My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Pujasera 2



99% kerugian adalah awal dari kesuksesan.


○•○


“Ada apa ini?” kata seseorang dengan tatapan tajam.


Orang itu adalah Galang dan Aditya. Mereka berdua selalu bersama saat pergi ke kantin. Lebih tepatnya selalu nempel dimana ada Galang disitu ada Aditya.


“Lepas ini urusan gue sama dia. Bukan sama kalian.” Ucap Elin bersuha melepaskan cekalan tangan Galang.


“Sudah jangan gini Lin, enggak malu diliatin semua orang? Sudah yuk pergi.” Ucap Galang dingin hingga membuat Nadya kincep seketika. Begitu juga dengan Elin yang sudah menampilkan wajah terkejutnya.


Galang melepaskan cekalan tangannya lalu berdiri menghadap Elin.


“Aku enggak suka dia kecentilan sama kamu sayang.” Ucap Elin.


Iya, dia adalah orang selalu dibucinin oleh Galang. Namun sayang, mereka tidak berpacaran walaupun mereka saling suka. Mereka hanya TTM. Tau kan? Teman Tapi Mesra. Namun karena status TTM itu, menjadikannya selalu menargetkan setiap siswi yang dekat dengan Galang.


“Berhenti bersikap kayak gini Lin.” Ucap Galang.


“Tapi dia selalu caper kalo sama kamu Lang.” Ucap Elin dengan nada selembut mungkin, yang justru membuatnya semakin malu karena jabatannya sebagai Ketua OSIS malah memberikan contoh yang buruk bagi seluruh murid.


“Udahlah ayo pergi aja. Kasian juga Camelia sudah kalian jadiin bahan bully.” Balas Aditya sinis.


“Harusnya kalian dipihak kita. Cabe ini tu selalu caper sama kalian berdua. Sadar dong, dia cuma kecentilan sama kalian, sok cantik. Dia sudah merasa yang paling iya di sekolah ini.” Ucap Nadya.


“Cabe enggak pantes ngomong cabe.” Ucap Cleo pedas.


“Dan asal kakak tahu, Camelia sama Kak Galang enggak ada hubungan apapun. Malah setiap ketemu berantem terus.” Lanjutnya.


“Kalian denger sendiri kan? Wahai baginda ratu cabe yang terhormat?” tanya Rina dengan smirk devilnya.


Tak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Akhirnya Galang dan Aditya menarik tangan Elin dan Nadya untuk segera pergi dari kantin dengan wajah yang sudah memerah karena malu. Tak lupa tatapan tajam dari Elin dan Nadya untuk Camelia.


“Lo gak papa Mel?” Tanya Firya.


“Nggak kok.” Balas Camelia.


“Nggak papa apanya mbak? Tu liat pipi lo sampe merah begitu gara gara tamparan tu biang cabe.” celetuk Rina.


Suasana masih sama. Tak jarang dari mereka membicarakan moment barusan. Moment langka yang pantas dijadikan trending topic minggu ini.


“Mereka bener-bener keterlaluan.” Ucap Firya geram.


“Orang kaya mereka nggak bisa dibiarin Mel. Lo harus ngasih tindakan buat orang kaya mereka. Kalo enggak, mereka bakal berbuat lebih sama kita berlima, terutama lo.” Timpal Azzarah.


“Gue bakal bantu lo.” Ucap Cleo dengan tatapan tajamnya.


“Udahlah buat kalian apa masih disini? Lo kira kita pertunjukan sirkus jadi kalian bisa sepuasnya liatin terus? Bubar!!!” ucap Azzarah menggelegar di kantin.


“Biar gue saja gapapa. Lo disini saja, mau nitip apa? Biar sekalian.” Ucap Firya.


“Nggak usah.” Balas Rina. Firya mengangguk kemudian berjalan menuju stand bakso untuk


memesan.


“Kita pindah meja saja ya bagaimana? Ini kotor soalnya, gara-gara tadi.” Kata Rina.


“Ga usah, bersihin pakai tisu saja. Kasian nanti kita enggak kebagian tempat duduk.” Kata Camelia sembari meraih beberapa tisu.


○•○


Suasana meja Camelia menjadi ramai, tidak dalam artian menggangu, melainkan ramai karena dipenuhi canda tawa yang selalu terlontar dari mulut Azzarah maupun Cleo, Firya, Camelia, Rina sukses dibuat ngakak olehnya.


“Eh Mel? Lo sudah pernah pacaran?” tanya Azzarah yang tadinya ramai menjadi hening. Semuanya menatap Azzarah atas pertanyaannya tadi. Termasuk Cleo.


“Enggak.” Balas Camelia sembari menggeleng ragu.


“Kenapa?” tanya Firya ikut penasaran.


“Umm, itu privasi, maaf.” Balas Camelia sembari berusaha menyembunyikan rasa bersalah karena Camelia selalu menyembunyikan bahwa dia sudah dijodohkan.


“Yaudah sih, sudah lupain. Ya kan Mel? Pacaran itu enggak baik, dosa tahu. Mereka yang pacar itu adalah sekumpulan manusia yang hanya menjaga jodoh orang lain. Sia sia juga pacaran, apa untungnya? Yang ada malahan rugi terus” ucap Rina dengan nada dramatisnya.


“Bucin banget lo, heran gue.” Kekeh Camelia dan semuanya tertawa.


"Tauk tuh, lagian ya. Lo gak inget omongannya Pak Hamidi? 99% kerugian adalah awal kesuksesan. Makanya harus coba-coba. Ya gak?" kata Cleo


“Seterah. Gue Cuma ngomong apa adanya. Intinya itu, jangan pacaran kalo gak mau sakit hati plus tambah dosa. Toh, siapapun yang pacaran atau dijodohin sama kita belum tentu jadi teman hidup kita.” Lanjut Rina.


Kali ini semua diam, terutama Camelia yang sedang berusaha mencerna apa ucapan Rina barusan. Karena secara tidak langsung, apa yang dikatakan Rina ada sangkut pautnya dengan keadaan yang saat ini sedang ia alami.


“Woy!!! Ngapa pada bengong? Gue tahu, kalian pasti terkagum-kagum sama apa yang gue ucapin tadi kan?” ucap Rina dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.


“Enggak, gue bingung saja. Lo tadi kebanyakan makan micin?” kekeh Firya.


Rina hanya mengerucutkan bibirnya bibirnya dan mereka semua tertawa.


○•○


Hay guysss thor balik lagi setelah sekian lama enggak update (cuma sekitaran beberapa hari doang sih 😅)


Btw, buat kalian yg promosi thor udah nyempetin mampir and like. Cuma thor gk bisa comment. Cause skrng thor pegang HPnya cuma bentar dan hrs dimanfaatin bngt waktunya.


Tetep, comment, like, dll.


Byeee 👋