
Jangan cuma pakai hati kamu. Pakai juga otak kamu. Fungsi mereka saling melengkapi, bukan saling mendominasi.
○•○
Tak terasa bel masuk sudah berbunyi dan juga guru sudah masuk ke kelas Camelia dan pelajaran di mulai.
Akhirnya setelah enek memakan bac*tan guru-guru, Camelia, Firya, Rina, Azzarah dan Cleo memutuskan untuk pergi ke pujasera.
Karena sedari tadi cacing-cacing di perut sudah menari-nari minta diisi, mata Camelia mengedarkan pandangan ke meja-meja pujasera dan mencari tempat yang nyaman.
Matanya terpaku dengan meja panjang dengan 12 kursi yang langsung menghadap halaman samping sekolah.
Kini Camelia, Firya, Rina, Azzarah dan Cleo sudah duduk di kursi kantin, Cleo memanggil Bu Kas si penjual bakso.
"Ges makannya bakso aja ya, yang enggak antri." kata Cleo.
"Yaaa" kata mereka.
"Buuuuuk Kaaas!!!" panggil Firya.
"Ya cah ayu." kata Bu Kas.
"Mang bola mata kuntinya 5 porsi sama darah vampire-nya 5 gelas okee" kata Firya.
"Buset dah mbak, bahasanya serem amat." kekeh Bu Kas.
Camelia, Rina, Azzarah dan Cleo yang melihat kelakuan temannya pun hanya tersenyum geli, bagaimana bisa mereka betah bersahabat dengannya selama berbulan-bulan sejenis Firya.
"Gapapa buk, saya kan spezial." canda Firya.
"Siap deh mbak." kata Bu Kas langsung pergi.
Setelah kepergian Bu Kas mereka melanjutkan dengan canda tawa receh mereka. Terutama Firya dan Cleo yang selalu membuat lelucon kocak yang dapat menimbulkan gelak tawa.
"Mbak ini pesenannya. Silakan dimakan baksonya." kata Bu Kas
"Eh.. makasih ya Bu." cengir Camelia.
"Oh ya udah, monggo kalau gitu saya balik lagi yah, mau jualin yang lain mbak." Kata Bu Kas.
"Siap bu."
○•○
Kring!!! Kring!!! Kring!!!
Bel pulang sekolah telah berbunyi para siwa-siswi telah bersiap untuk pulang.
Tak terkecuali Camelia, Firya, Rina, Azzarah dan Cleo.
"Oke anak-anak sekian dari Bapak. Assalamu'alaikum Wr. Wb." salam dari Pak Hamidi selaku wali kelas.
Para siswa pun membalas salam dari guru bootaaak tersebut, setelah guru-guru keluar murid-murid berbondong-bondong keluar.
"Eh guys gue enggak bisa bareng ni maap ya." kata Zara.
"Lah emang kenapa? Udah dijemput?" timpal Kesya.
"Andre ngajak pulang bareng." kata Zara.
Ck sekarang gitu lo ya, udah ada cowok, temennya ditinggal." cibir Nadin.
"Gak gitu, abis dia maksa, ya gimana lagi gue." Zara mengerucutkan bibirnya.
"Udah gak papa, si Andre nungguin lo dimana?" tanya Camelia.
"Dia kesini ntar." kata Zara lagi.
"Ish makasih ya, kalian baik dah ama gue. Gue janji besok gue traktir kalian di cafe biasa." kata Zara.
"Bener ya?" teriak Kesya, Nadin, Camelia, Nafya, Feby dan Rizka.
"Yes gurl promise" cengir Zara.
Tak lama dari itu Andre bersama teman-temannya yang merupakan anggota Dewan Galang juga ikut datang.
"Hai sayang." sapa Andre pada Zara.
"Hai." jawab Zara.
"Udah deh mulai panas nih." ucap Kevin, teman Andre.
"Gak tau diri lo, udah dianterin malah ngumbar kemesraan sama kita para jomblo." ucap Zaki dramatis.
"Kita?!?! Lo aja kali!!!" ucap mereka serempak kecuali Zaki dan Marvel.
"Udah ya kita pergi dulu babay!" pamit Andre langsung pergi.
"Key bareng aku yuk" ucap Kevin.
"Hah? Sejak kapan kalian saling panggil aku-aku an?" selidik Nadin.
"Ck enggak sejak kapan-kapan, emang nih bocah kan sengkelk." kata Keysa sambil menonyor kepala Kevin, tapi bukannya merasa kesakitan dia malah nyengir.
"Gak ah Kev, aku mau bareng mereka aja mau sekalian ke toko buku soalnya." kata Keysa tidak berbohong karena ia memang berencana untuk ke toko buku.
"Yah... beneran?" tanya Kevin ke Nadin, Camelia, Nayfa, Rizka dan Feby.
"Iya tapi gue enggak ikut." jawab Camelia
"Gw, Nadin, Rizka sama Feby juga mau makan." kata Nayfa biar Keysa bisa bareng Kevin.
"Tuh kan, kamu sama aku aja, aku juga mau ke toko buku." kata Kevin memelas.
"Gak ah entar aku ngerepotin kamu." Alibi Keysa
"Ck.. ayolah 😢 Lagian temen-temen kamu juga enggak keberatan. Ya kan?" tanya Kevin pada Camelia, Nadin, Nayfa, Rizka dan Feby.
"Iya kita enggak keberatan kok, cuma ada syaratnya." kata Feby yang membuat Keysa sedikit lega.
"Apa??" tanya Kevin.
"Gampang kok, cukup buat Keysa selamat, jangan ditinggalin, jangan disakitin. Kalo hal yang gue sebut lo langgar, siap-siap aset lo gue potong, biar enggak bisa ena-ena lo!" Ancem Feby.
"Wisss kejem amat." miris Nathan.
"Okey, gue setuju. Yuk Key, kita jalan." kata Kevin langsung menarik tangan Keysa untuk segera pergi.
Setelah Kevin berhasil membujuk Keysa untuk pulang bersama, situasi yang semula ramai sekarang menjadi lebih senyap.Kini mereka semua berjalan menuju ke parkiran sekolah.
Tbc.
○•○
Cukup segini dulu up-nyaa
Otak author lagi mampet 😂
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁