal
dia.
○•○
Setelah percakapan singkatnya dengan Camelia via WhatsApp, Priya sama sekali tidak bisa tidur. Dia terlalu memikirkan Camelia, dia takut jika Camelia semakin menjauh darinya. Faktanya memang Camelia semakin menjauh.
10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kini Priya harus benar-benar melakukan LDR dengan Camelia.
Jika hanya berbeda sekolah, Priya masih bisa bertemu dengan Camelia. Sekarang? Camelia akan pergi ke Paris, dia pastinya hanya bisa menghubunginya via telepon.
Entahlah, Priya terlalu lelah untuk terus larut dalam kesedihan ini. Memang benar, hening malam tak selamanya menenangkan. Akhirnya Priya memutuskan untuk segera tidur, besok adalah hari Senin dan dia tidak boleh terlambat.
○•○
Pagi ini, agenda Camelia adalah mengurus surat pemindahan sekolahnya. Ia memutuskan untuk
tidak bersekolah dengan alasan jika Cameliia ada acara keluarga. Camelia memang tidak berbohong, ia harus benar-benar pandai membagi waktunya.
Banyak hal yang harus dilakukannya, beruntung
sedari kemarin orang tuanya sudah menyiapkan surat pemindahan sekolahnya. Jadinya, dia hanya
tinggal menandatanganinya dan bertemu dengan kepala sekolahnya.
“Permisi, Assalamu’alaikum.” Salam Tuan Erda sopan.
“Wa’alaikumussalam, masuk.” Jawab Pak Santosa.
“Mari, silahkan masuk. Ada yang bisa saya bantu Tuan Erda?” tanya Pak Santosa.
Beliau terlihat seperti mengenali Tuan Erda karena memang Tuan Erda sering tersorot kamera para wartawan.
“Terima kasih Pak. Perkenalkan saya ayah Camelia.”
Mendengar hal itu sontak Pak Santosa terkejut karena memang selama ini nama orang tua Camelia tidak dicantumkan marganya.
Melihat Pak Santosa mulai kebingungan, Tuan Erda langsung to the point menuju maksud kedatangannya bertemu Kepala Sekolah.
“Kedatangan saya dan Camelia kesini adalah untuk mengurus surat perpindahan Camelia.” Ucap Tuan Erda.
“Camelia akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri Pak.” jawab Nyonya Jasmine.
“Jadi jika bisa, saya mohon agar surat perpindahannya segera diurus. Lebih cepat lebih baik.” Lanjutnya.
“Jika seperti itu, kita bisa langsung mengurusnya Tuan, Nyonya. Hanya saja suratnya bisa jadi besok. Jadi, Camelia bisa datang lagi besok sekalian berpamitan kepada guru dan teman teman. Ya nak?”
kata Pak Santosa.
“Baik Pak, terimakasih. Tapi Pak, apa boleh saya besok tetap bersekolah sebagai hari terakhir saya di Empress Junior High School?” tanya Camelia dan dibalas anggukan oleh Pak Santosa.
“Tentu saja Camelia.”
“Kalau begitu terimakasih pak atas bantuannya. Kami sekeluarga juga mengucapkan terimakasih kepada bapak dan guru-guru lainnya karena sudah mendidik Camelia. Kami mohon maaf jika Camelia sering membuat masalah. Kalau begitu kami pamit undur diri.” Kata Tuan Erda.
Pertemuan dengan Pak Santosa memakan waktu lumayan lama, sekitar 2 jam dan sekarang sudah pukul 12 siang. Setelah pertemuannya dengan Pak Santosa, Tuan Erda mengajak Nyonya Jasmine dan Camelia untuk makan siang. Kali ini mereka memilih menikmati bakso.
“Mel?” panggil Nyonya Jasmine.
“Kenapa ma?” tanya Camelia.
“Kamu habis pulang sekolah besok bakal langsung ke Paris?” tanya Nyonya Jasmine.
“Iya.” Balas Camelia.
“Nggak mau ditunda dulu?” tanya Tuan Erda. Camelia menggeleng, sontak membuat Nyonya Jasmine mengerucutkan bibirnya.
“Semakin cepat kan semakin baik. Semakin cepet Camelia selesaiin study. Semakin cepet pula kita bisa ngumpul lagi.” Balas Camelia.
“Iya juga sih. Tapi Mel, kamu harus selalu kabarin mama lho.” Kata Nyonya Jasmine.
“Siap ma!!!” kata Camelia
“Yaudah sekarang habisin baksonya, habis ini kita langsung pulang. Kan kamu harus packing dulu.” Kata Tuan Erda.
○•○
Kini mereka sudah sampai di kediaman Tuan Erda setelah menjemput Aldo pulang sekolah. Jarak antara Moon-ER School dengan rumah lumayan jauh. Sehingga membuat mereka sampai saat matahari mulai terbenam. Merasa waktu semakin malam, kini Nyonya Jasmine dan Camelia sedang packing barang barang milik Camelia. Camelia hanya membawa 1 koper besar dan 1 koper kecil, tak lupa tas selempang mahal milik Camelia. Menurut Notaris yang mengurus semua isi surat wasiat, di tempat tinggal Camelia sudah tersedia lengkap semua kebutuhan dan fasilitas yang dapat memanjakan Camelia. Sehingga Camelia tidak perlu repot repot membawa banyak barang.
Setelah dirasa semua barang sudah selesai dikemas, Nyonya Jasmine membiarkan putri sulungnya itu untuk beristirahat. Mengingat besok Camelia harus bersekolah besok, berat hati meninggalkan Camelia sendiri. Tapi, Nyonya Jasmine yakin jika putrinya itu akan membawa masa depan yang cerah untuknya dan keluarganya.
Melihat kepergian sang mama, Camelia segera memejamkan mata. Dia smerasa sangat gugup, pasalnya dia pasti harus berpamitan dihadapan teman-teman sekelasnya. Belum lagi dia juga harus berpamitan kepada guru guru dan para anggota OSIS. Berhubung besok OSIS ada rapat tentang kegiatan Empress Charity, hal ini sangat menguntung baginya karena Camelia tidak perlu bicara berdua dengan Galang.
Tbc.