My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Kepala Sekolah



"Permisi." sapa Camelia sopan.


"Masuk." ucap sang Kepala Sekolah.


"Duduklah Mel." perintahnya. Camelia hanya menurut dan langsung duduk. Terlihat di sana ada Bu Siti yang sedang memasang tampang garangnya.


"Jadi, maksud Bapak manggil saya kesini ada apa?" tanya Camelia basa-basi.


"Apa kamu bisa menjelaskan kejadian tadi di kelas?" balas Kepala Sekolah


"Kenapa Bapak tidak tanya sendiri ke Bu Siti? Bukankah beliau juga tau kejadiannya?" ujar Camelia.


"Iya, Bu Siti memang sudah menjelaskan apa yang terjadi, tapi kenapa kamu sampai berkata demikian?" kata Kepala Sekolah.


"Saya berkata seperti itu bukan tanpa alasan." balas Camelia.


"Apa ada omongan Bu Siti yang membuat kamu sakit hati?" tanya Kepala Sekolah.


"Mungkin iya dan mungkin tidak. Sudahlah Pak, kalau Bapak mau marahin saya, silakan. Kalau tidak, saya permisi. Masih ada hukuman yang harus saya jalani." kata Camelia yang mulai jengah.


"Camelia, status kamu disini itu adalah salah satu anggota inti OSIS. Ada baiknya kamu harus menghormati yang lebih tua. Bukan malah seenaknya sendiri, kamu itu anak cewek. Tidak sepatutnya kamu bertindak seperti anak cowok. Bersikaplah layaknya anak gadis lainnya, tingkahmu ini bisa menjadi bibit badgirl di Empress Junior High School." nasehat Kepala Sekolah.


"Jadi, kalo misalnya bukan anggota OSIS bisa seenaknya dong Pak? Tanpa takut bisa disidang sama BK bahkan sampai masuk ruang Kepala Sekolah ya Pak?" tanya Camelia.


"Bukan begitu, semua peraturan di sekolah wajib dipatuhi oleh seluruh warga sekolah. Tidak ada yang terkecuali, kalaupun mereka berbuat salah. Pastinya mereka juga akan dibawa ke sini." kata Kepala Sekolah.


"Minta maaf sama Bu Siti." kata Kepala Sekolah sembari menatap Bu Siti yang matanya juga sudah memerah. Mungkin karena menangis.


Camelia menghela napas kasar. Namun, ia juga masih tetap tersenyum kepada Bu Indah. Mau bagaimanapun juga, beliau adalah guru. Orang tua pengganti saat ada di sekolah. Dia juga perempuan, sama seperti Jasmine, mamanya.


"Camelia minta maaf atas perkataan dan sikap Camelia tadi ya Bu." kata Camelia dengan nada yang terdengar tulus itu.


"Iya, Ibu juga minta maaf kalau ada perkataan Ibu yang membuat kamu sakit hati." balas Bu Siti langsung memeluk Camelia.



"Sudah-sudah, ini bukan lebaran. Semuanya sudah jelaskan? Sekarang lebih baik kamu Camelia kembali ke kelas kamu. Dan Bu Siti bisa kembali ke kantor." kata Kepala Sekolah.


"Ingat ya Mel. Lain kali jangan diulang lagi." lanjutnya yang kemudian dibalas anggukan oleh Camelia.


Camelia berpamitan kemudian beranjak pergi dari ruang Kepala Sekolah. Ia berpikir sejenak, apa mungkin masalahnya sekarang sudah tidak bisa dianggap sepele? Camelia berpikir masalahnya dengan Bu Siti tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan masalah siswa lainnya. Ahhh, tapi masa bodo. Sekarang yang terpenting adalah dia tidak perlu lagi melanjutkan hukumannya. So, dia tidak takut jika hari ini dia masuk ICU.


Menurut perhitungan Camelia, dia sudah bolak-balik masuk ruang Kepala Sekolah karena masalah sudah sekitar 4×. Ditambah dengan masalah barunya dengan Bu Siti. Ia heran, kenapa murid sepertinya yang bahkan tidak pernah masuk BK. Namun, nge-ceat langsung masuk ruang Kepala Sekolah, bisa tetap terpilih sebagai murid teladan. Bahkan ia juga bisa terpilih menjadi salah satu anggota inti OSIS. Ingat, INTI OSIS. Sungguh kehidupan Camelia yang membingungkan


______________________________________________


Sekilas info


Ya, thor gak bakalan bisa update 😥 Tugas thor numpuk banget. Bayangin ya, 1 mapel itu dikasih 3 tugas materi sama 3 tugas proyek. Dan itu dikumpulin malem ini jam 8. Nyesek enggak sih? Untung hati thor seluas samudra. Jadinya kalo hujat dalem hati doang, enggak sampe ngomong langsung. -Ya elah malah curhat, maap 🙏