My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Selfie



"Makasih Priya."


Ya, saat ini mereka sudah sampai rumah. Selama perjalanan tadi hanya ada keheningan saja yang menemani. Camelia terlalu salting atas kejadian yang baru saja terjadi. Begitu juga dengan Priya.


"Iya." balas Priya


"Aku pulang dulu." pamitnya.


"Iya Priya, hati-hati."


Priya kembali mengayuh sepedanya dan pergi meninggalkan rumah Camelia.


"Assalamu'alaikum. HWAAA BIBI CAMELIA SENENG BANGETTT" teriak Camelia begitu masuk rumah.


"Wa'alaikumussalam. Aduh Non, habis kencan seneng banget ya?" jawab Pak Edi yang berada di ruang tamu.


"Iya Pak, Camelia seneng." kata Camelia


"Bibi Bell kemana Pak?" tanya Camelia


"Di dapur Non." balas Pak Edi


"Lagi bikin makan malam." tambah Pak Edi dan hanya dibalas anggukan oleh Camelia.


"Owh... Non Camelia? Sudah pulang Non? Gimana tadi kencannya?" tanya Bibi Bell sambil cekikikan.


"Udah Bi, tadi Camelia seneng banget." ucap Camelia sembali duduk di kursi meja makan.


"Kenapa Non? Cerita sama Bibi." tanya Bibi Bell.


"Mungkin habis ditembak Bu sama Den Priya." balas Pak Edi.


"Mati dong Pak?" celetuk Bibi Bell


"Ini lebih dari sekedar ditembak Pak." ucap Camelia sembari senyum-senyum sendiri.


"Terus diapain lagi Non? Di bom?" tanya Pak Edi polos.


"Astaghfirullah, Pak Edi kalo ngomong." kesal Camelia sembari mengelus-elus dadanya.


"Ampun Non." kata Pak Edi


"Udah-udah pak, jadi tadi gimana Non?" tanya Bibi Bell.


"Jadi tadi tuh si Priya bilang kalau dia sayang sama Camelia terus dia juga bilang katanya suruh Camelia nunggu sampai cita-citanya tercapai, baru Priya mau ngelamar Camelia secara resmi." kata Camelia menceritakan.


"Owh... bagus dong Non." balas Bibi Bell dan Pak Edi serempak.


Ponsel Camelia berbunyi. Priya mengirimkan pesan via chat WA.


***Priya :


Mel?


P


P


Camelia :


Iya Priya kenapa?


Priya :


Dh bljr?


Camelia :


Belum Priya, baru juga duduk hehehe.


Priya :


Bruan bljr.


Camelia :


Males ah Priya, capeek. Besok aja lagian besok kan hari Sabtu. Sekolah Camelia libur.


Priya :


Ponsel Camelia berdering, Priya mem-videocall-nya.


"Siapa Non?" tanya Bibi Bell


"Calon imam" balas Camelia yang kemudian bangkit dari tempat duduk meninggalkan Bibi Bell dan Pak Edi yang menatapnya dengan tatapan bingung.


"Non Camelia keliatannya bahagia ya bu." kata Pak Edi sembari menatap kepergian Camelia.


"Kasmaran biasa." balas Bibi Bell sembari melanjutkan kegiatan memasaknya.


Di sisi lain. Camelia kini sudah dalam posisi tengkurap, sembari mengangkat panggilan dari Priya.


"Hallo Priya, kenapa?" tanyanya begitu panggilan terhubung.


"Belajar sana, gue temenin." balasnya. Sekarang Priya terlihat sedang merapikan rambutnya.


"Maless Priya, lagi mager nih" tolak Camelia.


"Lagi pula soalnya susah Priya." lanjutnya


"Coba sini gue liat." jawab Priya. Camelia mengangguk setuju kemudian mengambil buku tugasnya.


"Nih Priya, Camelia enggak paham soal yang ini." kata Camelia sembari menunjuk soal yang tidak ia pahami.


"Siku-siku 180 derajat. Jd semua kamu tambahkan semua yg derajat. Yang 2a ditambahkan. Abd kamu kurangi 5x Karena bc udah ada 5 jadi sisanya aku cari... paham?" kata Priya.


"Udah ya Priya. Udah aku coba. Cuma jawabanku salah terus." kata Camelia.


"Itu soal gampang banget malah. Makanya kalo guru jelasin jangan ditinggal tidur." omel Priya.


"Iya-iya Priya.. Hoammm. Camelia ngantuk nih Priya." ucap Camelia.


"Ya udah sana tidur, nanti kirimin foto soal-soalnya gih." kata Priya.


"Buat apaan Priya? Kan materi kita beda." tanya Camelia.


"Ya enggak buat apa-apa. Yaudah cepet kirim." kata Bima. Akhirnya Camelia mengirimkan foto soal tugasnya.


"Nih udah aku kirim ya Priya." ucap Camelia.


"Yaudah sana tidur. Goodnight Mel" kata Priya lalu mematikan teleponnya secara sepihak tanpa menunggu Camelia membalas ucapannya.


"Goodnight to my cold boyfriend."


○•○


Seorang gadis yang tengah asik menyeruput es cappucinonya di cafe dekat mall besar. Sesekali ia melirik ke jendela yang berada di sebelahnya. Ia sedang menunggu orang terdekatnya.


Bunyi lonceng pintu terdengar oleh gadis itu. Reaksi biasa saja sambil menyeruput es cappucinonya lagi.


Saat teman-temannya sudah sampai di mejanya, gadis itu hanya menatapnya datar, "Sorry kita telat, Mel."


Camelia menganggukkan kepalanya sambil menghabiskan es cappucinonya. Pantas mereka telat pastinya mereka saling menunggu satu sama lain.


Ia melihat wajah teman-temannya yang terlihat sangat berseri-seri. Camelia mengangkat sebelah alisnya. "Kita pergi?" tanya Camelia.


Mereka itu adalah salah satu geng Camelia, Shagun. Masih ingat kan? kalau lupa, baca kembali bab "SHAGUN" -Author.


Mereka serempek menganggukkan kepala. "Iya. Tapi, sebelum pergi selfie di tempat biasa dulu kuy" jawab Cleo penuh semangat 45. Tentunya ajakan Cleo tidak bisa kami tolak.



Tempat biasa yang Cleo maksud adalah kamar mandi. Dari kiri itu anggep aja Cleo, gue, Firya, Azzarah, dan paling kanan ada Rina.


○•○


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁