My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Sick



Cahaya matahari pagi menelusup masuk ke dalam kamar seorang gadis yang masih tertidur dan memaksanya untuk bangun dari tidurnya.


Tok...Tok...Tok


"Mel bangun Mel udah siang." ujar Vino.


"Iya Vin bentar lagi."


Ketika hendak beranjak dari kasurnya, gadis itu mengurungkan niatnya karena kepalanya tiba-tiba berdenyut dan membuatnya jatuh ke lantai.


Suhu badannya kini berubah menjadi panas dan sakit kepalanya semakin lama semakin terasa sakit. Ia diam sebentar untuk menguatkan dirinya agar bisa pergi ke sekolah.


Hari ini hari Senin dimana ini adalah hari yang paling padat untuk para manusia.


Camelia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.55 ini tandanya kurang 5 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Dengan kecepatan tinggi, mobil sportnya berhasil masuk sebelum gerbang tertutup.


Ia jalan keluar dari mobil dngan tergesa-gesa, akhirnya ia sampai di depan kelasnya.


"Untung pelajaran belum dimulai." gumamnya pelan dan segera mendudukkan diri di bangkunya.


"Dari mana aja lo?" ujar Farrel yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya dan diikuti oleh Valina.


"Gue kesiangan."


"Dasar kebo." ucap Valina.


"Ekhm." ujarnya cuek.


"Eh Mel lo gapapa?" kata Farrel yang melihat wajah pucat Camelia.


"Ga papa apanya?" tanyanya santai.


"Itu muka lo pucet banget. Lo sakit ya? Kalo sakit mending ijin aja ke ruang kesehatan dari pada lo kenapa-napa." jawab Farrel.


"Oh gue ga papa, mungkin efek belum sarapan." ucapnya berbohong padahal kini ia sedang mati-matian berusaha menahan sakit kepalanya yang sedari tadi tak kunjung hilang.


"Kalo lo ngerasa sakit, bilang aja sama kita ya?" ujar Valina yang sedari tadi memperhatikan wajah pucat Camelia.


"Oke." katanya pelan.


Skip pelajaraaannn...


-------


Setelah pulang sekolah, Farrel dan Valina segera mengantar Camelia ke kediamannya. Mereka sangat khawatir karena wajah Camelia semakin lama semakin pucat saja.


"Mobil gue gimana?" Tanya Camelia yang sedang duduk manis di sebelah Valina.


"Gak usah khawatir, gue udah nyuruh orang bawahan gue buat nganter mobil lo ke rumah." Setelah itu keheningan melanda mereka bertiga hanya alunan musik saja yang selalu menemani mereka.


"Udah nyampek, ayo turun." ajak Farrel.


"Tapi badan gue masih bener-bener lemes Rel." jawabnya manja.


"Ya udah tunggu sebentar." Farrel keluar dari jok kemudi dan berlari menuju jok penumpang.


"Mau ngapain??" Tak menghiraukan pertanyaan Camelia, Farrel segera membungkuk dan menggendong Camelia ala bridal style dan tentu saja Valina setia berjaga-jaga di belakang mereka.


"Turunin!!" Ujar Camelia sambil meronta lemah karena memang fisiknya masih terlalu lemas untuk banyak bergerak. Akhirnya ia pasrah dwngan kelakuan dua sahabatnya itu.


Ting...Tong...Ting...Tong


"Eh Non kenapa den?" Tanya Paman Jae panit karena melihat wajah Camelia yang benar-benar pucat sedang digendong oleh Farrel.


"Dari tadi wajahnya Camelia pucat Paman, sekarang Paman telfon dokter suruh ke sini." ujar Valina dan Farrel segera menggendong Camelia menuju kamarnya.


Tak berapa lama, kini mereka sudah berada di dalam kamar Camelia. Farrel pun segera membaringkan tubuh Camelia di atas ranjang queen sizenya.


"Makasih ya guys." Ujar Camelia pelan namun masih dapat didengar jelas oleh Valina dan Farrel.


"It's okay, gue cuma enggak mau sahabat gue kenapa-napa." jawabnya sembari mengelus puncak kepala Camelia.


"Sekali lagi makasih ya." ujar Camelia.


"Cepat sembuh Mel, gue gak mau liat lo sakit kayak gini!!"


"Iya."


Tok...Tok...Tok


"Suruh masuk aja."


"Iya Non."


Tak lama dokter pun datang.


"Dok, silahkan periksa dia." kata Valina mempersilahkan dokter dan diangguki oleh sang dokter.


"Dia demam karena terlalu kecapekan dan untuk 5 hari kedepan dia tidak boleh bersekolah terlebih dahulu. Ini resep obatnya." kata dokter dan memberikan obat beserta resepnya kepada Valina.


"Iya dok, merci."


"Iya sama-sama. Saya permisi." pamit dokter lalu bernjak pergi


"Iya, silahkan."


"Lo dengerkan apa kata dokter, lo harus istirahat selama 5 hari. Nanti kita ijinin ke wali kelas deh."


"Hmmm iya."


"Kita pulang dulu dan lo harus minum obat. Sekali lagi, jangan lupa minum obat."


"Iya iya, bawel" rajuknya karena Valina terlalu bawel.


"Gue bawel karena gue enggak mau lo kenapa-napa. Paham??" Camelia hanya mengangguk.


"Kita pulang dulu ya? Goodbye!!" ujar Farrel pamit.






Valina_regita Get Well Soon my honey 😘😘😍😍


@Camelia.putri


❤261.311


💬107


Komentar sebelumnya...


Brian.young Semvah cantik parah 😍 GWS Babe 😘 @Camelia.putri


Alexander_imanuel Lekas sembuh cewek kulkas @Camelia.putri


Farrel_xiaone Huuuaaahhhhh sumvah Mel gue khawatir banget 😭 Gilaaa sumpah gue khawatir 😭😭😭 GWS my princesss


Devin.leonarldo Lo bikin gue hampir mati jantungan tau enggak? 😭😭😭 GWS kutub selatan @Camelia.putri


Zaki.davino Gilaaa cantik parah


Yeri_kimberlyne Cantikan juga gue @Zaki.davino


Valina_regita Ngapain pake babe babe segala? Dia bukan bokap lo! @Brian.young || plis doain yang bener gak usah dikasih julukan segala @Alexander_imanuel || Eh lo tadi ikut gue kan? @Farrel.xiaone || Oke thanks @Devin.leonarldo || Lo itu sih sampah @Yeri_kimberlyne


Camelia.putri speechles


Brian.young Sorry Val bercanda doang @Valina_regita || Tampang lo kayak nasi gudeg di tong sampah noh @Yeri_kimberlyne


Alexander_imanuel Sakit apa lo Mel? @Camelia.putri || Jauhla, cantikan Camelia kali daripada lo. Ibarat langit dan bumi @Yeri_kimberlyne


Valina_regita Dia mah irian hahahha kan ada yang jauhh lebih sempurna dari dia @Yeri_kimberlyne


Yeri_kimberlyne Persetan kalian semua


Astaga!!! Valina dapet foto gue dari mana coba??? Astaga tuh anak!!!