
Singkat ceritanya. Hobiku sekarang adalah merindukanmu.
°°°°°
Indonesia
6 Mei 2020, 08.04
Memang benar jika waktu itu terus berlalu. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Sudah beberapa bulan ini, Priya tidak berhubungan kontak dengan Camelia. Mungkin Camelia sudah ada hari padat, jadi lebih susah menghubunginya. Tak apa, Priya masih bisa sabar menunggunya.
"Nggak kerasa lho, bentar lagi kita kelas 11, padahal baru aja kita jalanin MOS kemarin kan?" kata Dika --- Teman Priya.
"Iya, enggak nyangka juga kalo pertemuan gue sama Camelia secepat itu." balas Priya.
"Astaga Ya, baru juga beberapa bulan lo enggak ada kontak ama dia. Udah jadi kayak orang kehilangan jiwa raganya aja." kata Dika.
"Ya iya lah jelas. Separuh raga gue pergi, kini enggak disamping gue." balas Priya.
"Alay." kekeh Dika.
"Sabar aja deh kalo punya doi beda tempat." kata Priya.
"Iya. Tapi masih mendingan gue, meskipun LDR masih satu negara. Sedangkan lo, LDR beda negara." jawan Dika.
"Udah nasibnya kayak gini." balas Priya.
"Kalau lo nanti lepas kontak sama Camelia sampai dia balik ke Indo nanti. Lo nanti gimana? Masih betah nunggu?" tanya Dika tiba-tiba.
"Kaya apa janji gue dulu. Gue bakalan nungguin dia." balas Priya
"Meskipun Camelia bukan jodoh lo?" tanyanya.
"Paling enggak, gue udah berjuang." balas Priya dengan senyum manisnya. Namun, tersirat kesedihan di sana. Takut jika perjuangannya selama ini sia-sia.
"Gue bakalan selalu ada buat lo." kata Dika kemudian merangkul pundak sahabatnya itu.
"Terimakasih udah setia sama gue." balas Priya.
Mereka berdua bersyukur. Meskipun hanya satu, setidaknya satu itu abadi. Saling mendukung satu sama lain. Bukan malah menikam dari belakang.
"Lapangan kuy." ajak Dika.
"Ngapain?" tanya Priya.
"Main basket." balas Dika.
"Mending tidur aja kalo elo mah." balas Dika dengan nada malasnya.
"Nah itu tau, yaudah ah. Mau tidur gue. Jangan ganggu. Awas kalo sampe ganggu gue." Priya memberikan peringatan kepada Dika.
"Bac*d." balas Dika.
Dan ya, beberapa menit setelahnya. Priya mulai menemui Camelia melalui dunia mimpinya.
°°°°°
Hari-hari Priya ia lewati dengan penuh ujian. Ujian kesabaran, ujian emosi, dan lain-lain. Ditambah dengan masalah seorang cewek yang tak kehilangan seribu cara untuk mendapatkannya. Meskipun usahanya selalu gagal, tidak membuat cewek itu putus asa.
Tes kenaikan kelas telah usai, masa libur panjang yang dinanti-nanti kini telah datang. Tidak berbeda dengan hari-hari biasanya. Priya hanya merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Begadang hingga larut malam menonton video dari youtube, entah itu berupa film ataupun hanya sekedar mendengarkan lagu.
Sebenarnya, Priya ingin pergi ke Paris. Namun ia sadar jika usahanya pasti akan sia-sia. Kenapa bisa begitu? Sudah dipastikan ia tidak akan dapat berjumpa dengan Camelia. Jadwalnya yang padat, membuat Camelia tidak bisa pergi keluar meskipun hanya sekedar untuk jalan-jalan.
Namun, kali ini ponsel Priya berdering. Ada panggilab masuk, sungguh ia berharap jika panggilan itu berasal dari Camelia.
Dengan sedikit ragu ia mulai mengecek ponselnya, melihat siapa yang meneleponnya di siang bolong seperti ini. Dan benar saja, nama Camelia tertera di sana. Dirinya sedang mem-video call Priya.
"Hallo Mel ya ampun astaga Camelia kemana aja sih enggak ada kabar? Udah berapa bulan ini? Ya Allah Mel. Gue tuh kangen banget sama lo, lo tau enggak sih kalo disini gue pengen cepet-cepet ketemu lo." cerocos Priya begitu panggilan video sudah terhubung dan sudah menampakkan wajah Camelia yang cantik bahkan lebih cantik dari yang dulu.
"Adu duh, salam dulu dong Priya. Main cerocos aja." kekeh Camelia dari sebrang sana. Terlihat dirinya saat ini sedang tiduran santai.
"Ehehe lupa. Assalamu'alaikum Camelia." kata Priya.
"Wa'alaikumussalam Priya." balas Camelia dengan senyum manisnya.
"Lo apa kabar? Kok enggak pernah kasih tau kabar ke gue beberapa bulan ini?" tanya Priya dengan tempo yang dipelankan.
"Maaf ya enggak bisa ngasih kabar ke kamu. Lagi padet-padetnya nih, jadi enggak bisa ngasih kabar deh. Kalau malem juga capek banget, sering ketiduran, maaf ya Priya." kata Camelia dengan nada yang begitu menyesal.
"Camelia kangen sama Priya hiks." Tangis Camelia pecah sedari dari sudah ia coba untuk ditahan agar air mata itu tidak tumpah akhirnya gagal. Camelia menangis di depan Priya.
"Jangan nangis hei. Sini peluk." ucap Priya dengan wajah super menggemaskan.
"Enggak bisa." bukannya malah berhenti. Tangis Camelia smakin menjadi-jadi.
"Aku juga kangen kamu." balas Priya dengan nada lembut.
Tbc.